Termasuk Robertino Pugliara, Ini 5 Pemain Asing Tenar yang Gagal Bersinar di PSM
Aga Deta | 9 Juli 2020 11:50
Bola.net - Kiprah pemain asing di PSM Makassar bisa dibilang sudah berlangsung cukup lama. Juku Eja mulai menggunakan pemain asing pada musim 1995-1996. Ketika itu mereka merekrut trio Brasil, Jacksen Tiago, Marcio Novo dan Luciano Leandro.
Sampai Liga 1 2020, total pemain asing yang direkrut PSM Makassar adalah 60 orang. Dengan perincian Asia 14 pemain, Eropa (15), Afrika (14) dan Amerika (17). Di antara mereka ada dua pemain yang sudah menyandang status naturalisasi yakni Ilija Spasojevic (Montenegro) dan Christian Gonzales (Uruguay).
Sesuai dengan status mereka, kontribusi pemain asing di PSM terbilang lumayan. Kalau acuannya trofi juara, maka nama Carlos de Mello dan Joseph Lewono pantas dikedepankan setelah menjadi pilar PSM saat berjaya di Liga Indonesia 1999-2000.
Begitu pun dengan Aaron Evans (Australia), Wiljan Pluim, Marc Klok (Belanda) dan Eero Markkanen (Finlandia) yang membawa PSM meraih trofi Piala Indonesia 2018-2019.
Selain mereka ada juga pemain asing yang menjadi idola suporter meski tanpa gelar juara bersama PSM. Di antaranya Luciano Leandro (Brasil), Cristian Gonzales, Ronald Fagundez (Uruguay) Oscar Aravena (Chile), Ali Khaddafi (Togo) dan Aldo Baretto (Paraguay).
Tapi, ada juga sederet nama yang gagal bersinar bersama PSM. Padahal, mereka datang ke Makassar dengan prestasi terbilang mentereng di klub sebelumnya atau pernah memperkuat tim nasional negara masing-masing.
Rata-rata mereka terkendala oleh adaptasi dengan tim dan cedera. Alhasil, mereka tak lama memperkuat PSM Makassar karena dinilai gagal memenuhi ekspektasi manajemen. Siapa saja mereka? Berikut analisanya.
Saibou Badarou
PSM sempat berharap banyak pada Saibou Badarou yang datang ke Makassar pada putaran kedua Liga Indonesia musim 2007-2008.
Statusnya sebagai bagian tim nasional Togo yang lolos ke Piala Dunia 2006 jadi acuannya. Apalagi di tim PSM saat itu juga bercokol tiga pemain Timnas Togo lainnya yakni Nomo Teh Marco, Ouadja Sakibou dan Ali Khaddafi.
Namun, kendala cedera dan berat badan yang tak ideal membuat Badarou gagal tampil optimal bersama PSM. Ia hanya mencetak satu gol selama berkostum PSM.
Hasil minor yang membuatnya terdepak dari Juku Eja pada akhir musim ini. Ironisnya setelah dilepas PSM, karier Badarou justru menjulang.
Ia menjadi top scorer Piala Afrika Barat 2013 bersama timnas Togo. Di level klub, bersama AS Douanes, ia menjadi pencetak gol terbanyak Liga 1 Togo musim 2012-2013 dengan 13 gol.
Daryoush Ayyoubi
Ia datang ke Makassar tanpa proses seleksi. Status sebagai eks striker klub Esteghlal (Iran) yang bermain di Liga Champions Asia musim 2003 jadi acuan.
Manejemen PSM yang saat itu dikendalikan Kadir Halid pun mengontraknya untuk menghadapi musim 2009-2010. Ia diduetkan dengan Christian Carrascao (Cile) sebagai tukang gedor PSM di lini depan.
Namun, situasi internal di manajemen Juku Eja yang tak kondusif saat itu berdampak pada penampilan tim. Ditandai dengan mundurnya Kadir Halid sebagai manajer tim, penampilan tim cenderung labil dan nyaris degradasi.
Aksi Ayyoubi terbilang minor. Suporter PSM pun menilainya lebih pantas jadi pemain bola basket karena tingginya yang mencapai 193 cm.
Alhasil, Ayyoubi pun didepak pada pengujung putaran pertama. Perannya sebagai striker digantikan oleh Park Jung-hwan (Korsel). Selepas dari PSM, Ayyoubi sempat bermain bersama Arema Malang dan Persiram Raja Ampat.
Daniel Baroni
Baroni datang bersamaan dengan Ayyoubi. Ia juga direkrut PSM tanpa seleksi. Manajemen PSM percaya kemampuannya hanya dengan melihat penampilan Baroni lewat rekaman video dari agennya.
Di video itu, aksi Baroni bersama sejumlah klub di Brasil terbilang impresif sebagai gelandang pengatur serangan. Terutama saat memperkuat Nacional di Seri A Brasil pada 2002.
Tapi, seperti Ayyoubi, penampilan Baroni tidak optimal. Ia gagal beradaptasi dengan karakter tim PSM yang mengandalkan permainan keras dan cepat.
