Langgar 'Aturan Tak Tertulis', Komentar Arne Slot Soal Satu Pemain Liverpool Bikin Legenda Klub Heran
Editor Bolanet | 30 September 2025 13:42
Bola.net - Komentar manajer Liverpool, Arne Slot, usai timnya menelan kekalahan perdana musim ini menuai sorotan tajam. Pelatih asal Belanda itu secara terbuka mengkritik satu pemainnya sebagai biang keladi kekalahan.
Sikap blak-blakan yang ditunjukkan Slot ini membuat mantan bintang Liverpool, Jason McAteer, terkejut. Ia tidak menyangka sang manajer akan menunjuk satu individu secara spesifik di hadapan publik.
McAteer menilai Slot telah melanggar sebuah 'aturan tak tertulis' dalam manajemen sepak bola modern. Menurutnya, di era sekarang, kritik seharusnya disampaikan secara kolektif, bukan personal.
Berdasarkan pengalamannya berbicara dengan legenda Manchester United, McAteer menjelaskan mengapa mengkritik satu pemain secara terbuka adalah sebuah langkah yang sangat berisiko bagi seorang pelatih.
Komentar Slot
Liverpool harus merasakan kekalahan pertama mereka musim ini saat bertandang ke markas Crystal Palace. The Reds takluk dengan skor tipis 1-2 di Selhurst Park akhir pekan lalu.
Gol kemenangan Palace yang dicetak oleh Eddie Nketiah di masa injury time menjadi momen yang paling disesali. Arne Slot pun tanpa ragu menunjuk satu pemainnya sebagai pihak yang paling bertanggung jawab.
"Kami hanya bisa menyalahkan diri kami sendiri karena cara kami bertahan seperti itu," ujar Slot kepada para wartawan.
"Salah satu pemain kami memutuskan untuk lari keluar karena ingin melakukan serangan balik, yang mana tidak ada gunanya karena waktu sudah habis. Pada titik itu, ini hanya soal bertahan dan mungkin satu pemain terlalu berpikiran ofensif saat itu dan itu membuat mereka mencetak gol kemenangan dan kami kalah," lanjutnya.
Mantan Pemain pun Terkejut
Komentar yang sangat jujur dan terbuka dari Arne Slot ini ternyata membuat Jason McAteer terheran-heran. Mantan pemain yang mencatatkan 100 penampilan untuk Liverpool itu mengaku terkejut.
McAteer tidak mempermasalahkan kritiknya, namun ia mempertanyakan cara Slot menyampaikannya. Menurutnya, menunjuk satu pemain secara individu di hadapan media bukanlah hal yang lazim dilakukan saat ini.
Ia kemudian menceritakan sebuah percakapan menarik dengan legenda Manchester United, Ryan Giggs. Percakapan itu membuka matanya tentang bagaimana dunia manajemen sepak bola telah berubah.
Kini, Liverpool harus segera melupakan kekalahan tersebut. Mereka sudah ditunggu oleh Galatasaray di Liga Champions sebelum menghadapi Chelsea di akhir pekan.
Belajar dari Pengalaman Ryan Giggs
Jason McAteer menjelaskan mengapa dirinya begitu terkejut dengan komentar Slot. Ia mendasarkan pandangannya pada wawasan yang ia dapatkan langsung dari Ryan Giggs saat masih melatih timnas Wales.
Menurut Giggs, seorang manajer di era modern tidak bisa lagi memberikan kritik secara personal kepada satu pemain. Semua kritik harus dibungkus dalam konteks performa tim secara keseluruhan.
"Saya berbicara dengan Ryan Giggs saat dia menjadi manajer Wales, dan saya bertanya padanya, 'Bagaimana perubahannya?'" kata McAteer kepada beIN Sports.
"Dan dia berkata bahwa Anda tidak bisa memberikan kritik kepada satu pemain. Jika Anda masuk ke ruang ganti, Anda tidak bisa berkata 'Kamu melakukan kesalahan', itu harus berupa kritik kolektif, seperti tim tidak bermain baik atau ini adalah kesalahan tim mereka kebobolan," jelasnya.
Risiko Diprotes oleh Agen
Lebih lanjut, McAteer membeberkan alasan di balik 'aturan tak tertulis' tersebut. Menurut penuturan Giggs, peran agen pemain di era sekarang menjadi faktor yang sangat dominan.
Jika seorang manajer mengkritik satu pemain secara terbuka, maka sang agen akan langsung turun tangan. Mereka tidak akan segan untuk menelepon dan memprotes sang manajer.
"Dia mengatakan hal itu karena para agen akan langsung menelepon Anda ketika anda mengatakan hal itu. Dia berkata bahwa Anda tidak bisa berbicara dengan mereka sebagai individu dan menyalahkan mereka secara individu," tutur McAteer.
"Saya terkejut Arne Slot melakukan itu, di depan umum, karena kita semua tahu siapa pemain yang dimaksud, ini bukan seperti ada tiga atau empat pemain," pungkasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kai Havertz: Saya Hanya Bisa Minta Maaf
Piala Dunia 30 Juni 2026, 09:47
-
Orlando Gill Jadi Tembok Kokoh Paraguay saat Singkirkan Jerman
Piala Dunia 30 Juni 2026, 09:42
-
Jerman dan Mimpi Buruk Piala Dunia yang Tak Kunjung Usai
Piala Dunia 30 Juni 2026, 09:01
-
Singkirkan Jerman, Paraguay Tunggu Prancis atau Swedia di Babak 16 Besar
Piala Dunia 30 Juni 2026, 08:51
LATEST UPDATE
-
RESMI: AC Milan Datangkan Goncalo Ramos dari PSG
Liga Italia 30 Juni 2026, 21:20
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Pantai Gading vs Norwegia
Piala Dunia 30 Juni 2026, 20:43
-
2 Wajah Brasil saat Kalahkan Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026
Piala Dunia 30 Juni 2026, 20:18
-
Akhir Karier Julian Nagelsmann Bersama Timnas Jerman?
Piala Dunia 30 Juni 2026, 18:14
-
Inggris yang Masih Penuh Misteri
Piala Dunia 30 Juni 2026, 17:00
-
Maroko dan Magi yang Tak Pernah Hilang
Piala Dunia 30 Juni 2026, 16:00
-
Belanda Terjungkal Saat Garis Akhir Sudah Terlihat
Piala Dunia 30 Juni 2026, 15:00
-
Welcoming Dinner FimelaXclusive Batch 4: Akrab, Hangat, dan Berkesan
Lain Lain 30 Juni 2026, 13:49
-
Jerman dan Akhir Sebuah Mitos
Piala Dunia 30 Juni 2026, 13:21
LATEST EDITORIAL
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41








