Ngeri! 5 Pemain Yang Pernah Menghilangkan Nyawa Orang Lain

Aga Deta | 27 Maret 2017 10:46
Ngeri! 5 Pemain Yang Pernah Menghilangkan Nyawa Orang Lain
Marcos Alonso (c) AFP

Bola.net - Bola.net - Kasus pembunuhan merupakan tindakan pidana yang tidak ada hubungannya dengan sepakbola. Namun, ada beberapa pemain yang pernah tersandung kasus hukum akibat menghilangkan nyawa orang lain.

Menghilangkan nyawa orang lain bentuknya bisa bermacam-macam. Mulai dari sengaja membunuh atau kelalaian berkendara hingga terjadi kecelakaan yang merenggut korban jiwa.

Advertisement

Belum lama ini publik dunia dibuat marah ketika mantan pembunuh, Bruno, mendapat kontrak profesional dengan klub Brasil, Boa Esporte. Tapi, sayangnya, itu bukan satu-satunya kasus di dunia sepakbola.

Dimulai dengan Bruno, berikut adalah lima pesepakbola yang pernah menghilangkan nyawa orang lain seperti dilansir Sportskeeda.

1 dari 5 halaman

Bruno Fernandes de Souza

Bruno Fernandes de Souza

Kiper asal Brasil Bruno Fernandes de Souza sudah dijatuhi hukuman 22 tahun penjara karena memerintahkan pembunuhan pacarnya Eliza Samudio pada 2010. Mantan kapten Flamengo itu dinyatakan bersalah oleh juri yang terdiri dari lima wanita dan dua pria di pengadilan.

Bruno dihukum karena menyembunyikan tubuh korban, memutilasinya hingga menjadi potongan-potongan kecil dan menjadikannya sebagai makanan anjing. Dia juga mendapat tuduhan lain karena menculik anaknya. Melihat semua kesadisan ini sangat normal jika Bruno dipenjara untuk selamanya.

Namun, Bruno secara mengejutkan dilepas pada bulan Februari lalu sembari menunggu banding. Dan yang lebih mencengangkan adalah fakta bahwa klub divisi dua Boas Esporte langsung memberikan kontrak profesional kepada sang kiper.
2 dari 5 halaman

Diego Buonanotte

Diego Buonanotte

Dianggap sebagai salah satu talenta muda yang paling menjanjikan di dunia sepakbola, Diego Buonanotte adalah bagian dari klub raksasa Argentina River Plate dan bahkan pernah menjadi rekan Lionel Messi di skuat Argentina yang memenangkan medali emas Olimpiade 2008.

Pada bulan Desember 2009, pemain sayap Argentina selamat dari kecelakaan mobil yang fatal setelah mobilnya hilang kendali dan menabrak pohon. Buonanotte mengemudikan mobil ayahnya yang bermerk Peugeot 307 dan ia tidak sendiri ketika kecelakaan itu terjadi.

Ketiga rekannya meninggal dunia dalam insiden tersebut, tapi Buonotte secara menakjubkan bisa pulih dan kembali ke lapangan sepakbola dalam waktu lima bulan. Setelah pulih, ada panggilan dari jaksa setempat Carlos Colimedaglia untuk menangkapnya terkait tiga tuduhan pembunuhan, tapi kasus itu sampai sekarang tidak pernah tuntas.
3 dari 5 halaman

Patrick Kluivert

Patrick Kluivert

Legenda Ajax dan Barcelona Patrick Kluivert adalah pemain kesayangan masyarakat Belanda selama musim pertamanya di Ajax. Sebagai pemain yang sangat berbakat, Kluivert memenangkan sejumlah trofi besar termasuk trofi Liga Champions pada tahun 1995.

Namun, kariernya di Belanda sempat terganggu ketika ia menabrakkan mobil BMW M3 milik temannya ke mobil sutradara teater Belanda, Martin Putnam, yang mengakibatkan sosok berusia 56 tahun itu meninggal dunia.

Setahun kemudian, Kluivert tidak betah menghadapi kebencian publik sehingga meninggalkan Ajax dan bergabung dengan AC Milan. Dia kemudian menjalani karir yang sangat sukses di Barcelona dan Newcastle United.
4 dari 5 halaman

Marcos Alonso

Marcos Alonso

Marcos Alonso ditangkap pada tahun 2011 karena terlibat dalam kecelakaan mobil di Ibu Kota Spanyol Madrid. Dia adalah pengendara mobil yang menabrak dinding dan salah satu penumpang di dalam mobil meninggal dunia, seorang wanita berusia 19 tahun.

Alonso mengemudi mobil tersebut dengan kecepatan 122,8 km/jam di jalan yang basah. Apa yang membuat kecelakaan mobil itu lebih tragis adalah fakta bahwa pemain asal Spanyol itu tengah berada dalam pengaruh alkohol yang tinggi.

Awalnya, didakwa dengan hukuman empat tahun penjara, hukuman Alonso dikurangi menjadi 21 bulan dan kemudian dibebaskan setelah membayar sebesar 500 ribu euro dan mencapai kata damai dengan keluarga korban di luar pengadilan.
5 dari 5 halaman

Alexandre Villaplane

Alexandre Villaplane

Alexandre Villaplane adalah gelandang dan bahkan menjadi kapten tim Prancis di Piala Dunia 1930. Tapi Villaplane juga merupakan kolaborator Nazi yang melakukan kejahatan perang keji dan menewaskan lebih dari 50 orang selama hidupnya.

Pemain kelahiran Aljazair itu sempat bermain di Ligue 1, namun dia kemudian ditangkap karena kasus korupsi dan terlibat skandal match fixing balap kuda. Namun, pada tahun 1944, kehidupan Villaplane semakin menuju kegelapan ketika ia menjadi kepala North African Brigade. Itu adalah organisasi kriminal yang berkolaborasi dengan Nazi di masa perang dunia kedua.

Villaplane diingat karena kekejamannya dan kebrutalannya yang sangat ekstrim setelah memerintahkan eksekusi terhadap 53 orang di Mussidan. Setelah tertangkap pada tahun 1944, mantan kapten Prancis itu dijatuhi hukuman mati dan dieksekusi tanggal 26 Desember 1944 oleh regu tembak.