Cerita Davide Bartesaghi: Ingin Jadi Maldini di Milan dan Ungkap Sosok Paling Lucu di Skuad Rossoneri

Afdholud Dzikry | 8 Mei 2026 08:25
Cerita Davide Bartesaghi: Ingin Jadi Maldini di Milan dan Ungkap Sosok Paling Lucu di Skuad Rossoneri
Perebutan bola antara pemain AC Milan, Davide Bartesaghi dengan pemain Juventus, Francisco Conceicao di laga Serie A, 28 April 2026 lalu. (c) Alessio Morgese/LaPresse via AP

Bola.net - Davide Bartesaghi menegaskan komitmennya untuk bertahan lama di AC Milan setelah mulai mendapat tempat reguler di tim utama musim ini. Bek kiri berusia 20 tahun itu mengaku bangga bisa mengenakan seragam Rossoneri, klub yang sudah ia dukung sejak kecil.

Musim ini menjadi langkah penting dalam perkembangan karier Bartesaghi di San Siro. Ia telah mencatatkan 30 penampilan kompetitif dengan kontribusi dua gol dan satu assist sejauh ini bersama tim asuhan Massimiliano Allegri.

Advertisement

Dalam podcast Off The Pitch bersama legenda Milan, Serginho, Bartesaghi berbicara tentang suasana klub saat ini. Ia mengakui atmosfer Milan berbeda dibanding era kejayaan masa lalu, tetapi kecintaannya terhadap sejarah klub tetap tidak berubah.

Pemain jebolan akademi Milan itu juga baru menandatangani kontrak hingga Juni 2030. Keputusan tersebut memperlihatkan ambisinya untuk menjadi pemain yang menghabiskan seluruh karier di satu klub.

1 dari 3 halaman

Mimpi Menjadi One Club Man Seperti Maldini

Mimpi Menjadi One Club Man Seperti Maldini

Penyerang muda AC Milan, David Bartesaghi. (c) AP Photo/Luca Bruno

Bartesaghi mengaku memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Milan. Ia merasa berada di klub besar dengan sejarah panjang dan ingin terus berkembang bersama tim.

"Adalah mimpi saya untuk bertahan di Milan selama mungkin, ini adalah klub yang luar biasa. Saya punya gairah untuk Milan, sejarahnya berbicara sendiri," ungkap Bartesaghi.

Ia juga mengenang keberhasilan Milan menjuarai Supercoppa Italiana musim lalu setelah mengalahkan Inter Milan 3-2. Trofi tersebut menjadi gelar senior pertama dalam kariernya sekaligus momen yang paling membekas.

"Itu benar-benar tidak terduga, tetapi kami tetap percaya bisa melakukannya. Itu adalah trofi pertama saya, salah satu momen yang tidak akan pernah saya lupakan," kenangnya mengenai laga dramatis tersebut.

2 dari 3 halaman

Kejutan dari Rafael Leao

Kejutan dari Rafael Leao

Selebrasi Davide Bartesaghi usai mencetak gol di laga AC Milan vs Sassuolo, Minggu (14/12/2025). (c) AP Photo/Luca Bruno

Bartesaghi turut menceritakan kedekatannya dengan Rafael Leao di ruang ganti Milan. Setelah mencetak brace pertamanya ke gawang Sassuolo, ia mendapat hadiah spesial dari winger asal Portugal tersebut.

"Setelah saya mencetak dua gol melawan Sassuolo, Rafael Leao memberi selamat, lalu hari berikutnya dia memberi saya foto besar berbingkai tentang perayaan gol saya," kata Bartesaghi.

Menurut Bartesaghi, hubungan antarpemain di Milan saat ini berjalan sangat hangat. Meski tim masih bersaing menjaga posisi ketiga Serie A, ia menilai atmosfer skuad tetap positif dan mendukung perkembangan pemain muda.

"Kita harus selalu hormat kepada pemain yang lebih tua, bersemangat untuk mendengar dan belajar, tetapi juga berani bersuara, tidak hanya diam," jelasnya mengenai etika di ruang ganti.

3 dari 3 halaman

Karakter Rekan Setim dan Sosok Pelatih Favorit

Dalam wawancara itu, Bartesaghi juga mengungkap karakter beberapa rekan setimnya. Ia menyebut Mike Maignan sebagai sosok paling serius, sedangkan Alexis Saelemaekers dianggap paling lucu di ruang ganti.

"Alexis Saelemaekers adalah rekan setim yang paling lucu, Mike Maignan yang paling serius," ungkapnya dengan nada santai.

Bartesaghi pun berbicara soal pelatih yang paling berkesan sepanjang kariernya. Ia menilai Sergio Conceicao sebagai pelatih paling disiplin, sementara Massimiliano Allegri dan Stefano Pioli menjadi dua sosok favoritnya.

"Pelatih paling keras yang pernah saya miliki adalah Sergio Conceicao, favorit saya adalah Allegri dan Pioli," tutupnya.

LATEST UPDATE