Cukai Minuman Manis 2026 Masih Teka-teki, Menkeu Purbaya Buka Suara
Editor Bolanet | 13 Oktober 2025 11:42
Bola.net - Pemerintah kembali menimbang rencana penerapan cukai minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK). Kebijakan yang sarat akan pertimbangan ekonomi dan kesehatan ini masih belum menemukan titik terang.
Wacana pemberlakuan cukai MBDK pada 2026 kini menjadi sorotan utama. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pun memberikan sinyal terkait kelanjutan kebijakan tersebut.
Sebelumnya, kepastian telah diberikan untuk tahun 2025. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) menyatakan kebijakan ini tidak akan berlaku pada tahun depan.
Keputusan penundaan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi nasional. Daya beli masyarakat menjadi salah satu faktor krusial yang diperhitungkan secara saksama.
Lantas, bagaimana pemerintah meramu keseimbangan antara agenda kesehatan publik dan stabilitas ekonomi dalam kebijakan fiskal ini? Babak baru pembahasan cukai MBDK kini dimulai dengan berbagai pertimbangan yang lebih matang.
Kepastian di Tengah Penundaan
Pemerintah memastikan kebijakan pengenaan cukai MBDK belum akan diimplementasikan pada 2025. Keputusan ini mengakhiri spekulasi yang berkembang di kalangan pelaku usaha dan masyarakat.
Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, telah mengonfirmasi penundaan tersebut. Hal ini disampaikan dalam sesi konferensi pers beberapa waktu lalu.
"Terkait dengan pemberlakuan MBDK, sampai saat ini mungkin itu rencana sampai tahun 2025 sementara tidak akan diterapkan, mungkin ke depannya akan diterapkan,” kata Djaka Budhi Utama.
Dengan adanya penundaan ini, DJBC akan mencari sumber penerimaan alternatif. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan target penerimaan negara yang telah ditetapkan tetap tercapai.
Menimbang Ulang Prioritas: Kesehatan vs. Ekonomi
Di balik aspek penerimaan negara, kebijakan cukai MBDK sejatinya memiliki tujuan jangka panjang. Pengendalian konsumsi gula menjadi agenda utama yang diusung pemerintah.
Kasubdit Tarif Cukai dan Harga Dasar, Akbar Harfianto, menjelaskan bahwa fokus utamanya adalah menekan prevalensi penyakit tidak menular. Salah satu yang menjadi perhatian serius adalah diabetes yang kian meningkat.
"Cukai MBDK adalah prioritas utama untuk mengendalikan konsumsi gula tambahan di masyarakat," ujar Akbar Harfianto.
Ia pun menegaskan bahwa tujuan kebijakan ini lebih dari sekadar optimalisasi pendapatan negara. "Ini bukan sekadar soal penerimaan negara. Jangan sampai diartikan bahwa negara hanya butuh uang," katanya.
Skema Tarif dan Implementasi Bertahap
Meski ditunda, pemerintah terus mematangkan teknis penerapan cukai MBDK. Berbagai skema penarifan tengah dibahas secara intensif oleh tim terkait.
Akbar Harfianto menjelaskan bahwa kajian mencakup produk dalam kemasan (on-trade) hingga yang dijual di gerai-gerai (off-trade). Pembahasan ini mempertimbangkan kompleksitas distribusi dan model bisnis yang ada.
“Mengenai MBDK, ada banyak skema penarifan. Saat ini target implementasi ada di semester kedua,” jelas Akbar.
Namun, ia kembali menekankan bahwa semua keputusan akan sangat memperhatikan kondisi ekonomi. “Namun, seperti disampaikan oleh Pak Dirjen, kami tetap memperhatikan kondisi daya beli dan ekonomi masyarakat," ungkapnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Apakah Ada Kenaikan Gaji PNS 2026? Ini Kata Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
News 2 Januari 2026, 09:48
-
Lowongan Kerja Shopee Indonesia: Posisi Campaign Marketing Entry Level
News 31 Desember 2025, 20:42
-
Datang ke Sidang Cerai dengan Ekspresi Tenang, Atalia Praratya: Mohon Doanya Saja
News 31 Desember 2025, 20:38
-
Mendagri Pastikan Pemerintah Berikan Segalanya untuk Penanganan Bencana
News 31 Desember 2025, 15:45
LATEST UPDATE
-
Juventus Ajukan Tawaran Perdana untuk Bomber PSG Ini
Liga Italia 4 Juli 2026, 16:00
-
Fernandes Ketikung, MU Alihkan Fokus ke Wonderkid Maroko Ini?
Liga Inggris 4 Juli 2026, 15:00
-
Eks Real Madrid Ini Jadi Pembelian Kedua Ruben Amorim di AC Milan?
Liga Italia 4 Juli 2026, 14:00
-
Cristiano Ronaldo: Spanyol? Siapa Takut!
Piala Dunia 4 Juli 2026, 13:00
-
Jadwal 16 Besar Piala Dunia 2026, 5-8 Juli 2026
Piala Dunia 4 Juli 2026, 11:05
-
Inilah 16 Tim yang Bakal Bertarung di 16 Besar Piala Dunia 2026
Piala Dunia 4 Juli 2026, 10:52
-
Man of the Match Kolombia vs Ghana: Luis Diaz
Piala Dunia 4 Juli 2026, 10:41
-
Lionel Messi Sanjung Habis Cape Verde: Mereka Sungguh Luar Biasa!
Piala Dunia 4 Juli 2026, 08:40
-
Man of the Match Argentina vs Cape Verde: Lionel Messi
Piala Dunia 4 Juli 2026, 08:03
-
Tempat Menonton Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026, 4 Juli 2026
Piala Dunia 4 Juli 2026, 07:15
-
Real Madrid Buat Klarifikasi: Kami Tidak Kejar Enzo Fernandez!
Liga Spanyol 4 Juli 2026, 07:00
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55






