Diminta Bayar Rp50 Juta, Kemenpora Tolak Bukti Pengaturan Skor
Editor Bolanet | 19 Juni 2015 19:05
- Pentas sepak bola Tanah Air tengah dihebohkan dengan persoalan dugaan kasus match fixing atau pengaturan skor. Utamanya, melibatkan tim nasional Indonesia U-23 yang berlaga di SEA Games 2015, Singapura.
Deputi Bidang Harmonisasi dan Kemitraan sekaligus Juru Bicara Kemenpora, Gatot S Dewa Broto, mengatakan jika pihak Kemenpora ditawari seseorang berupa rekaman suara pengaturan skor yang terjadi di sepak bola Indonesia.
Dilanjutkannya, pihak yang menawarkan rekaman tersebut, bernama Deni asal Surabaya. Awalnya, Deni memperkenalkan diri kepada Gatot pada Kamis dan kemudian mengirim pesan singkat akan membeberkan rekaman suara match fixing kepada Kemenpora. Sayangnya, rekaman tersebut tidak gratis alias Deni meminta imbalan sebesar Rp50 juta.
Kami disuruh membayar uang muka dulu Rp 30 juta. Setelah rekaman dibeberkan, baru nambah Rp 20 juta, ujar Gatot.
Tapi, pihak kami (Kemenpora) menolak tawaran Deni. Kami tidak ingin terbuai dengan tawaran yang kejelasannya masih perlu dipertanyakan lagi. Nanti, dikira Kemenpora banyak uang untuk membeli masalah pengaturan skor dan upaya-upaya untuk merusak PSSI. Karena itu, langsung kami tolak. Lagipula, saya juga belum kenal secara personal dengan Deni. Dia itu ngakunya orang biasa, bukan mantan pelatih, juga bukan pemain, imbuhnya.
Semestinya, dilanjutkan Gatot, Deni memiliki itikad baik tanpa meminta imbalan. Bahkan, Deni bisa melaporkan masalah match fixing kepada Polisi, bukan malah dikomersialkan kepada Kemenpora.
Kami hanya dorong persoalan-persoalan match fixing bisa diungkap lagi, tapi tentunya dengan niat baik tanpa minta duit. Itu harapan dari kami. FIFA pun mengakui masalah ini sebagai barang haram. Jadi, kami terus mendorong agar semuanya tuntas. Saya yakin semua pemain tak suka dengan pengaturan skor dan sejenisnya, pungkas Gatot. (esa/dzi)
Deputi Bidang Harmonisasi dan Kemitraan sekaligus Juru Bicara Kemenpora, Gatot S Dewa Broto, mengatakan jika pihak Kemenpora ditawari seseorang berupa rekaman suara pengaturan skor yang terjadi di sepak bola Indonesia.
Dilanjutkannya, pihak yang menawarkan rekaman tersebut, bernama Deni asal Surabaya. Awalnya, Deni memperkenalkan diri kepada Gatot pada Kamis dan kemudian mengirim pesan singkat akan membeberkan rekaman suara match fixing kepada Kemenpora. Sayangnya, rekaman tersebut tidak gratis alias Deni meminta imbalan sebesar Rp50 juta.
Kami disuruh membayar uang muka dulu Rp 30 juta. Setelah rekaman dibeberkan, baru nambah Rp 20 juta, ujar Gatot.
Tapi, pihak kami (Kemenpora) menolak tawaran Deni. Kami tidak ingin terbuai dengan tawaran yang kejelasannya masih perlu dipertanyakan lagi. Nanti, dikira Kemenpora banyak uang untuk membeli masalah pengaturan skor dan upaya-upaya untuk merusak PSSI. Karena itu, langsung kami tolak. Lagipula, saya juga belum kenal secara personal dengan Deni. Dia itu ngakunya orang biasa, bukan mantan pelatih, juga bukan pemain, imbuhnya.
Semestinya, dilanjutkan Gatot, Deni memiliki itikad baik tanpa meminta imbalan. Bahkan, Deni bisa melaporkan masalah match fixing kepada Polisi, bukan malah dikomersialkan kepada Kemenpora.
Kami hanya dorong persoalan-persoalan match fixing bisa diungkap lagi, tapi tentunya dengan niat baik tanpa minta duit. Itu harapan dari kami. FIFA pun mengakui masalah ini sebagai barang haram. Jadi, kami terus mendorong agar semuanya tuntas. Saya yakin semua pemain tak suka dengan pengaturan skor dan sejenisnya, pungkas Gatot. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal dan Agenda Timnas Indonesia 2026: Ada FIFA Series dan Piala AFF
Tim Nasional 17 Desember 2025, 10:43
-
Timnas Indonesia U-22 Gagal Total di SEA Games 2025, PSSI Pecat Indra Sjafri
Tim Nasional 16 Desember 2025, 20:32
LATEST UPDATE
-
Legenda Thailand Dukung Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 16:36
-
Live Streaming Barcelona vs Alaves: Jadwal dan Link Nonton
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 15:21
-
Live Streaming AC Milan vs Inter Milan: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:16
-
Live Streaming Udinese vs Roma: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:11
-
Live Streaming Man City vs Brighton: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 15:06
-
Live Streaming Chelsea vs Man Utd: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 15:01
-
Klasemen MotoGP 2026 Usai Sprint Race Malaysia: Marc Marquez Makin Kokoh di Puncak
Otomotif 31 Oktober 2026, 14:43
-
Hasil Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pedro Acosta Menang, Marc Marquez Posisi ke-2
Otomotif 31 Oktober 2026, 14:34
-
Prediksi Juventus vs Napoli 2 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 14:16
-
Prediksi Liverpool vs Arsenal 1 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 13:08
-
Prediksi Racing Santander vs Madrid 1 November 2026
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 12:03
-
Prediksi Lazio vs Cagliari 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:23
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18






