Proyek Juventus: 5 Langkah untuk Jadi Raja Eropa
Richard Andreas | 19 Juli 2019 15:00
Bola.net - Kedatangan Matthijs de Ligt telah menegaskan kembali hasrat Juventus untuk menjadi raja sepak bola. Si Nyonya Tua ingin jadi klub nomor satu di Eropa, dan dengan demikian otomatis jadi klub nomor satu di dunia.
Juve telah mendominasi Italia dalam beberapa tahun terakhir - tepatnya delapan tahun trofi Serie A beruntun. Mereka telah menobatkan diri sebagai salah satu klub terkuat di Eropa.
Biar begitu, Liga Champions masih belum mampu diraih. Juve begitu penasaran meraih trofi paling bergengsi di level klub tersebut. Itulah alasan yang mendorong Juve mendatangkan pemain seperti Cristiano Ronaldo dan Matthijs de Ligt.
Mengutip Sky Italia, langkah-langkah Juventus untuk jadi raja Eropa terdeteksi dalam 5 langkah perkembangan yang sudah dan sedang dilakukan Juventus. Apa saja? baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Memulai dari Posisi Terendah
Juventus menghantam jurang pada tahun 2006 tersebab skandal Calciopoli. Juve harus rela merosot ke Serie B dan kehilangan gelar juara Serie A 2005 dan 2006.
Minus 9 poin, Juve berhasil memuncaki divisi kedua dan lansung kembali ke papan atas. Namun, kembali ke Serie A bukan berarti mudah, Juve berjuang keras selama beberapa tahun sampai kedatangan Andrea Agnelli.
Rumah Baru
Salah satu momen kunci dalam perkembangan Juventus terjadi pada September 2011, tepat ketika Juventus Stadium diresmikan. Pada laga itu, Juve berhasil mengalahkan Parma 4-1.
Stadion ini jelas mencuri perhatian penikmat sepak bola Italia. Juventus Stadium mempertimbangkan kedekatan penonton dengan lapangan, meniru stadion-stadion di Inggris.
Namun, yang benar-benar menjadi keunggulan Juve adalah stadion tersebut merupakan stadion pertama yang dimilliki klub Italia. Fondasi yang penting bagi perkembangan klub.
Pembaruan Merek yang Kontroversial
Langkah Juventus berikutnya adalah menciptakan brand alias merek yang lebih menarik. Akhirnya, perubahan itu terwujud pada tahun 2017 lalu.
Juve mengganti logo lama dengan logo baru yang lebih sederhana. Hanya huruf J besar yang awalnya sempat menuai kontroversi.
Biar begitu, Juve tetap yakin. Logo baru itu dipilih untuk meningkatkan sense of belonging fans Juventus. Sederhana saja, seperti lambang Nike Swoosh yang populer atau tiga strip Adidas.
Strategi di Bursa Transfer
Banyak penikmat sepak bola yang mengkritik Juventus sebagai "klub doyan gratisan". Sebenarnya, apa yang salah dengan itu?
Kebijakan transfer Juventus merupakan salah satu yang terbaik di Eropa, dan itu terjadi berkat Beppe Marotta. Sebut saja Andrea Pirlo, Paul Pogba, Dani Alves, juga ada Leonardo Bonucci, Andrea Barzagli, dan Arturo Vidal.
Teranyar, ada Cristiano Ronaldo dan Matthijs de Ligt, juga Aaron Ramsey dan Adrien Rabiot yang gratis.
Kehadiran Cristiano
Musim lalu, Juventus mengejutkan bursa transfer dengan mendatangkan Cristiano Ronaldo dari Real Madrid. Hanya 105 juta poundsterling, Juve sudah mendapatkan pemain terbaik di Liga Champions.
Alasan Juve mendatangkan Ronaldo hanya satu: untuk membantu mereka menjadi juara Liga Champions. Tidak ada pemain lain yang sebaik Ronaldo jika sudah bicara soal Liga Champions.
Baca Juga:
- Terungkap! MU Mundur dalam Pemburuan De Ligt karena Tipu Muslihat Barcelona
- Demi Paul Pogba, Juventus Tawarkan Tiga Pemain ke Manchester United
- Bonucci 'Korban' Transfer De Ligt dan Maguire, Mengapa?
- Konyol! Manchester United Beli Harry Maguire Lebih Mahal dari Harga Matthijs de Ligt?
- Tak Seperti Gareth Bale, Aaron Ramsey Langsung Belajar Bahasa Italia
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Malam Gemilang Vinicius Junior, Bungkam Siulan Bernabeu
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 11:17
-
Bangkit dari Cemoohan Madridista, Kamu Luar Biasa Vini Jr!
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:48
-
Selebrasi Unik Jude Bellingham: Gestur Minum di Bernabeu, Respons Kritik Fans?!
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:47
-
Daftar Peraih Man of The Match Liga Champions 2025/2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:45
LATEST UPDATE
-
Man City Terpuruk di Bodo/Glimt, Guardiola Akui Segala Hal Berjalan Melawan Timnya
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:48
-
Setelah 12 Tahun, Ter Stegen Diam-Diam Tinggalkan Barcelona
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 12:17
-
Inter Babak Belur di Kandang, Arsenal Terlalu Kejam di Depan Gawang
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:17
-
Panduan Membeli Tiket KLBB Festival 2026, Jangan Sampai Nyesel Nggak Nonton Raisa!
Lain Lain 21 Januari 2026, 11:58
-
Kode Keras Arne Slot: Mohamed Salah Siap Starter Lawan Marseille?!
Liga Champions 21 Januari 2026, 11:44
-
Lawan Arsenal, Inter Kebobolan Tiga Gol Terlalu Mudah
Liga Champions 21 Januari 2026, 11:36
-
Liga Champions 21 Januari 2026, 11:34

-
Mikel Arteta Benarkan Wonderkid Arsenal Ini Segera Cabut dari Emirates Stadium
Liga Inggris 21 Januari 2026, 11:28
-
Malam Gemilang Vinicius Junior, Bungkam Siulan Bernabeu
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 11:17
-
Ingin Cetak Sejarah Baru, Vinicius Junior Pastikan akan Bertahan di Real Madrid!
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 11:07
-
Bangkit dari Cemoohan Madridista, Kamu Luar Biasa Vini Jr!
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:48
-
Selebrasi Unik Jude Bellingham: Gestur Minum di Bernabeu, Respons Kritik Fans?!
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:47
-
Daftar Peraih Man of The Match Liga Champions 2025/2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:45
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06