Baroni didepak pada pengujung putaran pertama dan digantikan oleh Luis Pena (Cile). Selepas dari PSM, Baroni ditampung Cruizero sebelum kembali berkiprah di Asia bersama klub Malaysia, Kedah FA.
Robertino Pugliara
Sebelum ke PSM pada awal musim 2014, Robertino Pugliara sudah pernah bermain untuk Persija Jakarta dan Persib Balikpapan. Artinya, gelandang asal Argentina sudah terbiasa dengan atmosfer kompetisi Indonesia.
Namun, Pugliara datang ke PSM bukan pada waktu yang tepat. Saat itu, Juku Eja sedang masa transisi setelah dibeli oleh Bosowa Grup dan lolos dari play-off Liga Primer Indonesia musim sebelumnya.
Kondisi itu diperparah oleh keputusan PT Liga Indonesia yang tak mengizinkan PSM memakai Stadion Andi Mattalatta Mattoangin yang dinilai tak layak. Alhasil, Juku Eja pun terpaksa bermarkas di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.
Status sebagai tim musafir berdampak besar pada keuangan dan penampilan tim. Dukungan suporter PSM pun tidak optimal. Pugliara juga tampil tak optimal dari PSM sehingga didepak pada pengujung putaran pertama.
Persipura yang tahu kemampuan Pugliara langsung menampungnya. Bersama Pugliara, Persipura menembus laga final sebelum dikalahkan Persib Bandung via adu penalti.
Bruce Djite
Pelatih PSM saat itu, Robert Alberts merekomendasi Bruce Djite sebagai tombak utama skuatnya menghadapi persaingan Liga 1 2018. Rekam jejak Djite sebelum PSM terbilang mentereng.
Ia pernah memperkuat timnas Australia pada kualifikasi Piala Dunia 2010 dan kualifikasi Piala Asia AFC 2011. Djite juga pernah meraih penghargaan sebagai pemain muda terbaik tahun 2008 ketika mencetak 10 gol dalam 22 pertandingan.
Ketika membela Gold Coast United ia menjadi top skor sepanjang masa tertinggi kedua. Dan di Adelaide United menjadi top skor tertinggi sepanjang masa.
Apalagi, semusim sebelumnya, Djite tampil baik bersama Suwon City di Liga Itama Korsel. Jadi, wajar kalau Robert sangat berharap banyak padanya.
Awalnya, kiprah Djite terbilang baik dengan menjadi bagian PSM menjuarai turnamen Super Cup Asia 2018. Namun, cedera kaki kambuhan membuat Djite gagal tampil optimal bersama PSM di Liga 1 2018.
Robert mengusulkan ke manajemen agar Djite diganti pada pengujung putaran pertama. Peran Djite dilakoni Alessandro Ferreira, striker timnas Hong Kong.
Disadur dari: Bola.com/Penulis Abdi Satria/Editor Yus Mei Sawitri
Published: 9 Juli 2020
Baca Juga:
Kisah 2 Pemain Argentina di PSM Makassar yang Hanya Numpang Lewat
Tapak Tilas Ferdinand Sinaga: Pemain Terbaik dan Juara Liga 2014
6 Klub Shopee Liga 1 'Dipaksa' Mengungsi ke Jawa, Dipusatkan di Yogyakarta
Wiljan Pluim dalam Angka: Aset Terbaik PSM Makassar
Menyimak Rekam Jejak M. Basri, Pelatih Kharismatik dengan Sederet Prestasi
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
PSM Makassar Akhiri Paceklik Kemenangan di BRI Super League
Bola Indonesia 17 Oktober 2026, 04:26
-
Link Streaming PSIM Yogyakarta vs PSM Makassar 16 Oktober 2026
Bola Indonesia 16 Oktober 2026, 12:14
-
Prediksi BRI Super League: PSIM vs PSM Makassar 16 Oktober 2026
Bola Indonesia 15 Oktober 2026, 16:27
-
Hasil BRI Super League: Java United Tekuk Borneo FC, PSS Libas PSM Makassar
Bola Indonesia 11 Oktober 2026, 17:50
LATEST UPDATE
-
Legenda Thailand Dukung Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 16:36
-
Live Streaming Barcelona vs Alaves: Jadwal dan Link Nonton
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 15:21
-
Live Streaming AC Milan vs Inter Milan: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:16
-
Live Streaming Udinese vs Roma: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:11
-
Live Streaming Man City vs Brighton: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 15:06
-
Live Streaming Chelsea vs Man Utd: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 15:01
-
Klasemen MotoGP 2026 Usai Sprint Race Malaysia: Marc Marquez Makin Kokoh di Puncak
Otomotif 31 Oktober 2026, 14:43
-
Hasil Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pedro Acosta Menang, Marc Marquez Posisi ke-2
Otomotif 31 Oktober 2026, 14:34
-
Prediksi Juventus vs Napoli 2 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 14:16
-
Prediksi Liverpool vs Arsenal 1 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 13:08
-
Prediksi Racing Santander vs Madrid 1 November 2026
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 12:03
-
Prediksi Lazio vs Cagliari 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:23
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



