Ketua Komisi X DPR RI Ingatkan Kemenpora Soal PSSI
Editor Bolanet | 15 Desember 2014 10:29
- Ada aksi pembekuan kepengurusan yang akhir-akhir ini ramai di dunia maya, mendapat perhatian dari Komisi X DPR-RI, bidangi pemuda, olahraga, pendidikan dan kebudayaan.
Ketua Komisi X, Teuku Riefky Harsya, meminta semua pihak termasuk Kemenpora jangan terburu-buru dalam menyikapi hal tersebut. Diakui atau tidak, PSSI yang mempunyai otoritas penuh terhadap sepakbola Indonesia berada dalam wewenang penuh FIFA.
Jadi, tidak bisa begitu saja pemerintah membekukan PSSI. Dalam statuta dan regulasi yang ada, tidak boleh ada intervensi oleh pihak manapun termasuk Kemenpora, tegas Teuku Riefky Harsya.
Hanya anggota sah dan FIFA yang dapat membekukan kepengurusan PSSI. Jika pemerintah salah mengambil keputusan, bukan tidak mungkin sepakbola Indonesia malah akan langsung dibekukan oleh FIFA, imbuhnya.
Tercatat, hasil Kongres PSSI 2014, ada sekitar 777 anggota PSSI yang berhak menentukan nasib kepengurusan PSSI ke depannya. Lebih jauh dikatakannya, jika sepakbola Indonesia di sanksi FIFA karena ikut campurnya pemerintah, maka aktifitas sepak bola di Tanah Air akan terhenti. Yang paling mengkhawatirkan dari adanya sanksi FIFA, adalah terbengkalainya pembinaan kompetisi dan tentunya Indonesia akan terisolir dari aktivitas sepakbola internasional.
Kami tentu tidak menginginkan hal tersebut terjadi. Jangan sampai, cita-cita para pejuang lapangan hijau ini terhenti karena arogansi dan intervensi pemerintah dalam kepengurusan PSSI, ujarnya.
Fakta hukumnya, sepakbola adalah cabang yang mempunyai otonomi khusus dalam pengelolaannya. Organisasi ini (PSSI) berinduk ke FIFA bukan ke Kemenpora, karena hal ini sudah jelas dalam statuta PSSI sejak awal yang dipertegas kembali pada statuta 2014 yang lalu, tambahnya.
Menurut politisi Demokrat asal Aceh tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, harus terlebih dahulu mempelajari statuta dan regulasi yang ada. Sehingga, sikap yang diambil nantinya tidak merugikan sepakbola Indonesia.
Wajarnya, Menpora ketemu PSSI. Kemudian tanyakan kendala dan dukungan yang diperlukan, pelajari aturan, baru kita sikapi, pungkasnya. [initial]
(esa/pra)
Ketua Komisi X, Teuku Riefky Harsya, meminta semua pihak termasuk Kemenpora jangan terburu-buru dalam menyikapi hal tersebut. Diakui atau tidak, PSSI yang mempunyai otoritas penuh terhadap sepakbola Indonesia berada dalam wewenang penuh FIFA.
Jadi, tidak bisa begitu saja pemerintah membekukan PSSI. Dalam statuta dan regulasi yang ada, tidak boleh ada intervensi oleh pihak manapun termasuk Kemenpora, tegas Teuku Riefky Harsya.
Hanya anggota sah dan FIFA yang dapat membekukan kepengurusan PSSI. Jika pemerintah salah mengambil keputusan, bukan tidak mungkin sepakbola Indonesia malah akan langsung dibekukan oleh FIFA, imbuhnya.
Tercatat, hasil Kongres PSSI 2014, ada sekitar 777 anggota PSSI yang berhak menentukan nasib kepengurusan PSSI ke depannya. Lebih jauh dikatakannya, jika sepakbola Indonesia di sanksi FIFA karena ikut campurnya pemerintah, maka aktifitas sepak bola di Tanah Air akan terhenti. Yang paling mengkhawatirkan dari adanya sanksi FIFA, adalah terbengkalainya pembinaan kompetisi dan tentunya Indonesia akan terisolir dari aktivitas sepakbola internasional.
Kami tentu tidak menginginkan hal tersebut terjadi. Jangan sampai, cita-cita para pejuang lapangan hijau ini terhenti karena arogansi dan intervensi pemerintah dalam kepengurusan PSSI, ujarnya.
Fakta hukumnya, sepakbola adalah cabang yang mempunyai otonomi khusus dalam pengelolaannya. Organisasi ini (PSSI) berinduk ke FIFA bukan ke Kemenpora, karena hal ini sudah jelas dalam statuta PSSI sejak awal yang dipertegas kembali pada statuta 2014 yang lalu, tambahnya.
Menurut politisi Demokrat asal Aceh tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, harus terlebih dahulu mempelajari statuta dan regulasi yang ada. Sehingga, sikap yang diambil nantinya tidak merugikan sepakbola Indonesia.
Wajarnya, Menpora ketemu PSSI. Kemudian tanyakan kendala dan dukungan yang diperlukan, pelajari aturan, baru kita sikapi, pungkasnya. [initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Dianggurin Chelsea, PSG Siap Tampung Estevao
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:20
-
Reaksi Juventus Usai Kalah dari Genoa: Gelar 'Retreat' Selama 2 Hari!
Liga Italia 29 Oktober 2026, 21:15
-
Roy Keane Senang Michael Carrick Tidak Jadi Dipecat, Tapi....
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:07
-
Setelah Chelsea, Liverpool Bidik Arsenal Sebagai Korban Berikutnya!
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 20:58
-
Prediksi BRI Super League: Persebaya vs Persijap 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 20:06
-
Prediksi BRI Super League: Java United vs Bhayangkara FC 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 20:02
-
Bruno Fernandes On Fire, Siap Bawa MU Menang di Kandang Chelsea
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 18:00
-
Jorge Martin Nekat Balapan di MotoGP Malaysia 2026 dengan Kondisi Patah Tulang
Otomotif 29 Oktober 2026, 17:51
-
Sir Jim Ratcliffe Pantau Langsung Laga Chelsea vs MU, Tekanan untuk Michael Carrick?
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 17:34
-
Tangan Dingin Carlos Pena Bikin Persita Tangerang Sulit Ditaklukkan
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 17:34
-
Jadwal Pekan ke-8 BRI Super League 2026/2027, Live di Indosiar dan Vidio!
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 17:30
-
3 Pemain Muda Borneo FC yang Mencuri Perhatian di BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 17:27
-
Rafael Struick Tegaskan Siap Kembali Perkuat Timnas Indonesia
Tim Nasional 29 Oktober 2026, 17:20
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18







