EDITORIAL: Gaya Main Chile Menyulitkan Spanyol
Editor Bolanet | 18 Juni 2014 16:57
Bola.net - Oleh: Titis Widyatmoko, Penggemar Sepakbola
Laga Spanyol vs Chile Kamis (18/6) dinihari nanti mengulangi duel kedua tim pada putaran grup Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Hasil akhir saat itu 2-1 untuk kemenangan Spanyol. Baik Spanyol maupun Chile kemudian sama-sama lolos ke putaran berikutnya. Spanyol berakhir sebagai juara sementara Chile takluk di 16 besar dari Brasil.
Sekadar menengok ke belakang, saat itu Chile dilatih Marcelo Bielsa dengan formasi sangat ofensif, 3-3-1-3. Sementara Spanyol diasuh Vicente del Bosque dengan formasi 4-2-3-1. Chile sekarang di bawah asuhan Jorge Sampaoli, murid dan penganut setia filosofi sepakbola super ofensif Bielsa, sedangkan Spanyol masih dilatih Vicente del Bosque.
Beberapa anggota timnas Chile maupun Spanyol empat tahun lalu masih bergabung dalam tim yang sama tahun ini.
Secara tim dan filosofi bermain, Chile vs Spanyol empat tahun lalu masih mirip dengan sekarang. Maka relevan jika mencoba mengulang momen-momen empat tahun lalu, sebelum memproyeksikan tentang apa yang bakal terjadi dinihari nanti.
Pada laga di Pretoria 2010 lalu, selama 20 menit awal Chile lebih unggul dibanding Spanyol. Melawan tiki-taka Spanyol yang sedang berada dalam puncak kejayaan, Alexis Sanchez dkk menerapkan strategi pressing ketat hampir di semua sudut lapangan. Garis pertahanan dibuat setinggi mungkin. Pemain Spanyol sulit berkembang, repot mencari peluang.
Sayang strategi Chile tak dibarengi disiplin pemain. Hingga 21 menit, tiga kartu kuning keluar untuk Gary Medel, Waldo Ponce, dan Marco Estrada. Menit ke-24, garis pertahanan tinggi membuat posisi kiper Claudio Bravo bak seorang sweeper. Sapuannya yang salah justru mengarah ke David Villa yang kemudian menceploskan bola ke gawang kosong dari seperempat lapangan. Chile yang berada dalam kendali bagus justru kebobolan lebih dulu.
Petaka bagi Chile datang ketika serangan balik Spanyol berbuah gol Andres Iniesta menit ke-37. Situasi bertambah runyam menyusul kartu kuning kedua yang berarti kartu merah kepada Marco Estrada. Kalah jumlah pemain, gol cantik Rodrigo Millar di awal babak kedua seakan tak berpengaruh dalam upaya Chile menyamakan kedudukan.
Dini hari nanti, Chile kemungkinan akan tetap memainkan strategi serang, serang, dan serang, tak peduli lawannya Spanyol. Garis pertahanan juga akan dibuat tinggi dengan pressing sejak area lawan.
Trio penyerang Chile, Jorge Valdivia diapit Eduardo Vargas (kiri) dan Alexis Sanchez (kanan) menjadi momok bagi Spanyol yang keteteran dengan serangan balik Belanda. Ancaman dari Chile juga bisa muncul lewat flank, Eugenio Mena (kiri) dan Mauricio Isla (kanan) yang sangat menunjang lini serang. Belum lagi bahaya Arturo Vidal maupun Carles Aranquiz yang selalu berusaha menempelkan diri dengan trio penyerang membuat opsi mencetak gol bagi Chile sangat beragam.
Berkaca empat tahun lalu, gaya main Chile tak akan nyaman bagi Spanyol. Satu hal yang perlu diperhatikan Chile hanya soal disiplin pemain. Kalau emosi bisa dikendalikan, Chile berpotensi memusnahkan harapan Spanyol sang juara bertahan. Tetapi kalau main serampangan, bisa jadi cerita empat tahun lalu terulang kembali.
Sebagai juara bertahan yang berada dalam posisi kritis, Spanyol tentu harus mengubah gaya main dibanding saat lawan Belanda. Pilihan bagi Spanyol hanya satu, percepat tempo tiki-taka dan paksa para pemain Chile membuat kesalahan. Dengan cara itu, Spanyol tak akan pulang terlalu cepat dari tanah Amerika Latin. Sepertinya begitu. (tis/mac)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Inggris vs Spanyol 27 September 2026
Piala Eropa 25 September 2026, 15:10
-
Luis de la Fuente Perpanjang Kontrak usai Antar Spanyol Sukses di Piala Dunia
Piala Eropa 21 September 2026, 18:56
-
Timnas Spanyol Umumkan Skuad Nations League, Josep Martinez dan Dean Huijsen Kembali
Piala Eropa 18 September 2026, 18:45
-
Rodri Pilih Barcelona, Awal Keputusan Itu Ternyata Terjadi Saat Piala Dunia
Liga Spanyol 7 Agustus 2026, 20:04
-
Ferran Torres Diburu Tottenham dan PSG, Barcelona Pasang Harga Rp1 Triliun
Liga Spanyol 3 Agustus 2026, 21:12
LATEST UPDATE
-
Xabi Alonso Tegaskan Bakal Rayakan Gol Chelsea ke Gawang Liverpool
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 12:36
-
Manchester United Bisa Tiru Langkah Arsenal untuk Bangkit dari Keterpurukan
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 12:06
-
Lamine Yamal Buka Suara Usai Gagal Raih Ballon d'Or 2026: Giliran Saya Akan Tiba
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 11:56
-
Joao Pedro Dipastikan Absen Lawan Liverpool, Chelsea Kehilangan Mesin Gol Andalan
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 11:56
-
Andoni Iraola Optimistis Florian Wirtz Bisa Tampil saat Liverpool Hadapi Chelsea
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 11:16
-
Gara-Gara Julian Alvarez, Barcelona Dijatuhi Denda oleh Federasi Sepak Bola Spanyol
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 10:36
-
Malam Memalukan Arsenal, Kalah dari Fleetwood meski Nilai Skuad Jauh Lebih Tinggi
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 09:56
-
Terinspirasi Grimsby yang Singkirkan Man Utd, Fleetwood Town Kini Permalukan Arsenal
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 09:16
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Serie A 2026/2027
Liga Italia 28 Oktober 2026, 07:56
-
Mikel Arteta Sebut Arsenal Alami Hari Menyedihkan Usai Disingkirkan Tim Divisi Empat
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 06:27
-
Hasil Liga Italia: Lazio Pesta Gol 6-2, AS Roma Menang, Como Comeback
Liga Italia 28 Oktober 2026, 04:51
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



