"Ada Pihak Yang Ingin Indonesia Dapat Sanksi"
Editor Bolanet | 9 November 2012 21:00
- PSSI mengalami pekerjaan berat dalam menyelesaikan konflik sepak bola nasional. Itu menyusul, belum ditemukannya kesepakatan dari poin-poin yang sudah dituangkan dalam MoU. Sekalipun, Task Force AFC sudah memberikan amanah kepada Joint Committee (JC) untuk menyelesaikan konflik.
Bahkan, ada indikasi terdapat pihak-pihak yang menginginkan Indonesia mendapatkan sanksi. Lalu, empat mantan anggota Komite Eksekutif (Exco) yang belum memiliki niat untuk gabung kembali, terang Sekjen PSSI, Halim Mahfudz.
Indikasi lainnya, ada pihak yang menginginkan rapat JC terus deadlock. Ujung-ujungnya, konflik terus berlanjut dan tidak ada penyelesaian yang mampu dilakukan JC, sambungnya.
Selain itu, dikatakan Halim, JC seolah terus memaksakan agar terjadi pergantian pelatih kepala di tim nasional Indonesia senior. Padahal, lanjutnya, dalam MoU sama sekali tidak disebutkan jika JC berhak membahas Timnas. Sebab, Timnas tetap berada di bawah yuridiksi PSSI.
Perdebatan-perdebatan itulah yang membuat JC tidak pernah menemukan kata sepakat. Posisi pelatih kepala Timnas ditunjuk dan ditentukan Komite Eksekutif (Exco), dan bukan kewenangan JC, paparnya.
Lebih jauh dikatakannya, indikasi sanksi bagi sepak bola Indonesia tercermin dalam manifesto Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) khususnya pada poin ke tujuh. Bunyinya yakni, daripada menyerah dan melakukan rekonsiliasi, lebih baik menerima sanksi FIFA dengan alasan yang menerima sanksi bukan hanya klub pendukung KPSI, namun seluruh anggota PSSI.
Karena itu, kami mengantisipasinya dengan segera menentukan pengganti Todung Mulya Lubis dan Saleh Ismail Mukadar dari posisi JC. Selain itu, kami juga menyetujui perubahan peraturan organisasi (PO) dan aturan kompetisi yang dibahas dalam rapat Exco pada Jumat (9/11), paparnya. (esa/dzi)
Bahkan, ada indikasi terdapat pihak-pihak yang menginginkan Indonesia mendapatkan sanksi. Lalu, empat mantan anggota Komite Eksekutif (Exco) yang belum memiliki niat untuk gabung kembali, terang Sekjen PSSI, Halim Mahfudz.
Indikasi lainnya, ada pihak yang menginginkan rapat JC terus deadlock. Ujung-ujungnya, konflik terus berlanjut dan tidak ada penyelesaian yang mampu dilakukan JC, sambungnya.
Selain itu, dikatakan Halim, JC seolah terus memaksakan agar terjadi pergantian pelatih kepala di tim nasional Indonesia senior. Padahal, lanjutnya, dalam MoU sama sekali tidak disebutkan jika JC berhak membahas Timnas. Sebab, Timnas tetap berada di bawah yuridiksi PSSI.
Perdebatan-perdebatan itulah yang membuat JC tidak pernah menemukan kata sepakat. Posisi pelatih kepala Timnas ditunjuk dan ditentukan Komite Eksekutif (Exco), dan bukan kewenangan JC, paparnya.
Lebih jauh dikatakannya, indikasi sanksi bagi sepak bola Indonesia tercermin dalam manifesto Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) khususnya pada poin ke tujuh. Bunyinya yakni, daripada menyerah dan melakukan rekonsiliasi, lebih baik menerima sanksi FIFA dengan alasan yang menerima sanksi bukan hanya klub pendukung KPSI, namun seluruh anggota PSSI.
Karena itu, kami mengantisipasinya dengan segera menentukan pengganti Todung Mulya Lubis dan Saleh Ismail Mukadar dari posisi JC. Selain itu, kami juga menyetujui perubahan peraturan organisasi (PO) dan aturan kompetisi yang dibahas dalam rapat Exco pada Jumat (9/11), paparnya. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ikut Malu, Media Malaysia Ramai-ramai 'Hajar' FAM Usai Skandal Memalukan Dibongkar FIFA
Bola Indonesia 27 September 2025, 05:06
-
Rincian Lengkap Sanksi FIFA untuk Timnas Malaysia: Selain Denda, Apa Saja?
Tim Nasional 27 September 2025, 04:51
-
Skandal Pemalsuan Dokumen, FIFA Jatuhkan Sanksi Berat ke FAM dan 7 Pemain Timnas Malaysia
Tim Nasional 27 September 2025, 04:40
LATEST UPDATE
-
Dibuang Liverpool, Real Madrid Siap Tampung Alexis Mac Allister
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 21:21
-
Usai Christian Pulisic, AC Milan Bakal Berikan Kontrak Baru untuk Adrien Rabiot
Liga Italia 28 Oktober 2026, 21:08
-
Hasil Persib vs Melbourne Victory: Maung Bandung Masih Sempurna di Asia
Bola Indonesia 28 Oktober 2026, 21:07
-
Tantang Chelsea, MU Siap Diperkuat Sang Jendral Lini Tengah Mereka
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 20:21
-
Bruno Fernandes Baikan dengan Michael Carrick, Siap Starter Lawan Chelsea
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 20:14
-
Borussia Monchengladbach Ungkap Penyebab Hilangnya Kevin Diks pada 2 Laga Beruntun
Tim Nasional 28 Oktober 2026, 19:42
-
3 Hal yang Bisa Ditawarkan Taisei Marukawa untuk Timnas Indonesia
Bola Indonesia 28 Oktober 2026, 19:14
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18





