Telur Harapan Keluarga, Kisah Peternak Ayam Petelur yang Kembangkan Usaha dengan KUR BRI
Asad Arifin | 16 April 2025 20:15
Bola.net - Setelah melewati jalan menanjak yang diapit kebun tebu, Cipto Mulyo memarkir motor merah miliknya. Setelah itu, dia membuka gerbang berwarna hijau dan dua ekor anjing segera menyambut kedatangannya.
Sore itu, Rabu (16/4), Cipto Mulyo tengah melakukan rutinitas sebagai peternak ayam petelur. Dia memberi makan, minum, dan menyalakan lampu. Kandang ayam petelur milik Cipto berada di Dusun Jamuran, Desa Sukodadi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.
"Saya memulai usaha ini pada 2020 lalu. Saat itu, saya masih kerja sebagai karyawan di salah satu perusahaan asuransi," buka Cipto Mulyo.
Pada 2021, Cipto dapat 'surat cinta' dari perusahaan tempatnya bekerja. Namanya masuk dalam daftar pekerja yang diberhentikan. Setelah itu, dia mulai fokus menekuni bisnis ternak ayam petelur.
Pria kelahiran 1972 itu lantas mengambil keputusan penting. Dia menambah modal usaha dengan mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI. Dia mendapat informasi soal KUR BRI dari salah satu koleganya.
"Awalnya saya ditawari Rp100 juta, akan tetapi saya belum berani karena kondisi Covid-19 dan usaha baru mulai. Jadi, kami ambil Rp35 juta untuk menambah modal," kata Cipto.
Pengajuan dan Pencairan KUR BRI yang Mudah
Cipto mengaku sangat terbantu dengan adanya program KUR BRI. Sebab, proses pengajuan dan syarat yang dibutuhkan tidak rumit. Selain itu, proses pencairan dana yang dipakai untuk modal usaha juga sangat cepat.
"Waktu, pagi saya diminta data-data lewat WhatsApp oleh Lestari (Mantri BRI). Lalu, ada dia lihat-lihat kandang. Besoknya dipanggil ke BRI Unit Wagir, sore sudah langsung cair," kata bapak dengan dua anak tersebut.
Pengajuan KUR BRI memang mudah dan proses pencairan juga cepat. Pemohon hanya perlu identitas seperti KTP, Kartu Keluarga, memiliki usaha produktif, dan jaminan. Setelah itu, ada proses administrasi dan pengajuan segera dicairkan.
Cipto memakai dana KUR BRI untuk menambah jumlah ayam dan memperbaiki kandang. Dengan begitu, dia bisa meningkatkan volume penjualan telur. Secara otomatis, kondisi ekonomi keluarganya menjadi lebih stabil.
Pada Maret 2025 lalu, Cipto telah melunasi KUR yang diambilnya tiga tahun lalu. Usaha ayam petelurnya telah berkembang. Namun, dia ingin usahanya lebih berkembang dan mengambil KUR untuk kedua kalinya.
"Jumlahnya lebih besar, syarat-syarat juga dipermudah karena datanya sudah masuk kan. Sekarang, di kandang ada kurang lebih 2.100 ekor ayam. Sudah jauh berkembang dari awalnya dan itu berkat KUR BRI," kata Cipto.
Telur Harapan Keluarga

Cipto Mulyo memasarkan telur hasil ternak di desa-desa di sekitar Kecamatan Wagir. Dibantu satu orang karyawan, dan istrinya, Cipto Mulyo harus membagi waktu antara mengurus kandang dan melakukan distribusi telur ke konsumen.
"Saya langsung antar ke toko-toko sekitar sini saja. Terkadang, ada juga yang pesan lewat WhatsApp. Memang pemasaran langsung ke toko, tidak lewat pembeli dalam jumlah besar," ucap suami dari Suciati tersebut.
Cipto Mulyo punya dua anak yang duduk di bangku kuliah. Keduanya di Universitas Brawijaya. Anak keduanya masuk pada tahun 2020, saat Covid-19 melanda, tak lama sebelum Cipto di-PHK dari tempatnya bekerja.
Usaha ayam petelur yang dirintis punya andil membiayai kuliah mereka. Setiap butir telur yang dihasilkan menjadi harapan bagi keluarga mereka. Bukan hanya membuat dapur tetep mengepul, akan tetapi memastikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) anaknya bisa terbayar.
Anak kedua Cipto memilih kuliah di Jurusan Peternakan. Dia banyak membantu Cipto dengan pengetahuan yang dimiliki. Cipto mengaku dapat banyak masukan dari anaknya tentang cara merawat dan membuatnya untuk tetap produktif.
"Kemarin saya sempat salah pilih pakan ayam. Lalu, pakan itu di bawa ke laboratorium oleh anak saya. Katanya ada kandungan yang tidak cocok. Jadi, kita ganti pakan dan syukurlah sekarang sudah normal," tutup Cipto.
*Artikel ini diperuntukkan untuk mengikuti program BRI Fellowship Journalism 2025
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Bodo/Glimt vs Man City: Panggung sang Predator Gol di Tanah Kelahirannya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:00
-
Tempat Menonton Real Madrid vs Monaco: Live SCTV, Mengenang Drama 2004 di Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 18:08
-
Tempat Menonton Bodo/Glimt vs Man City: Live SCTV dan Streaming di Vidio
Liga Champions 20 Januari 2026, 18:00
-
Tempat Menonton Inter vs Arsenal: Jam Berapa Siaran Langsung UCL Laga Ini?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 17:45
-
Kebangkitan Kobbie Mainoo Jadi Momen Emas bagi Ineos di Manchester United, Kok Bisa?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 17:11
-
Prediksi Slavia Praha vs Barcelona 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 17:00
-
Marc-Andre ter Stegen Absen dari Barcelona, Segera Jalani Tes Medis di Girona
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 16:45
-
Daftar Pemain Barcelona untuk Laga Liga Champions Kontra Slavia Praha
Liga Champions 20 Januari 2026, 16:26
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06












