PSSI Anggap Surat Kemenpora ke FIFA Manipulatif
Editor Bolanet | 25 Mei 2015 10:33
- Ketua Tim Pembela Hukum PSSI, Togar Manahan Nero menilai isi surat dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) ke FIFA tertanggal 20 Mei lalu yang diberi judul Solution Framework on PSSI, merupakan informasi manipulatif. Bahkan surat setebal 7 halaman tersebut, dianggap Togar juga di luar konteks yang terjadi di sepakbola Indonesia.
Semua klaim yang disampaikan di surat yang ditujukan ke FIFA tidak benar. Bahkan, ada kasus yang terjadi di era Liga Primer Indonesia (LPI) yang merupakan breakaway league, dimasukkan sebagai daftar dosa kepengurusan La Nyalla. Ini sudah di luar konteks dan manipulatif, ujar Togar.
Karena itu, Togar mengaku tidak heran bila FIFA langsung menjawab surat tersebut. Bahkan dengan tegas, yang menyatakan bahwa intinya bila Menpora Imam Nahrawi tidak mencabut surat sanksi administratif ke PSSI, maka sepakbola Indonesia akan disanksi.
Tidak hanya itu, FIFA juga dengan tegas menolak rencana utusan Menpora Imam Nahrawi melalui Tim Transisi untuk bertemu di markas FIFA.
Di antara klaim yang dilakukan Kemenpora yakni terkait dengan Permasalahan ketika BOPI tidak meloloskan dua klub (Persebaya dan Arema) untuk dapat berkompetisi di musim 2015 karena tidak memenuhi syarat dan sebagainya. Faktanya, PSSI mengikutsertakan kedua klub tersebut karena sesuai dengan regulasi-regulasi yang telah dibuat. Yakni, telah melaksanakan verifikasi klub sesuai dengan Club Licensing Regulation yang ditetapkan oleh FIFA, AFC dan PSSI, pungkasnya. [initial]
(esa/pra)
Semua klaim yang disampaikan di surat yang ditujukan ke FIFA tidak benar. Bahkan, ada kasus yang terjadi di era Liga Primer Indonesia (LPI) yang merupakan breakaway league, dimasukkan sebagai daftar dosa kepengurusan La Nyalla. Ini sudah di luar konteks dan manipulatif, ujar Togar.
Karena itu, Togar mengaku tidak heran bila FIFA langsung menjawab surat tersebut. Bahkan dengan tegas, yang menyatakan bahwa intinya bila Menpora Imam Nahrawi tidak mencabut surat sanksi administratif ke PSSI, maka sepakbola Indonesia akan disanksi.
Tidak hanya itu, FIFA juga dengan tegas menolak rencana utusan Menpora Imam Nahrawi melalui Tim Transisi untuk bertemu di markas FIFA.
Di antara klaim yang dilakukan Kemenpora yakni terkait dengan Permasalahan ketika BOPI tidak meloloskan dua klub (Persebaya dan Arema) untuk dapat berkompetisi di musim 2015 karena tidak memenuhi syarat dan sebagainya. Faktanya, PSSI mengikutsertakan kedua klub tersebut karena sesuai dengan regulasi-regulasi yang telah dibuat. Yakni, telah melaksanakan verifikasi klub sesuai dengan Club Licensing Regulation yang ditetapkan oleh FIFA, AFC dan PSSI, pungkasnya. [initial]
Jangan Lewatkan!
Kacaunya Sepakbola Indonesia Buat Anggota Tim Transisi Terkejut
Aksi KoruPSSI Tambah Motivasi Kemenpora Benahi Sepakbola Indonesia
Dukung Menpora, Ratusan Suporter Gelar Aksi di Kantor Kemenpora
Nilai Kemenpora Tak Punya Aturan, PSSI Analogikan Darurat Administrasi Negara
Telah Koordinasi Dengan Petinggi FIFA, Tim Transisi Tetap ke Swiss
Bekukan PSSI, Menpora Kembali Dapat Dukungan
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Hasil Lengkap Pertandingan AVC Women's Volleyball Cup 2026
Voli 6 Juni 2026, 22:04
-
Jadwal Lengkap Pertandingan AVC Women's Volleyball Cup 2026, 6-14 Juni 2026
Voli 6 Juni 2026, 22:00
-
5 Pemain Tertua di Piala Dunia 2026: Ronaldo dan Modric Masuk Daftar!
Piala Dunia 6 Juni 2026, 20:50
-
Klasemen Pembalap MotoGP 2026
Otomotif 6 Juni 2026, 20:37
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen MotoGP 2026
Otomotif 6 Juni 2026, 20:37
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47















