Bukan Virus Baru, Hantavirus Ternyata Sudah Ada Sejak Perang Korea
Aga Deta | 26 Maret 2020 12:20
Bola.net - Pandemi virus Corona saat ini masih belum reda. Namun, baru-baru ini muncul virus Hantavirus dari China yang membuat satu pria meninggal dunia.
Pria tersebut dikabarkan berasal dari Yunnan, China. Penumpang lain yang berada satu bus dengannya dalam perjalanan ke Provinsi Shandong, masih menjalani tes.
"Seseorang dari Provinsi Yunnan meninggal ketika dalam perjalanan kembali ke Provinsi Shandong untuk bekerja dengan bus sewaan pada hari Senin. Dia dinyatakan positif Hantavirus. 32 orang di bus diuji, demikan cuitan Global Times di Twitter, Selasa (24/3/2020).
Kemunculan pasien tutup usia akibat positif Hantavirus menjadi perhatian di tengah pandemi COVID-19 yang sedang dihadapi masyarakat global. Timbul kekhawatiran, Hantavirus akan menyebar seperti halnya virus Corona.
Muncul pula berbagai informasi lain, terkait gejala dan cara penularan virus yang dibawa oleh binatang pengerat seperti tikus ini.
Satu informasi yang beredar adalah apakah Hantavirus merupakan virus baru?
Apabila mengacu pada media Pemerintah China, Hantavirus bukan jenis virus baru dan telah menginfeksi manusia beberapa dekade.
Dikutip dari Indiatoday, Pusat Informasi Bioteknologi Nasional (NCBI) Amerika Serikat, dalam sebuah jurnal menulis saat ini jenis Hantavirus mencakup lebih dari 21 spesies. Namun, penyebabnya dari tikus-tikus kecil.
Pada 1978, penyebab demam Hemerologis Korea dari hewan pengerat yang terinfeksi virus di dekat sungai Hantan di Korea Selatan.
Kemudian, virus itu dinamakan virus Hantaan, sesuai dengan nama sungai tempat tikus terinfeksi virus.
Penemuan awal ini berasal dari pendekatan ilmiah yang dimulai setelah perang Korea (1951-1953), di mana lebih dari 3.000 kasus demam berdarah Korea dilaporkan di antara pasukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Lalu pada 1981, virus Hantaan diberi nama baru yang disebut 'hantavirus'. Nama ini diperkenalkan di keluarga Bunyaviridae, karena mencakup virus yang menyebabkan demam hemoroligik dengan sindrom ginjal (HFRS).
Penjelasan Hantavirus menurut CDC Amerika Serikat
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), juga menuliskan penyebab Hantavirus melalui situs resmi. CDC menjelaskan Hantavirus adalah keluarga virus yang disebarkan dari tikus dan menyebabkan berbagai sindrom penyakit pada orang di seluruh dunia.
"Hantavirus, di Amerika dikenal sebagai hantavirus 'Dunia Baru' dan dapat menyebabkan sindrom paru hantavirus [HPS]," kata CDC.
"Hantavirus lainnya, yang dikenal sebagai hantavirus 'Dunia Lama', kebanyakan ditemukan di Eropa dan Asia dan dapat menyebabkan demam berdarah dengan sindrom ginjal [HFRS]."
Jadi, pria maupun wanita, anak-anak maupun dewasa, bisa saja tertular virus dari tikus ini.
Gejala dan Penularan
Bagaimana Penularan Hantavirus?
Hantavirus bisa menular melalui udara. Jadi, virus-virus dalam urin tikus atau kotoran tikus menyebar ke udara. Virus juga bisa menular jika seseorang tak sengaja menyentuh urin, kotoran, atau sarang tikus yang mengandung virus. Lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut mereka.
Gejala Hantavirus
Seseorang yang terinfeksi virus ini akan merasa sakit satu hingga lima minggu usai terpapar virus dari tikus.
Awalnya seseorang dengan HPS akan merasakan:
1. Demam
2. Nyeri otot
3. Kelelahan
Beberapa hari kemudian, seseorang akan sulit bernapas. Seseorang yang terinfeksi hantavirus bisa mengalami sakit kepala, pusing, kedinginan, mual, muntah, diare, dan sakit perut.
Biasanya, seseorang yang terinfeksi tidak mengalami pilek, sakit tenggorokan, atau ruam.
Sumber asli: Merdeka.com
Disadur dari: Bola.com (Aning Jati, Published: 26/3/2020)
Baca Juga:
Muncul Hantavirus, Lakukan 4 Cara Ini agar Rumah Terbebas dari Tikus
Kompilasi Aksi Lucu James Miller Saat Virus Corona Melanda: Potong Rumput Hingga Pensil
Lakukan Cara Ini Jika Ingin Komunikasi dengan Pemerintah Soal Virus Corona
10 Cara Mencegah Penularan Virus Corona Covid 19 dari Kemenkes RI
Deretan Bahan Alami yang Bisa Jadi Alternatif Pembuatan Hand Sanitizer
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Beckham Putra Dicibir Oknum Suporter, Jay Idzes Langsung Beri Dukungan
Tim Nasional 11 Juni 2026, 11:48
-
Elkan Baggott, Pejuang di Lini Belakang Timnas Indonesia
Tim Nasional 10 Juni 2026, 09:06
LATEST UPDATE
-
Federico Chiesa Masih Sulit Dapat Tempat di Liverpool
Liga Inggris 22 Juli 2026, 20:35
-
Prancis Tinggalkan Banyak Catatan Positif dari Piala Dunia 2026
Piala Dunia 22 Juli 2026, 18:03
-
Spanyol Punya Modal Besar Pertahankan Gelar Piala Dunia pada 2030
Piala Dunia 22 Juli 2026, 17:31
-
Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor! Ini Cara Seluruh 308 Gol Tercipta
Piala Dunia 22 Juli 2026, 16:47
-
Kalah 0-3, Bali United Dapat Ujian Berkualitas dari Timnas Indonesia
Bola Indonesia 22 Juli 2026, 16:39
-
Tampil di Piala AFF 2026, Singapura Kehilangan Dua Pemain Andalan
Bola Indonesia 22 Juli 2026, 16:30
-
Alasan Manchester United Enggan Belanja Pemain Tembus 100 Juta Pounds
Liga Inggris 22 Juli 2026, 14:00
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55












