Berikut Isi Lengkap 17+8 Tuntutan Rakyat: Upah Layak hingga RUU Perampasan Aset
Editor Bolanet | 4 September 2025 11:57
Bola.net - Gelombang demonstrasi di sejumlah wilayah melahirkan agenda tuntutan baru bertajuk '17+8 Tuntutan Rakyat'. Kumpulan aspirasi ini telah diserahkan secara resmi kepada pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.
Sejumlah perwakilan elemen mahasiswa dan organisasi kepemudaan menjadi delegasi yang menyampaikan tuntutan tersebut. Mereka diterima langsung oleh jajaran Wakil Ketua DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta.
Tuntutan ini tidak hanya menyentuh isu politik dan hukum semata. Sejumlah poin krusial terkait kebijakan ekonomi, anggaran negara, dan sektor ketenagakerjaan justru menjadi sorotan utama.
Formula '17+8' merujuk pada 17 tuntutan jangka pendek dengan tenggat waktu satu pekan. Sementara itu, 8 tuntutan lainnya merupakan agenda reformasi jangka panjang yang harus direalisasikan dalam satu tahun.
Beberapa di antaranya adalah desakan pengesahan RUU Perampasan Aset dan jaminan upah layak bagi seluruh angkatan kerja. Transparansi anggaran fasilitas pejabat juga menjadi isu yang sangat disorot oleh para demonstran.
Lantas, apa saja rincian tuntutan jangka pendek yang menyangkut isu ekonomi dan bagaimana agenda reformasi jangka panjangnya? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.
Sorotan Jangka Pendek: Upah Hingga Anggaran Pejabat
Dalam audiensi yang berlangsung pada Rabu (3/9) kemarin, perwakilan mahasiswa mendesak DPR untuk segera bertindak. Ketua BEM Universitas Indonesia, Agus Setiawan, meminta para wakil rakyat untuk memperjuangkan amanat tersebut.
"Saya berharap kita ingat kembali amanat rakyat agar betul-betul bisa kita perjuangkan."
Kata Agus saat menyampaikan aspirasinya di hadapan pimpinan DPR RI di Jakarta.
Tuntutan jangka pendek yang paling disorot dari sisi ekonomi adalah terkait sektor ketenagakerjaan. Pemerintah dan DPR didesak untuk memastikan upah layak bagi buruh, guru, tenaga kesehatan, hingga mitra ojek online.
Selain itu, mahasiswa juga menuntut adanya pembekuan kenaikan gaji dan tunjangan anggota DPR RI. Mereka juga mendesak adanya transparansi penuh atas publikasi anggaran fasilitas yang diterima pejabat negara.
Tuntutan lainnya adalah desakan agar pemerintah mengambil langkah darurat untuk mencegah gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal. Hal ini harus diiringi dengan perlindungan terhadap para buruh kontrak.
Agenda Reformasi Jangka Panjang: Pajak dan Aset Koruptor
Untuk agenda jangka panjang dengan tenggat waktu 31 Agustus 2026, tuntutan ekonomi yang diajukan jauh lebih struktural. Salah satu yang paling utama adalah desakan untuk segera mengesahkan RUU Perampasan Aset Koruptor.
Pengesahan RUU ini dalam masa sidang tahun ini dinilai akan menunjukkan komitmen serius dalam pemberantasan korupsi. Langkah ini juga harus diiringi dengan penguatan independensi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Poin krusial lainnya adalah penyusunan rencana reformasi perpajakan yang dinilai lebih adil bagi masyarakat. Mahasiswa secara tegas menuntut pembatalan rencana kenaikan pajak yang memberatkan rakyat.
Transparansi juga dituntut dari sisi partai politik sebagai pilar demokrasi. Para parpol didesak untuk mempublikasikan laporan keuangan pertama mereka dalam kurun waktu satu tahun ini.
Reformasi besar-besaran di tubuh DPR juga menjadi agenda utama dalam tuntutan jangka panjang. Hal ini termasuk penghapusan perlakuan istimewa seperti pensiun seumur hidup dan fasilitas lain yang ditanggung oleh APBN.
Isi 17+8 Tuntutan Rakyat
Pada 17 Tuntutan Rakyat terdapat 6 poin utama aspirasi rakyat untuk pemerintah. Berikut 6 poin penting yang disorot:
- Tugas Presiden Prabowo
- Tugas Dewan Perwakilan Rakyat
- Tugas Ketua Umum Partai Politik
- Tugas Kepolisian Republik Indonesia
- Tugas Tentara Nasional Indonesia (TNI)
- Tugas Kementerian Sektor Ekonomi
Lebih lanjut, pada masing-masing poin tadi diuraikan kembali beberapa tuntutan rakyat yang jumlahnya mencapai 17 tuntutan.
Berikut bunyi 17 Tuntutan Rakyat jangka pendek yang memiliki batas waktu hingga 5 September 2025:
- Tarik TNI dari pengamanan sipil dan pastikan tidak ada kriminalisasi demonstran.
- Bentuk Tim Investigasi Independen kasus Affan Kurniawan, Umar Amarudin, maupun semua korban kekerasan aparat selama demonstrasi 28-30 Agustus dengan mandat jelas dan transparan.
- Bekukan kenaikan gaji/tunjangan anggota DPR dan batalkan fasilitas baru (termasuk pensiun).
- Publikasi transparansi anggaran (gaji, tunjangan, rumah, fasilitas DPR).
- Dorong Badan Kehormatan DPR periksa anggota yang bermasalah (termasuk selidiki melalui KPK).
- Pecat atau jatuhkan sanksi tegas kepada kader DPR yang tidak etis dan memicu kemarahan publik.
- Umumkan komitmen partai untuk berpihak pada rakyat di tengah krisis.
