Analisis BPS: Di Balik Inflasi Emas Tertinggi 5 Bulan, Ada Tren Kenaikan Harga 25 Bulan Beruntun
Editor Bolanet | 6 Oktober 2025 14:23
Bola.net - Badan Pusat Statistik (BPS) menyoroti tren inflasi emas perhiasan yang signifikan. Komoditas ini menjadi salah satu pendorong utama inflasi nasional pada periode September 2025.
Secara bulanan, laju inflasi emas perhiasan bahkan menyentuh level tertingginya dalam lima bulan terakhir. Kenaikan ini menunjukkan adanya tekanan harga yang kuat di sektor logam mulia.
Namun, yang menjadi perhatian utama adalah tren jangka panjangnya. BPS mencatat harga emas perhiasan telah mengalami kenaikan selama 25 bulan tanpa pernah sekalipun turun.
Fenomena ini menandakan adanya tekanan inflasi yang persisten di luar sektor pangan dan energi. Hal ini menjadi sinyal penting bagi regulator dan juga para konsumen.
Lantas, seberapa besar andil emas perhiasan terhadap inflasi bulan ini dan bagaimana BPS memandang tren yang tak kunjung reda ini? Berikut adalah data dan analisis lengkapnya.
Penyumbang Utama Inflasi September
BPS secara resmi mengumumkan bahwa pada September 2025 terjadi inflasi sebesar 0,21 persen secara bulanan (month to month). Kenaikan ini salah satunya didorong oleh komoditas emas perhiasan.
Meskipun penyumbang inflasi terbesar masih dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau, peran emas perhiasan tidak bisa diabaikan. Komoditas ini memberikan andil inflasi sebesar 0,08 persen.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menegaskan posisi penting komoditas ini. Ia menyebut emas sebagai salah satu penyumbang utama dalam rilis data inflasi terbaru.
"Komoditas emas perhiasan menjadi salah satu komoditas utama penyumbang inflasi di bulan September 2025. Secara month to month, emas mengalami inflasi 1,24 persen," kata Amalia Adininggar Widyasanti, Senin (6/10/2025).
Tren Kenaikan Harga Tanpa Henti
Fakta paling menarik dari data BPS adalah tren kenaikan harga emas perhiasan yang sangat konsisten. Komoditas ini tercatat tidak pernah mengalami penurunan harga bulanan sejak September 2023.
Ini berarti, harga emas perhiasan telah merangkak naik selama 25 bulan berturut-turut. Fenomena ini menandakan adanya tekanan harga yang berkelanjutan dan patut diwaspadai.
Amalia menjelaskan bahwa pola pergerakan harga ini sudah terlihat jelas. Pola ini terus berlanjut hingga memberikan andil signifikan pada inflasi September.
"Kalau kita lihat komoditas emas perhiasan ini telah mengalami inflasi dalam 25 bulan berturut-turut. Jadi, dalam 25 bulan ini, emas terus mengalami inflasi, artinya kenaikan harga terus terjadi dalam kurun waktu 25 bulan berturut-turut sejak September 2023," ujarnya.
Tekanan di Luar Sektor Pangan dan Energi
Dampak kenaikan harga emas juga terasa signifikan pada kelompok pengeluaran spesifiknya. Komoditas ini memberi tekanan besar pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya.
Andil emas perhiasan terhadap inflasi di kelompok tersebut bahkan mencapai 9,59 persen. Angka ini menunjukkan adanya sumber tekanan inflasi baru di luar komoditas pangan dan energi.
Amalia pun menyoroti bahwa lonjakan pada September 2025 merupakan yang tertinggi dalam beberapa waktu terakhir. Ia juga mengisyaratkan bahwa inflasi tahunannya bisa jadi lebih tinggi.
"Bahkan inflasi emas perhiasan September 2025 merupakan inflasi tertinggi dalam 5 bulan terakhir, yaitu yang mencapai 1,24 persen secara month to month. Ini belum kami lihat year-on-year-nya, kelihatan di year-on-year-nya lebih tinggi," ujarnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
CPNS 2026: Syarat Pendaftaran dan Waspada Hoaks yang Mengintai
News 6 Januari 2026, 21:54
-
Stiker Presiden di WhatsApp, Bisa Dipidana? Ini Penjelasan Menteri Hukum
News 6 Januari 2026, 21:46
-
Panduan Lengkap Skrining BPJS Kesehatan 2026: Begini Caranya!
News 5 Januari 2026, 09:11
-
Waspada Superflu H3N2! Dinkes DKI Minta Warga Perketat Pertahanan Diri dengan PHBS
News 4 Januari 2026, 15:41
LATEST UPDATE
-
Untuk Saat Ini, Posisi Vinicius Junior di Real Madrid Tetap Aman
Liga Spanyol 23 September 2026, 05:51
-
Jiwa Pemimpin Jude Bellingham
Liga Spanyol 23 September 2026, 05:45
-
Bernardo Silva Harus Starter!
Liga Spanyol 23 September 2026, 05:16
-
Real Madrid dan Catatan Historis yang Mengancam Peluang Juara Mereka
Liga Spanyol 23 September 2026, 05:12
-
Kylian Mbappe dan Vinicius Junior Tumpang Tindih di Sisi Kiri
Liga Spanyol 23 September 2026, 05:07
-
Mikel Arteta Sepakat Kontrak Baru Arsenal, Gajinya Naik Signifikan
Liga Inggris 23 September 2026, 00:05
-
Kylian Mbappe Tak Malu Akui Ingin Menangkan Ballon d'Or
Liga Spanyol 22 September 2026, 23:30
-
Kylian Mbappe Ungkap Alasan Tolak Liverpool meski Didorong Sang Ibu
Liga Spanyol 22 September 2026, 22:55
-
Antonio Conte Semakin Dekat Jadi Manajer Baru MU?
Liga Inggris 22 September 2026, 22:34
-
Leny Yoro Mulai Terancam di Manchester United, 3 Bek Baru Masuk Radar
Liga Inggris 22 September 2026, 22:20
-
Tersisih di Era Xabi Alonso, Wonderkid Chelsea Ini Menolak Menyerah!
Liga Inggris 22 September 2026, 22:19
-
Tim Renang Putra Indonesia Finis Ke-6 di Final 4x100 Meter Gaya Ganti Asian Games 2026
Olahraga Lain-Lain 22 September 2026, 22:11
-
Mantan Tangan Kanan Solskjaer Bakal Gantikan Michael Carrick di MU?
Liga Inggris 22 September 2026, 22:08
-
MU Cari Bek Kiri Baru, Incar Bek Top EPL Ini?
Liga Inggris 22 September 2026, 21:59
-
Viktor Gyokeres Didekati Milan dan Juventus, Pertimbangkan Tinggalkan Arsenal
Liga Inggris 22 September 2026, 21:45
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33

