Luka Jovic Mengukir Nama di Puncak Performa
Gia Yuda Pradana | 24 April 2025 13:23
Bola.net - San Siro tadi malam tak ubahnya panggung teater klasik. AC Milan tampil garang menyingkirkan rival sekota Inter Milan dari semifinal Coppa Italia dengan kemenangan telak 3-0. Di tengah atmosfer panas dan sorak-sorai Curva Sud, satu nama bersinar lebih terang dari yang lain: Luka Jovic.
Penyerang asal Serbia itu mencetak dua gol dalam pertandingan penuh emosi tersebut. Gol pertamanya datang lewat sundulan tajam di menit ke-36, disusul gol kedua yang memperlihatkan naluri predatornya di kotak penalti pada menit ke-50. Bersama gol Tijjani Reijnders di menit 85, Milan memastikan kemenangan agregat 4-1 dan melangkah ke final.
Bagi Inter, ambisi meraih treble sirna di tangan musuh bebuyutan. Bagi Milan, ini malam pembuktian. Dan bagi Luka Jovic, inilah momen kelahiran kembali. Dia mengukir nama di puncak performa.
Sang Pembeda di San Siro

Jovic bukan sekadar pencetak gol malam itu. Dia menjadi pemain yang benar-benar membuat perbedaan dalam pertandingan.
Ini malam luar biasa untuknya. Sundulannya membuka skor dan gol keduanya menunjukkan betapa berbahayanya dia di kotak penalti. Dia seperti kartu as Milan, benar-benar sulit dihentikan saat menguasai bola.
Kontribusinya benar-benar terasa. Permainannya luar biasa dari awal hingga ditarik keluar pada menit 78. Sundulan yang memecah kebuntuan sangat berkelas, begitu pula posisinya yang tepat untuk gol kedua.
Tak hanya itu, Jovic juga tampil tenang dalam penguasaan bola dan kerap bekerja sama dengan rekan-rekannya. Dia sangat tenang saat menguasai bola dan tahu kapan harus melepasnya. Kerja samanya dengan para pemain lain begitu mengalir dan berperan besar untuk tim.
Kebangkitan Seorang Penyerang

Performa Jovic malam itu bukan sekadar keberuntungan sesaat. Dia telah menunjukkan peningkatan dalam beberapa pekan terakhir. Dalam lima penampilan terakhirnya, dia mencetak empat gol—rata-rata hampir satu gol setiap pertandingan.
Dimulai dari laga kontra Napoli, meski hanya tampil 11 menit, dia langsung mencetak gol. Dia lalu menyumbang satu gol lainnya saat melawan Fiorentina, sebelum tampil solid melawan Udinese dan Atalanta. Puncaknya, dua gol ke gawang Inter menjadi penanda kebangkitannya yang sesungguhnya.
Pelatih Sergio Conceicao pun memberi pujian. “Dia telah bekerja sangat baik dalam tiga atau empat pekan terakhir. Bahkan, berat badannya sedikit turun dan itu berdampak besar,” ujar sang pelatih kepada SportMediaset.
Jovic Memberi Apa yang Milan Cari

Sebelum laga, mungkin ada beberapa yang meragukan keputusan Conceicao untuk menurunkan Jovic sejak menit awal. Namun, dua gol yang dicetak sang pemain membungkam semua keraguan.
“Dia memberi kami sesuatu yang memang kami cari untuk pertandingan ini. Dia tidak memberikan ruang bagi bek tengah lawan dan itulah yang kami butuhkan,” ucap Conceicao lagi, menjelaskan alasan utamanya memilih Jovic sebagai starter.
Jovic pun buka suara usai pertandingan. Dia mengungkapkan pentingnya kemenangan ini, apalagi di tengah performa Milan yang kurang stabil di Serie A. “Ini pertandingan yang sangat penting untuk kami. Kami tahu bahwa kami sedang tidak tampil baik di liga... Hari ini, kami harus menunjukkan kualitas kami dan kami berhasil melakukannya. Sekarang, mari kita menuju Roma!”
Menuju Roma, Mengincar Takhta

