Keputusan PSSI Untuk Kasasi Dinilai Mengejutkan
Editor Bolanet | 23 April 2015 19:03
- Keputusan PSSI yang enggan membeber transparansi keuangan mereka dan memilih mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung mengagetkan Helmi Atmaja.
Namun, Ketua Forum Diskusi Suporter Indonesia (FDSI) ini menegaskan tetap menghormati keputusan organisasi yang kini tak lagi diakui pemerintah itu.
Kami menghormati keputusan PSSI untuk ajukan kasasi ke Mahkamah Agung memang lebih baik menempuh jalur hukum ketimbang gunakan cara cara preman, ujar Helmi, pada .
Hanya tidak terbayangkan saja bahwa hal ini sampai harus berlanjut ke Mahkamah Agung, karena yang kami ajukan sebenarnya hanyalah pertanyaan mengenai laporan keuangan PSSI. Itu wajar-wajar saja mengingat PSSI adalah Badan Publik Non Pemerintah, sambungnya.
Sengketa antara FDSI dan PSSI bermula dari upaya FDSI untuk meminta transparansi laporan keuangan dari federasi sepakbola Indonesia ini. Namun, upaya tersebut kandas karena PSSI bersikeras sebagai lembaga privat.
FDSI akhirnya membawa perkara ini ke Komisi Informasi Publik. Setelah beberapa kali persidangan KIP memutuskan bahwa PSSI adalah badan publik. Selain itu, lembaga yang kala itu dipimpin Djohar Arifin Husin ini wajib memenuhi permintaan FDSI ihwal transparansi keuangan mereka.
Tak terima dengan keputusan ini, PSSI banding melalui Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Namun, pada sidang tanggal 18 Februari 2015 silam, PN Jakarta Pusat menolak upaya banding PSSI dan menegaskan bahwa keputusan KIP telah sesuai.
Lebih lanjut, Helmi berharap keengganan PSSI blak-blakan ihwal keuangan mereka ini bisa membuka mata publik tentang tertutupnya pengelolaan PSSI. Bahkan, Helmi menyamakan pengelolaan PSSI ini bak negara di dalam negara.
Masyarakat dan anggota DPR harus tahu bahwa PSSI yang selalu mereka bela ini seperti 'negara dalam negara'. Mereka sangat tertutup terhadap kehadiran pihak luar, padahal keterbukaan informasi publik merupakan hal wajib dalam era reformasi seperti sekarang, tandasnya. [initial]
(den/pra)
Namun, Ketua Forum Diskusi Suporter Indonesia (FDSI) ini menegaskan tetap menghormati keputusan organisasi yang kini tak lagi diakui pemerintah itu.
Kami menghormati keputusan PSSI untuk ajukan kasasi ke Mahkamah Agung memang lebih baik menempuh jalur hukum ketimbang gunakan cara cara preman, ujar Helmi, pada .
Hanya tidak terbayangkan saja bahwa hal ini sampai harus berlanjut ke Mahkamah Agung, karena yang kami ajukan sebenarnya hanyalah pertanyaan mengenai laporan keuangan PSSI. Itu wajar-wajar saja mengingat PSSI adalah Badan Publik Non Pemerintah, sambungnya.
Sengketa antara FDSI dan PSSI bermula dari upaya FDSI untuk meminta transparansi laporan keuangan dari federasi sepakbola Indonesia ini. Namun, upaya tersebut kandas karena PSSI bersikeras sebagai lembaga privat.
FDSI akhirnya membawa perkara ini ke Komisi Informasi Publik. Setelah beberapa kali persidangan KIP memutuskan bahwa PSSI adalah badan publik. Selain itu, lembaga yang kala itu dipimpin Djohar Arifin Husin ini wajib memenuhi permintaan FDSI ihwal transparansi keuangan mereka.
Tak terima dengan keputusan ini, PSSI banding melalui Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Namun, pada sidang tanggal 18 Februari 2015 silam, PN Jakarta Pusat menolak upaya banding PSSI dan menegaskan bahwa keputusan KIP telah sesuai.
Lebih lanjut, Helmi berharap keengganan PSSI blak-blakan ihwal keuangan mereka ini bisa membuka mata publik tentang tertutupnya pengelolaan PSSI. Bahkan, Helmi menyamakan pengelolaan PSSI ini bak negara di dalam negara.
Masyarakat dan anggota DPR harus tahu bahwa PSSI yang selalu mereka bela ini seperti 'negara dalam negara'. Mereka sangat tertutup terhadap kehadiran pihak luar, padahal keterbukaan informasi publik merupakan hal wajib dalam era reformasi seperti sekarang, tandasnya. [initial]
Jangan Lewatkan!
Ogah Terbuka Perihal Keuangan, PSSI Ajukan Kasasi
Bomber Persib Dukung Pembekuan PSSI
PSSI Dibekukan, DPR RI Ngotot Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2022
PSSI Kembali Gagal Temui Menpora
Kapolda Jatim Siap Larang QNB League Bergulir di Wilayahnya
Kemenpora Minta Kepolisian Tak Keluarkan Izin Keramaian QNB League
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Prediksi Milan vs Inter 1 November 2026
Liga Italia 30 Oktober 2026, 13:29
-
Prediksi Bayern vs Dortmund 1 November 2026
Bundesliga 30 Oktober 2026, 12:31
-
Prediksi Udinese vs Roma 1 November 2026
Liga Italia 30 Oktober 2026, 11:25
-
Prediksi Man City vs Brighton 31 Oktober 2026
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 10:38
-
Prediksi Chelsea vs Man Utd 31 Oktober 2026
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 09:38
-
Prediksi Le Havre vs PSG 31 Oktober 2026
Liga Eropa Lain 30 Oktober 2026, 08:15
-
Sesko Cedera, Ini 5 Striker yang Bisa Direkrut Manchester United pada Januari
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 07:02
-
Cristiano Ronaldo Raih B.O.A.T Award, Mengapa Penghargaan Ini Kontroversial?
Liga Champions 30 Oktober 2026, 06:55
-
Mendalami Kebangkitan Ronald Araujo di Liverpool usia Tinggalkan Barcelona
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 06:48
-
Manchester United Catat Kerugian Transfer Terbesar di Eropa
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 06:41
-
Raphinha Dipanggil Timnas Brasil, Barcelona Kembali Khawatir
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 06:33
-
Barcelona Tutup Sementara Tribune Suporter Usai Insiden El Clasico
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 06:29
-
Barcelona dan Kekalahan di El Clasico yang Mengungkap Pentingnya Evolusi Taktik
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 06:24
-
Arda Guler Bikin Jose Mourinho Sulit Mencadangkannya Lagi
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 05:51
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18






