Manajemen Arema FC Terima Sanksi Berat dari Komdis PSSI
Serafin Unus Pasi | 4 Oktober 2022 19:38
Bola.net - Manajemen Arema FC angkat bicara soal sanksi yang dijatuhkan Komdis PSSI kepada mereka terkait Tragedi Kanjuruhan. Klub berlogo singa mengepal ini menegaskan tak terlalu memikirkan saksi tersebut.
"Klub pasrah dengan hukuman apa pun. Kita tidak memikirkan hal tersebut," ucap Manajer Arema FC, Ali Rifki, Selasa (04/10).
"Biarkan PSSI melaksanakan tugasnya. Kami fokus kepada penanganan korban. Mau dihukum seberat apa pun, kami tak masalah karena korban ratusan," sambungnya.
Ali menyebut bahwa timnya siap dihukum seberat apa pun. Pasalnya, Tragedi Kanjuruhan sudah memakan korban jiwa, lebih dari seratus nyawa melayang dalam insiden tersebut.
"Kami tak bisa main-main dan harus fokus," sambungnya.
Sebelumnya, Komisi Disiplin resmi menghukum Arema FC akibat Tragedi Kanjuruhan. Mereka dihukum tak boleh berkandang di Stadion Kanjuruhan dan harus main di tempat yang berjarak minimal 250 kilometer dari Kota Malang sampai akhir musim ini. Selain itu, sampai musim ini usai, mereka juga harus bermain tanpa suporter. Mereka juga harus membayar dengan sebesar Rp250 juta.
Bukan hanya Arema FC, Komdis PSSI juga menghukum Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Pertandingan Arema FC, Abdul Haris. Ia dilarang beraktivitas di lingkungan sepak bola. Hukuman serupa juga dijatuhkan kepada Security Officer Arema FC, Suko Sutrisno.
Simak artikel selengkapnya di bawah ini.
Lebih Penting dari Hukuman
Menurut Ali, dalam kondisi ini, ada hal yang lebih penting ketimbang memikirkan hukuman. Hal tersebut, sambung pria 41 tahun ini, adalah nyawa suporter dan aspek-aspek kemanusiaan dalam Tragedi Kanjuruhan.
"Nyawa suporter dan kemanusiaan harus dikedepankan," tegas Ali.
"Saya mohon doa dari seluruh masyarakat Indonesia untuk para korban dan keluarga mereka," ia menambahkan.
Tak Tanggapi Temuan Tim Investigasi PSSI
Ali sendiri tak menanggapi sejumlah fakta pelanggaran yang dibeber tim investigasi Komdis PSSI dalam Tragedi Kanjuruhan ini. Menurutnya, ketika insiden tersebut berlangsung, ia fokus membantu para korban.
"Setelah saya rasa bau gas air mata menghilang, saya memberanikan diri berkeliling stadion membantu korban yang ada," ucap Ali.
"Saya membantu membawa korban ke lapangan agar bisa mendapat pasokan oksigen yang lebih baik," ia menandaskan.
(Bola.net/Dendy Gandakusumah)
Baca Juga:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Persib Bandung Dekati Layvin Kurzawa, Eks Bek PSG Siap Ramaikan BRI Super League
Bola Indonesia 18 Januari 2026, 21:39
-
Kabar Duka, Asisten Pelatih Arema FC Kuncoro Tutup Usia
Bola Indonesia 18 Januari 2026, 18:32
-
BRI Super League 2025/2026: Arema FC dan Ian Puleio Resmi Berpisah
Bola Indonesia 16 Januari 2026, 21:44
LATEST UPDATE
-
Rekor Sempurna Arsenal Jadi Motivasi Hadapi Inter di Liga Champions
Liga Champions 20 Januari 2026, 14:23
-
Inter Milan vs Arsenal: Ketika 'Pedang Italia' Berhadapan dengan 'Perisai Inggris'
Liga Champions 20 Januari 2026, 14:18
-
Jadwal Siaran Langsung Bodo/Glimt vs Man City Hari Ini, Live Gratis di SCTV!
Liga Champions 20 Januari 2026, 13:59
-
Link Live Streaming Proliga 2026 Matchweek 3 di Vidio Pekan Ini
Voli 20 Januari 2026, 13:43
-
Diterpa Banyak Rumor, Pecco Bagnaia Santai Saja Soal Kontrak Ducati di MotoGP 2027
Otomotif 20 Januari 2026, 13:11
-
Alfeandra Dewangga Siap Bawa Persib Cetak Sejarah Juara 3 Kali Berturut-turut
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 12:30
-
Conte Puji Hojlund Setinggi Langit, Tapi Emosi Jiwa Soal Jadwal Liga Champions
Liga Champions 20 Januari 2026, 12:11
-
Daftar Transfer Resmi Premier League Januari 2026
Liga Inggris 20 Januari 2026, 12:09
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06