Musim Milan di Serie A memang penuh pasang surut. Namun, Coppa Italia kini menjadi harapan yang nyata untuk menutup musim dengan gelar, harga diri, dan tiket ke Eropa. Di tengah semua itu, nama Luka Jovic mencuat sebagai pusat dari kebangkitan ini.
Di usia 27 tahun, Jovic seperti menemukan kembali jati dirinya. Dia bukan lagi sekadar pelapis atau sosok yang dilupakan. Kini, dia berdiri tegak sebagai pemimpin lini depan Rossoneri.
Final di Roma sudah menanti. Entah melawan Empoli atau Bologna, Milan datang dengan seorang Luka Jovic yang sedang berada di puncak performa—dan itu bisa membuat semua perbedaan.
Klasemen Serie A
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Langit Treble Masih Menyala di Dua Sudut Eropa
- Rapor Pemain Real Madrid saat Menang Tipis vs Getafe: Arda Guler Terbaik!
- Arsenal Tak Tumbang, Liverpool Harus Bersabar: 5 Catatan Penting dari Emirates Stadium
- Keyakinan dan Realitas: Ambisi Treble Barcelona Bukan Hal yang Berlebihan
- Pedri, sang Penerang
- Dani Olmo Jadi Pembeda saat Ansu Fati dan Pedri Mengalun Indah untuk Barcelona
- Barcelona: Beradunya Aroma Frustrasi dan Kepuasan
- Selamat atau Kembali ke Titik Awal: Perjuangan 3 Tim Promosi Serie A
- Tersesat di Antara Para Elite: Nasib 3 Tim Promosi di Premier League
- Menuju Keabadian: 4 Ujian Terakhir PSG dalam Upaya Merajut Rekor Tak Terkalahkan
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Strategi Juventus Goda Alisson Becker, Inter Milan Terancam Gigit Jari
Liga Italia 14 Maret 2026, 06:33
-
Bek Kanan Terbaik di Dunia itu Reece James, Kata Pelatih Chelsea
Liga Inggris 14 Maret 2026, 05:48
LATEST UPDATE
-
Duel Panas di Meazza! Inter Milan vs Atalanta, Misi Amankan Puncak Klasemen
Liga Italia 14 Maret 2026, 12:29
-
Ramadan Penuh Makna, ASBWI Ajak Anak Putri Rusun Marunda Belajar Sepak Bola
Lain Lain 14 Maret 2026, 11:49
-
Arsenal vs Everton: Peluang Emas The Gunners Perlebar Jarak di Puncak!
Liga Inggris 14 Maret 2026, 11:15
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen Formula 1 2026
Otomotif 14 Maret 2026, 11:05
-
Klasemen Pembalap Formula 1 2026
Otomotif 14 Maret 2026, 11:05
-
Klasemen Sementara Formula 1 2026 Usai Sprint Race Seri China di Shanghai Park
Otomotif 14 Maret 2026, 11:03
-
AC Milan Tiba-Tiba Tahan Negosiasi Kontrak Christian Pulisic, Ada Apa?
Liga Italia 14 Maret 2026, 10:37
-
Jadwal Lengkap Pertandingan Swiss Open 2026, 10-15 Maret 2026
Bulu Tangkis 14 Maret 2026, 10:14
LATEST EDITORIAL
-
5 Wonderkid Italia yang Bisa Selamatkan Azzurri dari Kutukan Piala Dunia
Editorial 14 Maret 2026, 06:06
-
Starting XI Gabungan PSG dan Chelsea Sepanjang Masa, Siapa Saja Masuk?
Editorial 11 Maret 2026, 21:05
-
3 Pelatih yang Pernah Menangani PSG dan Chelsea, Ada yang Juara Liga Champions
Editorial 11 Maret 2026, 20:54











