Ihwal Tuntutan KLB PSSI, Ini Sikap Manajer Madura United
Dimas Ardi Prasetya | 18 Februari 2019 23:10
Bola.net - - Haruna Soemitro meminta agar publik tak antipati dengan istilah Kongres Luar Biasa (KLB), yang belakangan ini kerap didengungkan, terutama setelah Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, ditetapkan sebagai tersangka. Manajer Madura United tersebut mengatakan, jika KLB bisa jadi justru jalan terbaik menuntaskan masalah yang ada di federasi.
Sebelumnya, Jokdri ditetapkan sebagai tersangka oleh Satgas Antimafia Bola Kepolisian Republik Indonesia, pada Jumat (15/02) malam. Penetapan ini dilakukan setelah adanya penggeledahan yang sebelumnya dilaksanakan tim gabungan Satgas Antimafia Bola Polri, penyidik Polda Metro Jaya dan Inafis Polda Metro Jaya di apartemen Jokdri di Taman Rasuna, Tower 9 dan gelar perkara pada Kamis (14/02) malam.
Penggeledahan tersebut dilakukan untuk mencari alat bukti baru demi memperdalam kasus pengaturan pertandingan (match fixing) di sepak bola Tanah Air yang dilakukan atas dasar laporan polisi nomor: LP/6990/XII/2018/PMJ/Ditreskrimum tanggal 19 Desember 2018, penetapan Ketua PN Jaksel nomor: 007/Pen.Gled/2019/PN.Jkt.Sel dan penetapan Ketua PN Jaksel nomor: 011/Pen.Sit/2019/PN.Jkt.Sel.
Status tersangka Jokdri ini memicu sejumlah tuntutan agar PSSI menggelar KLB. Pasalnya, eks CEO PT Liga Indonesia ini dinilai tak bisa menjalankan lagi perannya secara optimal.
Menurut Haruna, tak ada yang salah dengan usulan KLB tersebut. Bahkan, jika KLB memang solusi paling bagus, tak ada alasan untuk tak segera menggelarnya.
"Kalau pun KLB menjadi jalan terbaik, kenapa tidak diambil terobosan itu sebagai yang terbaik," ucap Haruna.
Bagaimana mekanisme KLB yang tepat menurut Haruna? Simak selengkapnya di bawah ini.
Bukan Klub Yang Mengajukan
Lebih lanjut, kendati membuka kemungkinan soal akan adanya KLB, Haruna meminta agar bukan klub yang mengajukan agenda ini. Pasalnya, pada 2019 ini, Indonesia memasuki tahun politik, ada sejumlah agenda politik -termasuk pemilihan presiden- yang akan dihelat di republik ini.
"Dengan kondisi seperti ini, sepak bola sebagai pemersatu bangsa akan kembali tercabik-cabik karena urusan KLB," kata Haruna.
"Sebaiknya, KLB di-endorse oleh Exco. Jalan inilah yang menurut saya terbaik," ia menambahkan.
Dua Pintu KLB
Lebih lanjut, Haruna menyebut, ada dua cara untuk menggelar KLB. Selain diusulkan oleh pemilik suara -termasuk klub- KLB juga bisa diusulkan oleh Exco.
"Ada dua pintu KLB, dari klub atau Exco. Saya pikir ini yang harus kita junjng tinggi dan hormati agar ke depan perkembangan sepak bola ini tidak terganggu dan kompetisi bisa berjalan normal," ujar Haruna.
"Saya masih yakin dan memberikan kepercayaan kepada Exco untuk memberikan keputusan terbaik," tandasnya.
Berita Video
Berita video vlog Bola.com kali ini menampilkan apa yang terjadi pada hari terakhir Asia Pacific Predator League 2019.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal BRI Super League Hari Ini, Sabtu 25 April 2026
Bola Indonesia 25 April 2026, 10:40
-
Ulang Tahun ke-96, PSSI Pasang Target Lolos ke Piala Dunia 2030
Tim Nasional 19 April 2026, 19:39
LATEST UPDATE
-
Gak Masuk Akal! Luis Diaz Sebagus Itu Kok Dilepas Liverpool
Liga Inggris 1 Mei 2026, 22:29
-
Prediksi BRI Super League: Malut United vs Persis 2 Mei 2026
Bola Indonesia 1 Mei 2026, 21:12
-
Prediksi BRI Super League: Persebaya vs PSBS 2 Mei 2026
Bola Indonesia 1 Mei 2026, 20:27
-
Kata Pochettino, Kejatuhan Tottenham Sungguh 'Menyedihkan'
Liga Inggris 1 Mei 2026, 19:45
-
AC Milan Siap Jual Fofana, Dua Klub Inggris Sudah Antre
Liga Italia 1 Mei 2026, 18:48
-
Laga PSG 5-4 Bayern Adalah Mimpi Buruk Bagi Diego Simeone!
Liga Champions 1 Mei 2026, 18:15
-
Kylian Mbappe Bukan Lagi Pemimpin Timnas Prancis
Piala Dunia 1 Mei 2026, 17:45
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain yang Bisa Dilepas Arsenal demi Menangi Perburuan Julian Alvarez
Editorial 30 April 2026, 15:52
-
5 Pemain yang Perlu Dijual Real Madrid Musim Panas Ini
Editorial 29 April 2026, 15:20












