Cegah Kasus Begondo Terulang, PSSI Berniat Pantau Keuangan Klub
Editor Bolanet | 2 Desember 2013 17:22
- Meninggalnya pemain sepak bola asal klub Persipro Probolinggo, Salomon Begondo, membuat Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) berduka. Tak ingin kejadian serupa terulang, PSSI berniat memantau kondisi keuangan klub.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin . Menurutnya, kematian atlet sepakbola sangat berdampak buruk kepada Indonesia di mata dunia. Apalagi kematian tersebut dikarenakan seretnya pembayaran gaji pemain.
Karena itu PSSI ingin memastikan kondisi keuangan klub Liga Indonesia secara rutin supaya penyebab hilangnya nyawa Begondo tidak kembali terulang.
Begondo tidak mampu mengobati penyakit yang diderita akibat Persipro menunggak gajinya selama satu setengah musim. Selain itu, Persipro baru memberikan 15 persen uang kontrak kepada Begondo.
Tentunya, kami sangat menyesal karena kasus meninggalnya pemain asing yang berkompetisi di Indonesia kembali terjadi. Sebab, ini bukan masalah yang main-main karena dunia akan mengetahuinya. Dampaknya, nama Indonesia bisa menjadi jelek, kata Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin.
Kami berharap, insiden ini tidak boleh ada lagi ke depannya. Karena itu, klub harus dikelola dengan cara yang profesional dan kami akan memonitor keuangannya, sambungnya.
Selain Begondo, Djohar pun teringat peristiwa serupa yang menimpa Diego Mendieta. Dikatakan Djohar, kisah keduanya begitu pilu dan tragis.
Apalagi, Begondo pernah menjadi pengemis dan pengamen di kawasan lampu merah di Probolinggo demi menyambung hidup.[initial]
(esa/dzi)
Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin . Menurutnya, kematian atlet sepakbola sangat berdampak buruk kepada Indonesia di mata dunia. Apalagi kematian tersebut dikarenakan seretnya pembayaran gaji pemain.
Karena itu PSSI ingin memastikan kondisi keuangan klub Liga Indonesia secara rutin supaya penyebab hilangnya nyawa Begondo tidak kembali terulang.
Begondo tidak mampu mengobati penyakit yang diderita akibat Persipro menunggak gajinya selama satu setengah musim. Selain itu, Persipro baru memberikan 15 persen uang kontrak kepada Begondo.
Tentunya, kami sangat menyesal karena kasus meninggalnya pemain asing yang berkompetisi di Indonesia kembali terjadi. Sebab, ini bukan masalah yang main-main karena dunia akan mengetahuinya. Dampaknya, nama Indonesia bisa menjadi jelek, kata Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin.
Kami berharap, insiden ini tidak boleh ada lagi ke depannya. Karena itu, klub harus dikelola dengan cara yang profesional dan kami akan memonitor keuangannya, sambungnya.
Selain Begondo, Djohar pun teringat peristiwa serupa yang menimpa Diego Mendieta. Dikatakan Djohar, kisah keduanya begitu pilu dan tragis.
Apalagi, Begondo pernah menjadi pengemis dan pengamen di kawasan lampu merah di Probolinggo demi menyambung hidup.[initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ulang Tahun ke-96, PSSI Pasang Target Lolos ke Piala Dunia 2030
Tim Nasional 19 April 2026, 19:39
LATEST UPDATE
-
Alisson Gagal, Juventus Kejar Mantan Kiper Manchester United Ini
Liga Italia 1 Juni 2026, 13:30
-
Mantan Bos MU Tertarik Tangani AC Milan, Segera Beri Kepastian!
Liga Italia 1 Juni 2026, 12:46
-
Link Live Streaming Vietnam vs Timor Leste di Piala AFF U-19 2026
Tim Nasional 1 Juni 2026, 11:55
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain yang Pernah Berseragam PSG dan Arsenal, Ada Mikel Arteta
Editorial 29 Mei 2026, 14:23
-
3 Alasan Chelsea Sebaiknya Jual Enzo Fernandez Musim Panas Ini
Editorial 28 Mei 2026, 14:04
















