PSSI Pelajari Situasi Wasit Yang Turun di Piala Kemerdekaan
Editor Bolanet | 11 Juli 2015 13:23
- Langkah bijak dipilih Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dalam menyikapi keputusan wasit dan perangkat pertandingan yang akan bertugas di Piala Kemerdekaan.
Di bawah arahan Tim Transisi yang dibentuk Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), sudah melakukan penyegaran dengan melibatkan 153 orang wasit dan asisten wasit, serta 45 orang perangkat pertandingan. Para wasit, asisten wasit tersebut, tergabung dalam Asosiasi Wasit Profesional Indonesia (AWAPI).
Juru bicara PSSI, Tommy Welly, mengatakan jika masih memastikan dan mencari penyebab utama dari keputusan wasit dan perangkat pertandingan tersebut. Karena itu, diakuinya, masih mempelajari keikutsertaan mereka.
Dikatakannya lagi, hal tersebut karena beberapa wasit dan perangkat pertandingan memiliki punya profesi lain di luar sepak bola. Di antaranya, sebagai anggota TNI. PSSI disebut sulit menahan wasit dan perangkat pertandingan berprofesi TNI menyusul kemungkinan adanya perintah dari atasannya.
Kalau wasit dari kalangan militer, mungkin kami mengetahui penyebabnya. Kalau ada perintah dari petingginya, tentu harus dilihat dan dipelajari situasi yang dihadapi wasit bersangkut, ujar Tommy Welly.
Sehingga, harus dilihat dulu kenapa. Para wasit sejauh ini tidak terlibat aktif, hanya mungkin kalau TNI ada perintah. Itu yang saya dengar. Saya sendiri tidak tahu jumlah pasti wasit dari kalangan militer, tapi ada beberapa seperti Prasetyo Hadi, Sukoco, dan ada beberapa yang saya hapal karena pimpin laga ISL. Kalau ada perintah, tentu wasit tidak bisa menghindar, pungkasnya.[initial]
(esa/ada)
Di bawah arahan Tim Transisi yang dibentuk Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), sudah melakukan penyegaran dengan melibatkan 153 orang wasit dan asisten wasit, serta 45 orang perangkat pertandingan. Para wasit, asisten wasit tersebut, tergabung dalam Asosiasi Wasit Profesional Indonesia (AWAPI).
Juru bicara PSSI, Tommy Welly, mengatakan jika masih memastikan dan mencari penyebab utama dari keputusan wasit dan perangkat pertandingan tersebut. Karena itu, diakuinya, masih mempelajari keikutsertaan mereka.
Dikatakannya lagi, hal tersebut karena beberapa wasit dan perangkat pertandingan memiliki punya profesi lain di luar sepak bola. Di antaranya, sebagai anggota TNI. PSSI disebut sulit menahan wasit dan perangkat pertandingan berprofesi TNI menyusul kemungkinan adanya perintah dari atasannya.
Kalau wasit dari kalangan militer, mungkin kami mengetahui penyebabnya. Kalau ada perintah dari petingginya, tentu harus dilihat dan dipelajari situasi yang dihadapi wasit bersangkut, ujar Tommy Welly.
Sehingga, harus dilihat dulu kenapa. Para wasit sejauh ini tidak terlibat aktif, hanya mungkin kalau TNI ada perintah. Itu yang saya dengar. Saya sendiri tidak tahu jumlah pasti wasit dari kalangan militer, tapi ada beberapa seperti Prasetyo Hadi, Sukoco, dan ada beberapa yang saya hapal karena pimpin laga ISL. Kalau ada perintah, tentu wasit tidak bisa menghindar, pungkasnya.[initial]
Baca Juga:
Pelatih Asal Chile Merapat ke Arema Indonesia
Ikut Piala Kemerdekaan, Arema Indonesia Siapkan Tim
Tim Transisi Sidak Stadion Calon Tuan Rumah Piala Kemerdekaan
Persema Daftar Ikut Piala Kemerdekaan
'Bayaran Perangkat Pertandingan Piala Kemerdekaan di Atas ISL'
Piala Kemerdekaan Janjikan Perangkat Pertandingan Bersih dan Terbaik
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47















