Fiorentina vs Inter Milan: Mentalitas dan Kerja Keras jadi Pembeda

Afdholud Dzikry | 23 Maret 2026 10:06
Fiorentina vs Inter Milan: Mentalitas dan Kerja Keras jadi Pembeda
Pemain Fiorentina merayakan gol saat melawan Rakow di UEFA Conference League. (c) Marco Bucco/LaPresse via AP

Bola.net - Fiorentina menolak menyerah. Di tengah kepungan jadwal yang mencekik dan tekanan zona degradasi, La Viola justru menunjukkan taringnya saat menjamu pemuncak klasemen Serie A, Inter Milan.

Hasil imbang 1-1 di Stadio Artemio Franchi, Senin (23/3/2026) dini hari tadi menjadi pernyataan tegas bahwa mentalitas tim asal Florence tersebut sedang membara. Mereka berhasil menggagalkan ambisi tim tamu meski harus tertinggal lebih dulu melalui gol kilat di awal laga.

Advertisement

Satu poin ini sangat krusial bagi perjuangan Fiorentina untuk menjauh dari jerat degradasi Serie A yang kian memanas. Signifikansi hasil ini melengkapi pekan emosional mereka setelah sebelumnya memastikan tiket perempat final Conference League di Polandia.

Stamina para pemain benar-benar diperas habis-habisan dalam rentetan jadwal yang tidak manusiawi. Laga melawan Inter merupakan pertandingan kelima yang harus mereka lakoni hanya dalam kurun waktu 14 hari.

Usai peluit panjang berbunyi, Paolo Vanoli tak mampu menyembunyikan rasa bangganya terhadap performa spartan yang ditunjukkan anak asuhnya di lapangan.

1 dari 3 halaman

Memuji Kinerja Fiorentina vs Inter Milan

Pelatih Fiorentina itu memberikan apresiasi setinggi langit kepada seluruh skuat dan staf kepelatihan. Baginya, kemampuan tim untuk mengakhiri pertandingan dengan intensitas tinggi adalah bukti nyata dari kualitas kerja keras mereka selama ini.

"Saya mengucapkan selamat kepada anak-anak, karena ini adalah pertandingan kelima dalam 14 hari, terutama yang ketiga dalam seminggu. Mereka luar biasa," puji Vanoli dengan nada emosional saat diwawancarai DAZN Italia.

Stadion sempat terdiam ketika tandukan Francesco Pio Esposito merobek jala Fiorentina saat laga baru berjalan 40 detik. Namun, mentalitas baja membuat mereka tidak karam lebih awal dan perlahan mulai mengambil alih kendali permainan.

"Kebobolan gol sepagi itu sempat menggoyahkan kami, tetapi kami berhasil kembali ke jalur yang benar. Motivasi dan keinginanlah yang membuat perbedaan kali ini," ungkap sang pelatih menekankan aspek psikologis timnya.

2 dari 3 halaman

Strategi Bertahan Hidup di Florence

Meski berhasil menahan imbang raksasa Milan, Fiorentina masih tertahan di posisi ke-16 klasemen sementara. Mereka hanya terpaut dua angka dari zona merah, sebuah situasi yang menuntut fokus ekstra di sisa musim yang semakin krusial.

Vanoli menyadari bahwa tuntutan publik Florence sangatlah besar, terutama ketika tim harus mengubah target dari papan atas menjadi perjuangan menghindari degradasi. Ia menegaskan bahwa identitas permainan tim tidak boleh hilang meski sedang dalam kondisi terdesak.

"Saya selalu katakan tim ini harus tetap bermain sepak bola untuk menyelamatkan diri sendiri. Membangun kekuatan dalam situasi penuh tuntutan seperti di Florence itu sulit, tetapi kami terus berkembang," tegasnya.

Perbaikan taktik mulai terlihat, terutama dalam cara tim menutup ruang agar aliran bola lawan tidak mencapai barisan striker. Vanoli juga menyoroti efektivitas pemainnya yang kini lebih berani melepaskan umpan silang dan tembakan dari tepi kotak penalti.

3 dari 3 halaman

Progres Kean dan Tugas Internasional

Bukan hanya soal taktik, perkembangan fisik pemain individu juga menjadi sorotan positif bagi Vanoli. Moise Kean menjadi salah satu nama yang mendapatkan perhatian khusus setelah menunjukkan etos kerja yang meningkat drastis.

Kean tampil hampir selama 90 menit penuh setelah sebelumnya juga diperas tenaganya di kompetisi Eropa tengah pekan lalu. Penampilan impresifnya tersebut menjadi modal berharga sebelum ia bertolak membela Timnas Italia.

"Saya mendoakan yang terbaik untuk Kean, karena dia akan mewakili Italia dalam dua pertandingan yang sangat penting. Saya sangat menyukai caranya mengejar bola hari ini, dia benar-benar menunjukkan upaya maksimal," sanjung Vanoli.

LATEST UPDATE