Tegas Tanpa Kompromi! Ini Barisan Pemain Keras yang Pernah Jadi Jagoan Manchester United
Dimas Ardi Prasetya | 17 April 2020 23:45
Bola.net - Di sepanjang sejarahnya, Manchester United pernah diperkuat oleh para pemain keras yang tak akan memberikan kompromi kepada para lawan-lawannya.
Sebagai satu di antara klub tersukses di Liga Inggris, bahkan di dunia, banyak bintang keluar dan masuk Old Trafford. Bahkan, ada pula pemain yang mendapatkan kebintangan semasa memperkuat Manchester United.
Ada pula pemain yang memilih keluar setelah dianggap gagal memenuhi ekspektasi sang manajer. Banyaknya pemain top yang menghuni Manchester United selama ini, menjadikan hanya sosok yang benar-benar menonjol, dengan memberikan kontribusi terbaik, yang bakal abadi dikenang fans.
Dari klasifikasi itu, mungkin para pemain yang beken dengan label 'Class of 92', yang paling diingat kalangan penggemar. Para pemain anggota Class of 92 itu merupakan generasi emas Setan Merah.
Namun, beberapa pemain di luar generasi itu, tentu ada yang tetap mendapat tempat di hati penggemar. Beberapa pemain lain diingat karena karakter mereka, yang seolah "berani mati" bagi Manchester United saat berada di lapangan.
Para pemain ini diingat berkat ketangguhan saat bertanding, tak cengeng, tak gentar beradu badan dengan pemain lawan, bahkan bila perlu sampai berdarah-darah. Roy Keane mungkin jadi pemain Manchester United yang cocok dengan deskripsi itu.
Pemain yang memperkuat Setan Merah pada durasi 1993-2005 itu terkanal garang di lapangan. Hampir tak ada lawan yang ditakutinya. Bila perlu, ia yang akan menekan dan bikin jeri pemain lawan.
Selain Roy Keane, sejarah mencatat ada beberapa pemain lain di Manchester United yang kuat, tak peduli badannya memar atau luka ringan saat berduel di lapangan, dan tak pernah mau berkompromi dengan pemain lawan.
Siapa saja para pemain itu? Seperti dilansir Manchester Evening News, berikut nama-namanya.
Nemanja Vidic
Satu yang diingat dari Nemanja Vidic, bek tengah ini tak pernah takut saat melakukan duel udara. Ia tak khawatir, kepalanya terkena benturan dengan anggota badan pemain lawan.
Ia tak pernah ragu dalam "mengambil" pemain lawan, berkat "motto" yang kerap didengungkannya; tak boleh ada operan, umpan lawan yang melewatinya.
Pemain asal Serbia ini kukuh di lini belakang Manchester United, sedingin es. Tulang hidung retak, kepala bocor sudah biasa bagi pemain yang membela Setan Merah pada durasi pada durasi 2006-2014 ini.
Jaap Stam
Ada yang menilai, Jaap Stam lebih mirip pembunuh bayaran ketimbang pesepak bola. Hanya dengan bahunya yang lebar, pemain lawan saja susah melewatinya.
Tiga musim di Manchester United (1998-2001), tiga gelar Premier League. Bek asal Belanda ini bahkan berani "memusuhi" sang manajer, Sir Alex Ferguson.
Eric Cantona
Tak perlu basa-basi, Eric Cantona wajib masuk daftar. Semasa bermain di Manchester United, 1992-1997, ia dikenal sebagai pemain bersumbu pendek.
Eric Cantona selalu memiliki karakter sebagai pesepak bola yang misterius dan tak pernah jeri dengan pemain lawan.
Peter Schmeichel
Peter Schmeichel rela jatuh bangun ketimbang gawangnya kebobolan. Karakter itu tak jarang ia perlihatkan dengan kebiasaannya berteriak, sekadar untuk menyemangati diri sendiri.
The Great Dane ini merupakan pemain yang gemar mencari tantangan, cocok dengan upaya tak kenal lelah Manchester United dalam meraih setiap gelar juara.
Kiper asal Denmark yang membela Setan Merah pada 1991-1999 ini tak sungkan untuk mencaci maki rekan satu timnya yang membuat kesalahan sekecil apa pun di lini belakang. Kepemimpinannya tak tertandingi.
Roy Keane
Roy Keane merupakan salah seorang pemain paling keras dalam sejarah Premier League. Ia selalu menuntut yang terbaik dari sekelilingnya.
Pemain yang memperkuat Setan Merah pada durasi 1993-2005 itu terkanal garang di lapangan. Hampir tak ada lawan yang ditakutinya. Bila perlu, ia yang akan menekan dan bikin jeri pemain lawan.