- Libatkan kader dalam ruang dialog publik bersama mahasiswa serta masyarakat sipil.
- Bebaskan seluruh demonstran yang ditahan.
- Hentikan tindakan kekerasan polisi dan taati SOP pengendalian massa yang sudah tersedia.
- Tpangkap dan proses hukum secara transparan anggota dan komandan yang melakukan dan memerintahkan kekerasan dan melanggar HAM.
- Segera kembali ke barak, hentikan keterlibatan dalam pengamanan sipil.
- Tegakkan disiplin internal agar anggota TNI tidak mengambil alih fungsi Polri.
- Komitmen publik TNI untuk tidak memasuki ruang sipi selama krisis demokrasi.
- Pastikan upah layak untuk seluruh angkatan kerja (termasuk namun tidak terbatas pada guru, buruh, nakes, dan mitra ojol) di seluruh Indonesia.
- Ambil langkah darurat untuk mencegah PHK massal dan lindungi buruh kontrak.
- Buka dialog dengan serikat buruh untuk solusi upah minimum dan outsourcing.
Isi 8 Tuntutan Rakyat dalam Setahun
1. Bersihkan Reformasi DPR Besar-besaran
Lakukan audit independen yang diumumkan kepada publik. Tinggikan standar prasyarat anggota DPR (tolak mantan koruptor) dan tetapkan KPI untuk evaluasi kinerja. Hapuskan perlakuan istimewa: pensiun seumur hidup, transportasi dan pengawalan khusus, dan pajak ditanggung APBN.
2. Reformasi Partai Politik dan Kuatkan Pengawasan Eksekutif
Partai politik harus mempublikasikan laporan keuangan pertama mereka dalam tahun ini, dan DPR harus memastikan oposisi berfungsi sebagaimana mestinya.
3. Susun Rencana Reformasi Perpajakan yang Lebih Adil
Pertimbangkan kembali keseimbangan transfer APBN dari pusat ke daerah; batalkan rencana kenaikan pajak yang memberatkan rakyat dan susun rencana reformasi perpajakan yang lebih adil.
4. Sahkan dan Tegakkan UU Perampasan Aset Koruptor
DPR harus segera mengesahkan RUU Perampasan Aset dalam masa sidang tahun ini untuk menunjukkan komitmen serius memberantas korupsi, diiringi dengan penguatan independensi KPK dan UU Tipikor.
5. Reformasi Kepemimpinan dan Sistem di Kepolisian agar Profesional dan Humanis
DPR harus merevisi UU Kepolisian, Desentralisasi fungsi polisi: ketertiban umum, keamanan, dan lalu lintas dalam 12 bulan sebagai langkah awal.
6. TNI Kembali ke Barak, Tanpa Pengecualian
Pemerintah harus mencabut mandat TNI dari proyek sipil seperti pertanian skala besar (food estate) tahun ini, dan DPR harus mulai revisi UU TNI.
7. Perkuat Komnas HAM dan Lembaga Pengawas Independen
DPR harus merevisi UU Komnas HAM untuk memperluas kewenangannya terhadap kebebasan berekspresi. Presiden harus memperkuat Ombudsman serta Kompolnas.
8. Tinjau Ulang Kebijakan Sektor Ekonomi & Ketenagakerjaan
Tinjau serius kebijakan PSN & prioritas ekonomi dengan melindungi hak masyarakat adat dan lingkungan. Evaluasi UU Ciptakerja yang memberatkan rakyat khususnya buruh, evaluasi audit tata kelola Danantara dan BUMN.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Apakah Ada Kenaikan Gaji PNS 2026? Ini Kata Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
News 2 Januari 2026, 09:48
-
Lowongan Kerja Shopee Indonesia: Posisi Campaign Marketing Entry Level
News 31 Desember 2025, 20:42
-
Datang ke Sidang Cerai dengan Ekspresi Tenang, Atalia Praratya: Mohon Doanya Saja
News 31 Desember 2025, 20:38
-
Mendagri Pastikan Pemerintah Berikan Segalanya untuk Penanganan Bencana
News 31 Desember 2025, 15:45
LATEST UPDATE
-
Tantang Fenerbahce, Liverpool Nostalgia Malam Magis di Istanbul
Liga Champions 4 November 2026, 14:40
-
Jose Mourinho Peringatkan Real Madrid untuk Tidak Jemawa ketika Hadapi AEK Athens
Liga Champions 4 November 2026, 14:20
-
Tempat Menonton Melbourne Victory vs Persib, 4 November 2026
Bola Indonesia 4 November 2026, 14:15
-
Link Streaming Melbourne Victory vs Persib, 4 November 2026
Bola Indonesia 4 November 2026, 14:09
-
Bocah Ajaib Manchester United itu Bernama Shea Lacey
Liga Champions 4 November 2026, 14:00
-
Tumbang Lawan AS Roma, Seberapa Parah Cedera Carlos Baleba?
Liga Inggris 4 November 2026, 13:20
-
Prediksi Celta vs Union Saint-Gilloise 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 13:10
-
Prediksi Real Sociedad vs Lyon 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 12:04
-
Gabriel Batistuta dan Kisah Cinta Abadi di Balik Selebrasi Ikonik 'Te Amo, Irina!'
Liga Italia 4 November 2026, 11:21
-
Prediksi AZ vs Juventus 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 10:09
-
Prediksi Milan vs Ferencvaros 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 09:50
-
Di Balik Penalti Bruno Fernandes yang Diulang
Liga Champions 4 November 2026, 08:20
-
Mengungkap Penyebab Roma Gagal Bendung Kebangkitan Manchester United
Liga Champions 4 November 2026, 08:14
-
Selalu Ada Keyakinan di Old Trafford
Liga Champions 4 November 2026, 08:03
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18


