Awas Costa! Nasib Lima Pemain Tak Sanggup Puaskan Mourinho

Rero Rivaldi | 1 Desember 2015 07:00
Awas Costa! Nasib Lima Pemain Tak Sanggup Puaskan Mourinho
Diego Costa (c) AFP

Bola.net - Bola.net - Kontroversi dan Diego Costa seolah jadi dua hal yang kerap berjalan beriringan. Gaya main sang bomber yang amat agresif bahkan provokatif sering membuat lawan gemas melihatnya. Namun semua itu dimaklumi, tatkla ia sukses mengemas 20 gol di musim debutnya di liga dan membantu Chelsea menjadi juara Premier League.

Namun yang terjadi musim ini justru bertolak belakang. Penampilan Costa kian meredup, seiring penurunan performa yang dialami Chelsea, sang juara bertahan yang kini tergolek di papan bawah klasemen. Ia hanya membuat 3 gol dari 11 laga dan masih saja terus membuat banyak orang kian geram, dengan gaya urakan yang ia usung.

Advertisement

Masalah bertambah pelik ketika Costa kini tak lagi menumpahkan emosinya pada pemain lawan, namun juga sang pelatih, Jose Mourinho. Di laga melawan Maccabi Tel Aviv di Liga Champions pekan lalu, keduanya terlihat saling beradu argumen di lorong stadion usai babak pertama berakhir.

Minggu lalu lebih gawat lagi, Costa secara mengejutkan tak masuk starter kala tim menghadapi Tottenham. Namun sang bomber tak bisa menerima kenyataan itu secara ksatria. Ia enggan mengikuti pemanasan dengan anggota tim lainnya dan terlihat melempar rompi ke arah Mourinho, usai tahu dirinya takkan bermain.

Costa harusnya bertindak lebih hati-hati, karena Mourinho bukan orang yang segan menyingkirkan siapapun yang menentang dirinya, bahkan meski berstatus bintang sekalipun.

Siapa saja mereka yang pernah melawan The Special One dan nasib seperti apa yang menimpa mereka? Berikut daftarnya.

1 dari 5 halaman

Iker Casillas

Iker Casillas

Contoh yang tak perlu lagi diperdebatkan. Mourinho tak menyukai Casillas karena berbagai alasan, di antaranya menelepon Xavi pasca laga El Clasico, tidak setuju dengan taktik yang ia usung, dan bahkan memiliki seorang jurnalis sebagai kekasih. Mourinho melihat dirinya tak ubahnya rumput, tikus, pengkhianat, dan seorang egois, tulis Diego Torres dalam buku biografinya, 'The Special One'. Sang kiper sendiri tak pernah bisa bangkit usai dicoret Mourinho hingga akhirnya hijrah ke Porto.
2 dari 5 halaman

David Luiz

David Luiz

David Luiz membantu Chelsea juara Liga Champions 2012, namun ia tak lagi jadi sosok utama ketika Mourinho kembali, dan kehilangan tempatnya oleh John Terry dan Gary Cahill. Luiz akhirnya dijual ke PSG, dan seperti biasa, Mourinho mengatakan bahwa 'kehadirannya takkan dirindukan'. Sempat ada aroma konflik muncul ketika Luiz seolah menyombongkan kemenangan PSG atas Chelsea pada Mourinho di Liga Champions musim lalu, dan bahkan ibunya ikut melakukan ini, dengan mengunggah gambar Mourinho sembari menambahkan kalimat yang cukup menggelitik.
3 dari 5 halaman

Sergio Ramos

Sergio Ramos

Kedua orang ini sering terlibat konflik kala Mourinho berada di Madrid. Semua bermula di tahun 2012, ketika Ramos bermain dengan menggunakan seragam ganda, yakni seragam Mesut Ozil, di balik seragam dengan nomor punggung dan namanya sendiri. Ramos tahu bahwa Ozil baru mendapat kritik keras dari sang manajer, yang lantas menarik pemain Jerman dan memasukkan Kaka.

Kala itu Ramos berkilah bahwa itu merupakan bentuk solidaritas pada rekan setim, meski ada banyak yang mengatakan ia jelas-jelas menantang bosnya. Ramos sendiri tak sampai hengkang dari klub, sebelum Mourinho akhirnya pergi.

Namun tak berarti konflik mereka berakhir. Tahun lalu, Ramos sempat berpura-pura lupa siapa Mourinho kala diwawancara oleh sebuah media Spanyol.
4 dari 5 halaman

David Suazo

David Suazo

Sang pemain ada di Inter Milan atas permintaan manajer sebelumnya, hingga Mourinho akhirnya datang. Namun Suazo gagal mencatat performa impresif di musim keduanya, setelah sempat dipinjamkan ke Benfica. Suazo merasa Mourinho tidak memberinya kesempatan yang adil (tak sekalipun turun sebagai starter di liga) dan kemudian mengatakan ke publik, Mourinho arogan dan egois, dan ia ingin menegaskan dominasinya ke semua orang, tutur Suazo pada media Honduras, Diez. Tak lama kemudian, ia dijual ke Catania dan pensiun beberapa waktu berselang.
5 dari 5 halaman

Ricardo Quaresma

Ricardo Quaresma

Quaresmia dibeli Inter Milan dari Porto dengan harga 18,6 juta euro dan diperkirakan bakal memainkan peran vital dalam tim asuhan Jose Mourinho, namun ia ternyata mengalami kesulitan adaptasi dan akhirnya justru meraih 'penghargaan' Bidone d'Oro, untuk pemain terburuk Serie A. Penyesalan terbesar saya adalah bergabung dengan Inter, jelas Quaresma. Saya merasa sebagai pihak yang tersudut di skuat dan bangun sembari menangis ketika saya harus menghadiri sesi latihan.

Mourinho sendiri dikenal punya kesabaran terbatas pada winger yang tak cocok dengan pakem 4-2-3-1 favoritnya, seperti halnya yang menimpa Juan Mata, Juan Cuadrado, dan Mohamed Salah.

LATEST UPDATE