Ia juga terkenal dengan sifat temperamental di lapangan. Tekel kerasnya terhadap ayah Erling Haaland, Alf Inge Haaland, pertikaiannya dengan Patrick Viera, 10 koleksi kartu merah, diusir keluar saat memperkuat Timnas Irlandia di Piala Dunia 2002, jadi catatan kecil betapa kerasnya sosok Roy Keane.
Steve Bruce
Keluar lapangan dengan babak belur tampak biasa bagi Steve Bruce. Bek tengah Manchester United pada 1987-1996 ini tak peduli jika harus bermain dengan bersimbah darah sekalipun.
Perban mungkin jadi aksesoris "wajib" pemain asal Inggris ini. Bahkan, ia rela bentuk hidungnya berubah gara-gara aksinya di lapangan hijau.
Ia kuat dan tangguh di lini belakang, juga saat duel udara.
Sumber Asli: Manchester Evening News
Disadur dari: Bola.com/Penulis Aning Jati
Published: 17 April 2020
Baca Juga:
Daftar Stadion-Stadion Terbesar di Dunia, Milik Korea Utara Kalahkan Camp Nou
Lima Pemilik Nomor Punggung 10 Terbaik Sepanjang Sejarah
Starting XI Pemain 'Bengal' Terbaik, Ada Zinedine Zidane dan Mario Balotelli
Pahami Deretan Penyebab Darah Tinggi, Salah Satunya Obesitas
Ragam Bahan Makanan yang Bisa Kurangi Risiko Serangan Kanker
Pahami Manfaat Teh untuk Kesehatan Tubuh, Bisa Redakan Stres
Kumpulan Pujian untuk Zinedine Zidane: Pemain Jenius dan Penari di Lapangan
5 Klub Peraih Gelar FA Cup Terbanyak, Arsenal Juaranya
Inilah Starting XI Terbaik Pemain yang Dijual Jurgen Klopp: Ada Coutinho
Video: Kocaknya Pepe Reina yang Menyamar Menjadi Telur!
Jamie Carragher ungkap Lawan-lawan Terkuat di Sepanjang Karirnya
Seperti Ini Nasib Sejumlah Pemain Manchester United yang Hengkang di Bawah Asuhan David Moyes
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Dipermalukan Brighton, Mikel Arteta: Ini Pelajaran Berharga Bagi Arsenal!
Liga Inggris 20 September 2026, 06:00
-
Ada Baleba, Michael Carrick Bawa 23 Pemain MU ke Kandang Fulham
Liga Inggris 20 September 2026, 05:30
-
5 Pelajaran Arsenal 0-3 Brighton: Malam Buruk The Gunners di Amex Stadium
Liga Inggris 19 September 2026, 23:35
-
Rapor Pemain Arsenal saat Kalah dari Brighton: Bruno Guimaraes dan Odegaard Melempem
Liga Inggris 19 September 2026, 23:21
-
Man of the Match Brighton vs Arsenal: Pascal Gross
Liga Italia 19 September 2026, 23:14
LATEST UPDATE
-
Hansi Flick Sebut Raphinha Kapten Terbaik Barcelona
Liga Spanyol 20 September 2026, 19:09
-
Link Streaming Man City vs Sunderland di Premier League, 20 September 2026
Liga Inggris 20 September 2026, 18:45
-
Link Streaming Bournemouth vs Liverpool di Premier League, 20 September 2026
Liga Inggris 20 September 2026, 18:30
-
Link Streaming Persijap vs Persib, 20 September 2026
Bola Indonesia 20 September 2026, 17:59
-
Hasil BRI Super League: Dua Kartu Merah Warnai Laga, Borneo FC Tekuk Bali United 1-0
Bola Indonesia 20 September 2026, 17:31
-
Hasil BRI Super League: Dewa United Tekuk PSS Sleman dan Naik ke Puncak Klasemen
Bola Indonesia 20 September 2026, 17:28
-
Karate Tambah Satu Medali Perunggu bagi Indonesia di Asian Games 2026
Olahraga Lain-Lain 20 September 2026, 16:43
-
Sumaya Sumbang Perak untuk Indonesia dari Teqball Putri di Asian Games 2026
Olahraga Lain-Lain 20 September 2026, 16:34
-
Mourinho dan Simeone Kembali Bertemu di Derby Madrid Setelah 12 Tahun
Liga Spanyol 20 September 2026, 15:52
-
Ini Alasan Declan Rice Lolos dari Kartu Merah saat Arsenal Kalah dari Brighton
Liga Inggris 20 September 2026, 15:00
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 20 September 2026, 14:50
-
Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 20 September 2026, 14:47
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 20 September 2026, 14:45
-
Link Streaming Dewa United vs PSS, 20 September 2026
Bola Indonesia 20 September 2026, 14:30
-
Link Streaming Borneo vs Bali United, 20 September 2026
Liga Inggris 20 September 2026, 14:00
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
