'Juara Liga Indonesia Sudah Diketahui Sebelum Kompetisi Bergulir'
Editor Bolanet | 14 Desember 2014 18:45
- Pernyataan cukup mengejutkan datang dari mantan bintang Timnas Indonesia, Rochy Putiray. Selepas gantung sepatu, Rochy mengaku enggan menonton sepakbola Indonesia karena tim juara sudah ditentukan sebelum kompetisi resmi bergulir.
Saya suka pemain bola dan saya pemain nasional, tetapi saya tidak suka menonton sepakbola, terutama bola Indonesia. Karena setiap musim setelah kompetisi berakhir dan sebelum kompetisi bergulir kita sudah tahu siapa yang bakal juara, ucap Rochy pada acara talkshow Mata Najwa dengan tajuk Dagelan Bola.
Makanya itu saya gak pernah nonton, imbuhnya.
Pada kesempatan yang sama, Rochy juga merasa skeptis sepakbola Indonesia bisa bersih dari kasus suap. Karena menurutnya, selama orang-orang yang duduk di PSSI masih memikirkan uang dibandingkan prestasi, maka Indonesia hanya bisa bermimpi untuk juara.
Bukan tanpa sebab Rochy melontarkan pendapatnya. Pasalnya ia sendiri sudah hafal betul dengan suap-menyuap di sepakbola nasional. Saat masih aktif bermain Rochy mengaku pernah dua kali didekati untuk disuap, bahkan tengara suap juga diungkapkan bisa terjadi di skuat timnas.
Ada kejadian di SEA Games 1997 di mana Timnas menang 3-0 (faktanya 2-0) atas Filipina dan kami masih dimarahi manajer. tukas Rochy.
Kasus dugaan suap di tubuh Timnas sendiri menang tak hanya terjadi sekali dua kali. Sebelumnya pada gelaran Piala AFF 2010 lalu, Tim Merah Putih dituduh mendapat tekanan dari pihak tertentu untuk mengalah dalam laga final kontra Malaysia. [initial]
(bola/mac)
Saya suka pemain bola dan saya pemain nasional, tetapi saya tidak suka menonton sepakbola, terutama bola Indonesia. Karena setiap musim setelah kompetisi berakhir dan sebelum kompetisi bergulir kita sudah tahu siapa yang bakal juara, ucap Rochy pada acara talkshow Mata Najwa dengan tajuk Dagelan Bola.
Makanya itu saya gak pernah nonton, imbuhnya.
Pada kesempatan yang sama, Rochy juga merasa skeptis sepakbola Indonesia bisa bersih dari kasus suap. Karena menurutnya, selama orang-orang yang duduk di PSSI masih memikirkan uang dibandingkan prestasi, maka Indonesia hanya bisa bermimpi untuk juara.
Bukan tanpa sebab Rochy melontarkan pendapatnya. Pasalnya ia sendiri sudah hafal betul dengan suap-menyuap di sepakbola nasional. Saat masih aktif bermain Rochy mengaku pernah dua kali didekati untuk disuap, bahkan tengara suap juga diungkapkan bisa terjadi di skuat timnas.
Ada kejadian di SEA Games 1997 di mana Timnas menang 3-0 (faktanya 2-0) atas Filipina dan kami masih dimarahi manajer. tukas Rochy.
Kasus dugaan suap di tubuh Timnas sendiri menang tak hanya terjadi sekali dua kali. Sebelumnya pada gelaran Piala AFF 2010 lalu, Tim Merah Putih dituduh mendapat tekanan dari pihak tertentu untuk mengalah dalam laga final kontra Malaysia. [initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Persik 23 April 2026
Bola Indonesia 22 April 2026, 19:30
-
Prediksi BRI Super League: Persita vs Bali United 23 April 2026
Bola Indonesia 22 April 2026, 19:20
-
Prediksi BRI Super League: Malut United vs Persebaya 23 April 2026
Bola Indonesia 22 April 2026, 19:08
-
Presiden Real Madrid Pasang Badan untuk Vinicius Junior di Tengah Kritik
Liga Spanyol 22 April 2026, 18:45
LATEST EDITORIAL
-
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United, Siapa Paling Ideal?
Editorial 22 April 2026, 15:08
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37
















