Pemain Muda Indonesia Yang Meniti Karir di Eropa

Editor Bolanet | 11 Oktober 2012 13:02
Pemain Muda Indonesia Yang Meniti Karir di Eropa
- Carut marut sepak bola tanah air sempat membuat beberapa nama pemain muda Indonesia yang berkarir di luar negeri ini menjadi terlupakan. Padahal dalam usia relatif muda beberapa nama berikut sudah mematangkan diri untuk di kompetisi luar negeri, khususnya benua Eropa.

Berikut kami urut berdasarkan abjad rangkuman beberapa nama pemain muda Indonesia yang meniti karir di kompetisi Eropa.  (bola/mac)
1 dari 7 halaman

Alfin Tuasalamony

Alfin Tuasalamony

Pemilik nama lengkap Alfin Ismail Tuasalamony adalah bek enerjik lulusan SAD Indonesia. Sempat menjadi langganan di timnas level junior, Bek asal Maluku berusia 19 tahun ini akhirnya berlabuh di C.S Vise, yang bermain di kasta kedua divisi Belgia.
 

2 dari 7 halaman

Arthur Irawan

Arthur Irawan

Arthur lahir di Surabaya 19 tahun silam yang saat ini memperkuat Espanyol B. Pemain yang bisa tampil baik sebagai bek kanan dan gelandang tengah ini sebelumnya sempat memperkuat Lytham Town, klub divisi amatir Inggris.

Berkat penampilannya bersama Lytham, pemandu bakat Espanyol kemudian tertarik untuk mengundang Arthur mengikuti seleksi di Estadi Cornella-El Prat. Setelah melalui masa seleksi selama 2 bulan, Arthur kemudian dinyatakan lolos dan disodori kontrak berdurasi 4 tahun.

Kabar terbaru mengatakan jika Arthur yang sudah tampil reguler bersama Espanyol B akan tengah bersiap menanti promosi ke tim utama.

3 dari 7 halaman

Stefano Lilipay

Stefano Lilipay

Lilipay adalah pemain naturalisasi Indonesia yang memiliki garis keturunan Belanda. Ayahnya Ron Lilipaly merupakan orang Indonesia, sementara ibunya Adriana adalah warga negara Belanda.

Karir pemain berusia 22 tahun ini memang sepenuhnya berada di kompetisi Eropa, tepatnya Belanda. Saat ini Lilipay bermain untuk Almere City di Eredivisie. Dia pernah mewakili Belanda U-15 hingga U-18, namun gelandang serang mantan rekan setim Irfan Bachdim di FC Utrecht ini berkeinginan membela timnas senior Indonesia, dan rela berganti kewarganegaraan.

4 dari 7 halaman

Syamsir Alam

Syamsir Alam

Syamsir adalah bakat yang ditemukan oleh legenda sepak bola Indonesia, mendiang Ronny Pattinasaranny. Tertarik dengan bakatnya, Ronny kemudian membawa Syamsir ke SSB miliknya, AS IOP. Karir Syamsir di Timnas juga bisa dikatakan cukup lengkap dimulai dari Timnas U-11 yang mewakili Indonesia di ajang Piala Dunia Piala Dunia U-11 Danone bersama Makassar FC yang mewakili Indonesia.

Syamsir juga sempat mengikuti tes bersama tim junior dari Belanda, Vitesse Arnhem dan Heerenveen meski akhirnya gagal lolos. Setelah lulus dari SAD di Uruguay, Syamsir sempat memperkuat Atletico Penarol sebelum bergabung dengan C.S. Vise.

5 dari 7 halaman

Ruben Wuarbanaran

Ruben Wuarbanaran

Ruben adalah pemain naturalisasi keturunan Belanda dan pernah bermain untuk Timnas U-23 di ajang SEA Games 2011 lalu. Meski belum berkesempatan tampil membela timnas senior, namun skill bek kiri berusia 22 tahun itu sempat mendapat apresiasi positif dari Rahmad Darmawan (pelatih Timnas U-23 di SEA Games). Usai bermain di Belanda, Ruben sempat membela Pelita Jaya, sebelum akhirnya kembali ke kompetisi Eropa bersama C.S. Vise.

6 dari 7 halaman

Yandi Sofyan Munawar

Yandi Sofyan Munawar

Yandi (kiri)

Karir Yandi di timnas memang terhenti di tingkat U-19. Namun talenta jebolan tim SAD Uruguay ini mampu membuat C.S. Vise tertarik untuk merekrutnya. Adik Zaenal Arif ini juga berposisi sama dengan sang kakak, yakni seorang striker.

7 dari 7 halaman

Yericho Christiantoko

Yericho Christiantoko

Yericho kecil sebelumnya ditempa di akademi Arema sebelum akhirnya mendapat promosi ke Tim Arema Junior. Peruntungan pemain berusia 20 tahun ini berubah berkat performa apik yang ditampilkan ketika membela Tim Jatim U-15 yang mengantarkannya ke Timnas U-16.

Performa apik dan konsisten yang yang terus diperlihatkan akhirnya membuat namanya masuk memperkuat Timnas U-17, U-19 dan U-23. Setelah lulus dar SAD Uruguay pemain yang umpan-umpan terukur dari posisinya di sayap kiri akhirnya memilih bergabung dengan C.S Vise, klub divisi dua kompetisi Belgia.
 

LATEST UPDATE