Cerita Unik Di Balik Rivalitas Der Klassiker
Editor Bolanet | 3 Mei 2013 11:25
- Bertemunya dua tim asal Jerman di final Liga Champions musim ini dianggap sebagai puncak kejayaan Bundesliga di tingkat Eropa.
Rivalitas dua finalis, Bayern Munich dan Borussia Dortmund di liga lokal dikenal dengan tajuk Der Klassiker. Jauh sebelum kepindahan kontroversial Mario Gotze, dua klub tersukses sepanjang sejarah persepakbolaan Jerman ini ternyata memiliki kisah unik di balik kerasnya persaingan mereka.
Kisahnya bermula pada awal 2000-an ketika Dortmund mengalami krisis finansial parah. Krisis itu mencapai puncaknya pada 2004 ketika mereka bahkan tidak bisa membayar gaji pemain.
Lalu datanglah pertolongan dari Bayern yang memberikan pinjaman senilai 2 juta Euro kepada Die Borussen. Dortmund diberi waktu 9 bulan untuk mencicil utang mereka.
Itu merupakan situasi kritis bagi Dortmund, ujar presiden Bayern, Uli Hoeness mengenang momen tersebut.
Ketika mereka bahkan tidak bisa membayar gaji pemain, kami pikir harus membantunya. Saya pendukung tradisi di olahraga dan saya rasa adalah sesuatu yang tepat, tambahnya.
Namun di kubu lain, Dortmund menyangkal pinjaman itu yang menyelamatkan mereka.
Saya berterima kasih untuk pinjaman itu, tapi itu bukan untuk menyelamatkan klub kami karena kita bicara 2 juta Euro. Jika anda menyadari bahwa utang kami waktu itu senilai 200 juta Euro, 2 juta Euro tidak menyelesaikan masalah, tapi itu cukup membantu. ujar Thomas Tress, Direktur Keuangan Dortmund. (gdn/pra)
Rivalitas dua finalis, Bayern Munich dan Borussia Dortmund di liga lokal dikenal dengan tajuk Der Klassiker. Jauh sebelum kepindahan kontroversial Mario Gotze, dua klub tersukses sepanjang sejarah persepakbolaan Jerman ini ternyata memiliki kisah unik di balik kerasnya persaingan mereka.
Kisahnya bermula pada awal 2000-an ketika Dortmund mengalami krisis finansial parah. Krisis itu mencapai puncaknya pada 2004 ketika mereka bahkan tidak bisa membayar gaji pemain.
Lalu datanglah pertolongan dari Bayern yang memberikan pinjaman senilai 2 juta Euro kepada Die Borussen. Dortmund diberi waktu 9 bulan untuk mencicil utang mereka.
Itu merupakan situasi kritis bagi Dortmund, ujar presiden Bayern, Uli Hoeness mengenang momen tersebut.
Ketika mereka bahkan tidak bisa membayar gaji pemain, kami pikir harus membantunya. Saya pendukung tradisi di olahraga dan saya rasa adalah sesuatu yang tepat, tambahnya.
Namun di kubu lain, Dortmund menyangkal pinjaman itu yang menyelamatkan mereka.
Saya berterima kasih untuk pinjaman itu, tapi itu bukan untuk menyelamatkan klub kami karena kita bicara 2 juta Euro. Jika anda menyadari bahwa utang kami waktu itu senilai 200 juta Euro, 2 juta Euro tidak menyelesaikan masalah, tapi itu cukup membantu. ujar Thomas Tress, Direktur Keuangan Dortmund. (gdn/pra)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Harga Bastoni Terlalu Tinggi, Barcelona Incar 2 Target Alternatif
Liga Spanyol 20 Maret 2026, 17:00
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: Semen Padang vs Persib 5 April 2026
Bola Indonesia 4 April 2026, 11:44
-
Prediksi BRI Super League: Madura United vs Borneo FC 5 April 2026
Bola Indonesia 4 April 2026, 11:40
-
Prediksi BRI Super League: Bhayangkara FC vs Persija 5 April 2026
Bola Indonesia 4 April 2026, 11:35
-
Benarkah Pep Guardiola Akan Tinggalkan Man City Akhir Musim Nanti?
Liga Inggris 4 April 2026, 10:00
LATEST EDITORIAL
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32
-
Italia Cari Pelatih Baru: 7 Kandidat Pengganti Gennaro Gattuso
Editorial 3 April 2026, 14:14
-
3 Bintang Manchester United yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:41
-
Starting XI Pemain Termahal yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:13















