Alasan Mengapa Francesco Totti Layak Dicintai

Asad Arifin | 28 September 2016 01:10
Alasan Mengapa Francesco Totti Layak Dicintai
(c) AS Roma

Bola.net - Bola.net - Il Re di Roma atau The King of Rome adalah salah satu julukan yang disematkan oleh publik kepada sosok Francesco Totti. Sebuah julukan yang tentunya hanya diberikan kepada sosok yang maha spesial untuk publik ibukota Italia.

Totti memang sudah menjadi representasi dari publik Roma. Dedikasi dan cinta yang diberikannya kepada klub AS Roma membuatnya menjadi sosok yang spesial dan mendapat julukan Il Re di Roma.

Advertisement

27 September tahun 2016 ini Totti merayakan ulang tahun ke-40. Tak muda untuk ukuran pemain sepakbola. Namun, ia tetap muda dan dicintai publik sepakbola. Apa yang membuatnya tetap layak dicintai, berikut adalah beberapa alasannya:

1 dari 5 halaman

Komitmen Pada Klub

Komitmen Pada Klub

Komitmen Pada Klub

Totti kecil mengidolakan Giuseppe Giannini, salah satu kapten legendaris dalam sejarah Roma. Totti mendapatkan debut senior saat usianya masih 16 tahun. Saat itu, pelatih Vujadin Boskov memainkan Totti pada laga melawan Brescia, 28 March 1993. Roma menang 2-0.

Pertandingan tersebut menjadi penanda lahirnya calon pemain, pencetak gol, kapten, pemimpin, simbol dan legenda klub. Posisi Totti di tim utama tak tergantikan sejak momen ini.

Dari musim ke musim, selalu ada Totti dalam skuat Roma. Bukan tidak laku atau sepi peminat. Totti memang tak ingin pindah ke klub lain. Ia punya komitmen untuk tetap bertahan di Roma, terlepas apa pun yang terjadi.

Real Madrid, AC Milan dan banyak klub lain terang-terangan pernah ingin memboyongnnya. Namun, ia tetap bertahan di Roma. Jika bergabung dengan Madrid atau Milan, pada masa yang lalu, bukan tidak mungkin koleksi gelar Totti akan semakin banyak.

Liga Champions yang hanya menjadi mimpi bagi Roma mungkin bisa digapai Totti jika bergabung dengan El Real.
2 dari 5 halaman

Bukan Sosok Yang Egois

Bukan Sosok Yang Egois

Bukan Sosok Yang Egois

Nomor punggung 10 seperti lapisan kulit kedua bagi saya, tapi semua orang berhak untuk memakainya.

Itulah penggalan kalimat yang diucapkan oleh Totti saat publik Roma sedang gempar karena ulah pemain baru bernama Gerson.

Bocah berusia 18 tahun asal Brasil ini mengusik ketenangan warga kota Roma dengan mengenakan jersey Roma bernomor punggung 10 dan bertuliskan namanya. Gerson nampaknya tidak mengerti apa itu yang oleh masyarakat Jawa disebut unggah-ungguh.

Saat publik geram dengan tingkah lancang Gerson, Totti justru bersikap sebaliknya. Ia tak mau egois. Semua orang bisa mengenakan nomor 10, kata Totti. Perkataan yang sontak membuat geger ini seketika usai.

Bagaimana sikap Totti jika kelak Roma pensiunkan nomor punggung 10 miliknya?
3 dari 5 halaman

Antusiasme Yang Selalu Tinggi

Antusiasme Yang Selalu Tinggi

Antusiasme Yang Selalu Tinggi

Saya berusia 38 tahun, tapi saya tidak merasa seperti itu, ucap Totti pada tahun 2014.

Saya sungguh mengidamkan kontrak ini, yang mempresentasikan terwujudnya impian saya. Saya selalu ingin mengakhiri karier saya mengenakan satu jersey, kata Totti pada bulan Agustus tahun 2015 silam.

Dua penggalan kalimat tersebut menjadi bukti bahwa Totti selalu punya antusiasme yang tinggi. Ambisi yang tetap besar dan tidak terkikis meski usia terus bertambah. Pada usia 40 tahun, ia masih tetap ingin bermain dan ingin menang.

Vincenzo Montella, Hidetoshi Nakata, Walter Samuel dan Cristiano Zanetti yang merupakan rekan seangkatan Totti saat meraih scudetto pada musim 2000-2001 kini sudah pensiun. Begitu juga dengan Gennaro Gattuso, Luca Toni, Alessandro Nesta dan Fabio Cannavaro yang memenangkan Piala Dunia 2006.

Namun, Totti setiap pekan masih berpeluh keringat di atas lapangan dengan memainkan sepakbola level tertinggi.
4 dari 5 halaman

Cucchiaio dan Panenka

Cucchiaio dan Panenka

Cucchiaio dan Panenka

Selain rasa cinta dan kesetiaannya kepada Roma, satu hal yang akan melekat dengan sosok Totti adalah Il Cucchiaio. Lebih dikenal dengan teknik sepakan congkel. Ini merupakan teknik menendang khas Totti yang biasa dilakukan untuk memecah kebuntuan.

Cucchiaio inilah yang kelak akan sangat dirindukan oleh para fans Roma saat Totti sudah pensiun.

Berikut contohnya:



Istilah panenka tentu lebih familiar jika dibandingkan dengan cucchiaio. Totti bukan satu-satunya pemain yang mempraktekkannya sebagai jurus andalan untuk menendang penalti. Ada nama Andrea Pirlo dan Zinedine Zidane yang biasa memakainya.

Dan, Totti menjadi salah satu yang paling fasih dalam teknik yang diambil dari nama Antonin Panenka ini. Berikut ini adalah contohnya:

5 dari 5 halaman

Selebrasi Gol Spesial

Selebrasi Gol Spesial

Selebrasi Gol Spesial

Mencetak gol adalah hal yang biasa bagi Totti. Sudah 250 gol dipersembahkan kepada AS Roma sepanjang karirnya. Namun, setiap  gol selalu memiliki arti spesial untuk Totti. Oleh karena itu, ia selalu merayakan dengan spesial.

Selebrasi yang paling ikonik tentu saja memasukkan ibu jari ke dalam mulut. Namun, Pangeran Roma ini juga punya beragam selebrasi ikonik lain. Setidaknya, akan akan dua selebrasi yang selalu dikenang.

Pertama, selebrasi gol ke gawang Lazio pada tahun 2012. Usai menuntaskan tugasnya dengan sempurna sebagai algojo penalti, Totti langsung berlari menuju sudut lapangan. Ia menghampiri kamera dan bergaya lagaknya seorang kameramen. Berikut momennya:

Kedua, selebrasi selfie. Pertandingan derby della capitale melawan Lazio agaknya selalu menguras emosi seorang Totti. Ada saja aksi yang ditampilkannya usai mencetak gol ke gawang klub rival sekota.

Pada tahun 2015, Totti merayakan golnya ke gawang Lazio dengan selfie bersama para fans. Ini tentu akan sangat dikenang olah para fans Roma. Dan, inilah cuplikan momen tak terlupakan tersebut.

LATEST UPDATE