Lampard Ingin Pertahankan Peran Kante Seperti di Era Maurizio Sarri
Yaumil Azis | 17 Agustus 2019 06:26
Bola.net - Pada musim lalu, Maurizio Sarri menjadi sasaran kritik publik karena memberikan peran baru kepada pemain Chelsea, N'Golo Kante. Peran tersebut membuat Kante menjadi seorang gelandang box-to-box ketimbang sebagai filter pertahanan di lini tengah.
Peran baru itu membuat Sarri bisa menempatkan Jorginho sebagai deep-playmaker seperti waktu di Napoli dulu. Masalahnya, 'Sarriball' dan keberadaan Jorginho ini membuat publik marah karena Kante tak bermain seperti biasanya.
Seperti yang diketahui, posisi Kante sebelumnya berada di tengah dari formasi tiga gelandang yang biasa dipakai pelatih sebelumnya, Antonio Conte. Kemampuannya dalam merusak permainan lawan dianggap sebagai keunggulan mantan pemain Leicester City tersebut.
Namun, ketimbang memberikan instruksi yang umum kepadanya, Sarri justru memberikan peran baru yang dianggap asing untuk Kante. Selain bertahan, ia juga diminta untuk sering maju ke depan dan menerobos lini pertahanan guna membuka ruang.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Pertahankan Peran Kante
Pada bulan Juni kemarin, Sarri resmi menjadi pelatih Juventus. Chelsea mengangkat Frank Lampard, yang baru memulai kiprahnya bersama Derby County tahun 2018 lalu, sebagai suksesor pria berdarah Italia tersebut.
Kedatangannya diyakini bisa memberikan wajah segar terhadap penampilan the Blues. Namun ada satu yang pasti, Lampard enggan mengubah peran yang biasanya diberikan Sarri kepada Kante. Ia ingin Kante tetap bermain dengan kebebasan seperti sebelumnya.
"Hal terpenting bagi saya, dengan semua gelandang kami, adalah bahwa kami punya fleksibilitas, dan tak ada yang tertahan dalam satu struktur yang absolut," tutur Lampard seperti yang dikutip dari Goal International.
"Pemikiran bahwa dia, mungkin, bisa memenangkan bola sebaik siapapun dalam dunia sepak bola tidak berarti dia harus berdiri di depan empat bek. Dia juga harus maju ke depan dengan bola, memimpin lini tengah dan merebut bola kembali," lanjutnya.
"Seperti itulah kebebasan yang ingin saya berikan kepadanya," tambah sosok legenda klub yang dulunya juga pernah bermain di sektor tengah tersebut.
Kante Punya Pengaruh Besar
Peran Kante begitu besar untuk Chelsea. Salah satunya bisa dilihat kala Chelsea bertemu Manchester United di pekan perdana Premier League akhir pekan lalu. Saat itu, the Blues tumbang dengan skor telak 0-4.
Sebagai informasi, Kante absen pada pertandingan tersebut karena belum sembuh total dari cederanya. Lampard tak ingin memaksanya tampil dan memberikan tanggung jawab penuh kepada Mateo Kovacic dan Jorginho untuk mengawal lini tengah.
Begitu Kante pulih, Lampard langsung mengubah formasi dari 4-2-3-1 menjadi 4-3-3 kala bertemu Liverpool di ajang UEFA Super Cup hari Kamis (15/8/2019). Hasilnya pun terlihat cukup baik.
Ya, Chelsea memang kalah pada pertandingan tersebut. Namun jika dibandingkan dengan melawan Manchester United, hasilnya bisa dibilang lebih memuaskan. Chelsea berhasil menahan imbang the Reds 2-2 dan memaksanya bermain sampai babak adu penalti.
(Goal International)
Baca Juga:
Chamberlain Tampil Buruk di Laga Liverpool vs Chelsea, Klopp Bilang Itu Normal
Cedera Gara-gara Ulah Suporter, Adrian Diragukan Tampil Lawan Southampton
Klopp Bicarakan Bocornya Lini Pertahanan Liverpool
Gomez Akui Liverpool Tampil Buruk Lawan Chelsea
Detik-detik Adrian Terkena Tekel Suporter Usai Adu Penalti Liverpool vs Chelsea
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Legenda Liverpool Dukung MU Pekerjakan Unai Emery: Dia Pelatih yang Luar Biasa!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:54
-
Kabar Baik MU? Ada Klub Inggris yang Mau Beli Marcus Rashford
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:41
-
Sudah Tidak Bahagia di MU, Barcelona Siap Jadi Rumah Baru untuk Lisandro Martinez
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:00
-
Sesko Cedera, MU Pertimbangkan Gaet Striker Timnas Inggris Ini
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 16:33
-
Prediksi Man City vs Brighton 31 Oktober 2026
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 10:38
LATEST UPDATE
-
Prediksi Racing Santander vs Madrid 1 November 2026
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 12:03
-
Prediksi Lazio vs Cagliari 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:23
-
Prediksi Como vs Venezia 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:16
-
Hasil Kualifikasi MotoGP Malaysia 2026: Alex Marquez Pole, Marc Marquez Kedua
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:47
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:32
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 10:30
-
RESMI: Jorge Martin Mundur dari MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:27
-
Live Streaming Dewa United vs Persija Jakarta: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:25
-
Live Streaming Arema FC vs Bali United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:21
-
Live Streaming Persik vs Persita: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:16
-
Live Streaming PSM Makssar vs Madura United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:12
-
AC Milan vs Inter Milan: 10 Fakta Menarik Jelang Derby della Madonnina
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:50
-
Chelsea Bisa Percepat Pemecatan Michael Carrick di Man Utd
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:36
-
3 Hal yang Patut Diperhatikan Jelang Barcelona vs Alaves
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:27
-
Kylian Mbappe Kini Memahami Kekecewaan Vinicius Junior di Ballon d'Or
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:23
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
