Jasad Dua Putrinya Diautopsi, Ini Ungkapan Hati Ayah Korban Tragedi Kanjuruhan
Gia Yuda Pradana | 5 November 2022 15:45
Bola.net - Devi Athok angkat bicara soal keputusannya menyetujui proses autopsi terhadap kedua mendiang putrinya, yang menjadi korban Tragedi Kanjuruhan. Ia menyebut merelakan proses autopsi ini untuk mengungkap dan mengusut tuntas tragedi yang menelan lebih dari seratus korban jiwa dan ratusan korban luka tersebut.
"Bismillahirrahmanirrahim, saya merelakan Natasya dan Nayla diautopsi untuk mengungkap semua pelakunya dan dihukum berat," ucap Devi Athok, di tengah proses autopsi kedua putrinya.
"Kalau memang hukum dunia tidak bisa, biar azab Allah yang menanti mereka," sambungnya.
Devi Athok sendiri mengaku sakit hati dengan banyak korban jiwa yang jatuh dalam Tragedi Kanjuruhan, termasuk dua putrinya. Ia menyebut, tak ada alasan bagi para korban ini diperlakukan sedemikian rupa.
"Kasihan genearasi adik-adik saya, Aremania. Mereka hanya ingin mendukung tim kesayangan mereka," tutur Devi Athok.
"Mereka tidak anarkis, tak membuat kericuhan, tapi kenapa mereka ditembaki? Sakit rasanya. Nggak tega," ia menambahkan.
Sabtu (05/11) ini dilakukan proses ekshumasi dan autopsi terhadap dua korban Tragedi Kanjuruhan, Natasya Debi Ramadhani dan Nayla Debi Anggraini. Proses ini dilakukan di Pemakaman Muslim Desa Sukolilo, Wajak, Kabupaten Malang.
Proses autopsi ini dilakukan oleh tim independen dari Persatuan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) Jawa Timur. Ada delapan dokter yang masuk dalam tim tersebut, dua sebagai penasihat dan enam lainnya sebagai operator.
Simak artikel selengkapnya di bawah ini.
Meninggal Tak Wajar

Lebih lanjut, Devi Athok pun menilai kedua putrinya meninggal secara tak wajar. Hal ini, disimpulkan dari kondisi jenazah kedua putrinya saat ditemukan dan disucikan.
"Pertama kali menemukan, jenazah anak saya Natasya kondisi dadanya merah menghitam. Ada biru-biru (lebam). Mulut dan hidungnya keluar darah. Kemudian, Si Lala keluar busa dari mulutnya. Keluar seperti racunnya. Ada bau amoniak menyengat. Ini, anak-anak saya meninggal nggak wajar," kata Devi Athok.
"Kalau memang gas air mata, ini gas air mata beracun. Harus tegakkan keadilan," tegasnya.
(Bola.net/Dendy Gandakusumah)
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
Kompolnas Kawal Autopsi Dua Korban Tragedi Kanjuruhan
Delapan Dokter dari Tujuh Institusi Autopsi Dua Korban Tragedi Kanjuruhan
Tim Gabungan Aremania Kirim Perwakilan untuk Kawal Autopsi Dua Korban Tragedi Kanjuruhan
Kembali Diperiksa Penyidik Polda Jatim, Ketum PSSI Serahkan Dokumen Pendukung
Tragedi Kanjuruhan, Komnas HAM: Tak Cukup Enam Tersangka
Keluarkan Ultimatum, Komnas HAM Siap Rekomendasikan Pembekuan PSSI
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Link Streaming Java United vs Bhayangkara FC di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 15:17
-
Hasil BRI Super League: Kartu Merah Warnai Kemenangan Borneo FC atas PSS
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 17:30
-
Link Live Streaming PSS vs Borneo FC di BRI Super League
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 13:27
-
Hasil BRI Super League: Bhayangkara FC Ditahan PSM Makassar
Bola Indonesia 26 Oktober 2026, 21:09
-
Hasil BRI Super League: Sempat Tertinggal, Persija Taklukkan Persik Kediri 2-1
Bola Indonesia 26 Oktober 2026, 21:04
LATEST UPDATE
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
-
Hasil BRI Super League: Madura United Raih Poin Penuh dari Markas PSM Makassar
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 17:44
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18







