Tak Fokus Cabut Sanksi, Menpora Tunggu FIFA Gelar KLB
Editor Bolanet | 24 Juni 2015 13:13
- Upaya percepatan melepaskan Indonesia dari sanksi FIFA, rupanya bukan menjadi agenda utama Menpora Imam Nahrawi. Sebab pihaknya justru menunggu FIFA menggelar Kongres Luar Biasa (KLB), yang rencananya digelar Desember 2015.
Karena itu, Menpora mengatakan jika masih belum bisa memaparkan langkah-langkah terkait upaya mencabut sanksi yang dijatuhkan FIFA tertanggal 30 Mei.
Dalam penilaiannya, FIFA harus lebih dahulu melakukan perbaikan. Sebab, FIFA terkesan buruk setelah beberapa pejabatnya ditangkap karena kasus korupsi meski roda organisasi tetap berjalan.
Kami masih menunggu FIFA menyelesaikan persoalan rumah tangganya, di mana Desember 2015 akan KLB. Nantinya dalam tahapan berlangsung, kami akan pikirkan solusi tercepat agar kompetisi jalan, turnamen berjalan dan festival berjalan seperti yang direncanakan Tim Transisi, ujar Menpora.
Jadi, kita tunggu sampai FIFA selesai Kongres. Sebab, FIFA sendiri masih sibuk dengan diri sendiri. Saya tunggu dulu, apakah FIFA mau mereformasi diri supaya bisa menjadi kiblat, sambungnya.
Hal tersebut, tentu bertentangan dengan keinginan Komisi X DPR-RI, yang meminta Menpora segera melakukan langkah-langkah strategis agar sanksi FIFA segera diakhiri.
Selain itu, Menpora juga diminta menemui PSSI untuk membicarakan penyelenggaraan kompetisi dalam menghidupkan kembali persepakbolaan Indonesia.
Tadi sudah dijelaskan, FIFA harus bersihkan diri dulu. Katanya FIFA juga mau ke sini. Akan kami sambut dan jelaskan, imbuhnya.
Sedangkan sebelumnya, Menpora mengaku telah memenuhi permintaan DPR-RI dengan bertemu pengurus PSSI, di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa (23/6). Namun, PSSI pada periode Djohar Arifin dan bukan La Nyalla Mahmud Mattalitti.
Menpora lebih memilih bertemu Djohar karena berpatokan pada Surat Keputusan Menpora per 17 April, di mana saat itu Djohar masih menjabat sebelum Kongres Luar Biasa (KLB PSSI) di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (18/4). [initial]
(esa/pra)
Karena itu, Menpora mengatakan jika masih belum bisa memaparkan langkah-langkah terkait upaya mencabut sanksi yang dijatuhkan FIFA tertanggal 30 Mei.
Dalam penilaiannya, FIFA harus lebih dahulu melakukan perbaikan. Sebab, FIFA terkesan buruk setelah beberapa pejabatnya ditangkap karena kasus korupsi meski roda organisasi tetap berjalan.
Kami masih menunggu FIFA menyelesaikan persoalan rumah tangganya, di mana Desember 2015 akan KLB. Nantinya dalam tahapan berlangsung, kami akan pikirkan solusi tercepat agar kompetisi jalan, turnamen berjalan dan festival berjalan seperti yang direncanakan Tim Transisi, ujar Menpora.
Jadi, kita tunggu sampai FIFA selesai Kongres. Sebab, FIFA sendiri masih sibuk dengan diri sendiri. Saya tunggu dulu, apakah FIFA mau mereformasi diri supaya bisa menjadi kiblat, sambungnya.
Hal tersebut, tentu bertentangan dengan keinginan Komisi X DPR-RI, yang meminta Menpora segera melakukan langkah-langkah strategis agar sanksi FIFA segera diakhiri.
Selain itu, Menpora juga diminta menemui PSSI untuk membicarakan penyelenggaraan kompetisi dalam menghidupkan kembali persepakbolaan Indonesia.
Tadi sudah dijelaskan, FIFA harus bersihkan diri dulu. Katanya FIFA juga mau ke sini. Akan kami sambut dan jelaskan, imbuhnya.
Sedangkan sebelumnya, Menpora mengaku telah memenuhi permintaan DPR-RI dengan bertemu pengurus PSSI, di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa (23/6). Namun, PSSI pada periode Djohar Arifin dan bukan La Nyalla Mahmud Mattalitti.
Menpora lebih memilih bertemu Djohar karena berpatokan pada Surat Keputusan Menpora per 17 April, di mana saat itu Djohar masih menjabat sebelum Kongres Luar Biasa (KLB PSSI) di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (18/4). [initial]
Jangan Lewatkan!
'Penuhi Undangan Menpora, Djohar Membuat Malu Dirinya Sendiri'
Soal Djohar, PSSI Tegaskan Tak Ada Dualisme
Undang Djohar, PSSI Cap Menpora Injak-injak Kehormatan Sepakbola
Djohar Arifin Beber Alasan Penuhi Undangan Kemenpora
PSSI Nilai Menpora Melecehkan Kecerdasan dan Norma Umum
Persebaya 1927 Masih Dukung Menpora
'Timnas U-23 Melempem, Menpora Harus Bertanggung Jawab!'
Menpora Dorong Aparat Hukum Dalami Dugaan Mafia Bola Timnas U-23
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
PSSI Tunda Evaluasi John Herdman Usai Timnas Indonesia Gagal di Piala AFF 2026
Tim Nasional 10 Agustus 2026, 19:16
-
Gianni Infantino Diserang Javier Tebas, Era Presiden FIFA Dinilai Sudah Berakhir
Piala Dunia 10 Agustus 2026, 08:12
-
Wales Cabut Dukungan untuk Gianni Infantino Jelang Pemilihan Presiden FIFA
Piala Dunia 3 Agustus 2026, 15:46
-
UEFA Peringatkan Gianni Infantino soal Rencana Penjualan Aset Piala Dunia FIFA
Piala Dunia 3 Agustus 2026, 15:04
LATEST UPDATE
-
AC Milan Segera Perpanjang Kontrak Christian Pulisic
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 19:13
-
Jadwal Siaran Langsung Persib vs Melbourne Victory di ACL Two di RCTI
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 19:00
-
Bernardo Tavares Ingin Persebaya Punya Identitas Bermain Agresif
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 18:39
-
Sisi Versatile Rizky Ridho yang Dioptimalkan Shin Tae-yong
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 18:30
-
Hasil BRI Super League: Kartu Merah Warnai Kemenangan Borneo FC atas PSS
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 17:30
-
BRI Kepanjen Salurkan KUR Rp496 Miliar kepada 10 Ribu Nasabah, Dorong UMKM Naik Kelas
News 27 Oktober 2026, 17:27
-
Ini Satu Hal yang Buat Lamine Yamal Kalah dari Harry Kane dalam Ballon d'Or 2026
Liga Champions 27 Oktober 2026, 15:49
-
Barcelona Lewatkan Kesempatan Rekrut Bomber Tajam Club Brugge, Kini Menyesal?
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 15:42
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18







