Dominasi QRIS: Tembus 56 Juta Pengguna, Bikin Sistem Pembayaran AS Khawatir
Editor Bolanet | 4 November 2025 14:16
Bola.net - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkap sistem pembayaran QRIS mulai ditakuti internasional. Kekhawatiran ini muncul seiring meluasnya penggunaan dan ekspansi QRIS.
Indonesia memang serius mengembangkan digitalisasi, termasuk transaksi lintas negara. QRIS menjadi ujung tombak strategi local currency settlement (LCS).
Di pasar domestik, dominasi QRIS sudah tidak terbantahkan. Penggunanya kini telah mencapai 56 juta orang.
Angka tersebut jauh melampaui pengguna kartu kredit. Basis pengguna kartu kredit di Indonesia tercatat hanya 17 juta.
Perbedaan data yang jomplang ini memicu kekhawatiran baru. Bahkan, sistem pembayaran nasional ini telah masuk dalam laporan dagang Amerika Serikat.
Fondasi Kuat Pasar Domestik
Airlangga Hartarto menegaskan pengguna QRIS di Indonesia terus meningkat pesat. Pertumbuhannya bahkan telah mengalahkan penetrasi kartu kredit.
“(Pengguna) QRIS itu terus meningkat dan jumlah penggunanya di Indonesia sudah lebih dari 50 juta. Jadi, ini sudah lebih tinggi dari pengguna credit card (kartu kredit),” kata Airlangga dalam sebuah forum di Jakarta (9/10/2025).
Dalam data terbarunya, ia menyebut angka pengguna QRIS sudah 56 juta. Angka ini kontras dengan pengguna kartu kredit yang hanya 17 juta.
"Jadi credit card 17 juta, QRIS sudah sekitar 56 juta makanya ditakuti," tutur Airlangga di Jakarta, Selasa (4/11/2025).
Agresivitas Ekspansi Lintas Batas
Di sisi lain, penyedia jasa pembayaran elektronik lain mulai khawatir. Ekspansi QRIS ke berbagai negara dinilai sangat cepat.
"Indonesia juga terus mendorong digitalisasi, salah satunya local currency settlement atau local currency transaction dimana salah satunya dengan QRIS, ini kita sudah tembus berbagai negara termasuk ASEAN, 5 negara ASEAN plus Jepang juga didorong di negara UEA dan berbagai negara lain dan ini yang dikhawatirkan oleh berbagai negara," tutur Airlangga.
Bank Indonesia kini sedang menjajaki perluasan QRIS ke Uni Emirat Arab. Langkah ini penting untuk efisiensi transaksi dan mendukung stabilitas rupiah.
“Kita sedang mendorong untuk di Uni Emirat Arab. Kalau ini kita bisa lakukan, maka kita tidak menggunakan currency lain untuk transaksi di luar negeri. Nah, ini sangat membantu untuk menjaga stabilitas rupiah kita,” ujar Airlangga Hartarto.
Masuk Radar Pengawasan AS
Ekspansi QRIS ternyata telah menjadi sorotan pemerintah Amerika Serikat (AS). Kantor Perwakilan Dagang (USTR) menyoroti hal ini dalam laporan resmi mereka.
Laporan National Trade Estimate (NTE) Report akhir Maret 2025 itu menilai regulasi QRIS berpotensi membatasi persaingan. Aturan yang dimaksud adalah Peraturan Anggota Dewan Gubernur (PADG) Nomor 21/18/PADG/2019.
"Perusahaan-perusahaan AS, termasuk penyedia layanan pembayaran dan bank, menyampaikan kekhawatirannya karena selama proses penyusunan kebijakan kode QR oleh BI," tulis USTR dalam laporannya.
"para pemangku kepentingan internasional tidak diberi informasi mengenai perubahan yang mungkin terjadi maupun kesempatan untuk menyampaikan pandangan mereka mengenai sistem tersebut, termasuk bagaimana sistem tersebut dapat dirancang agar lebih selaras dengan sistem pembayaran yang sudah ada."
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Apakah Ada Kenaikan Gaji PNS 2026? Ini Kata Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
News 2 Januari 2026, 09:48
-
Lowongan Kerja Shopee Indonesia: Posisi Campaign Marketing Entry Level
News 31 Desember 2025, 20:42
-
Datang ke Sidang Cerai dengan Ekspresi Tenang, Atalia Praratya: Mohon Doanya Saja
News 31 Desember 2025, 20:38
-
Mendagri Pastikan Pemerintah Berikan Segalanya untuk Penanganan Bencana
News 31 Desember 2025, 15:45
LATEST UPDATE
-
Hasil Liverpool vs Brighton: Mohamed Salah Bikin Gol dan Assist, The Reds Berjaya
Liga Inggris 15 Februari 2026, 05:35
-
Rekap Daftar Tim yang Lolos ke Babak Kelima FA Cup 2025/2026
Liga Inggris 15 Februari 2026, 05:31
-
Man of the Match Real Madrid vs Real Sociedad: Vinicius Junior
Liga Spanyol 15 Februari 2026, 05:09
-
Hasil Inter vs Juventus: Drama 5 Gol & 1 Kartu Merah, Nerrazurri Tekuk Bianconeri
Liga Italia 15 Februari 2026, 05:03
-
Menang di FA Cup: Manchester City Ukir Sejarah Baru dan Patahkan Catatan Lama Liverpool
Liga Inggris 15 Februari 2026, 04:45
-
Cristiano Ronaldo Bisa Terus Bermain Selama yang Dia Mau!
Piala Dunia 15 Februari 2026, 04:15
-
Wah! Kalah Telak dari Atletico Buat Pemain Barcelona Ragukan Taktik Hansi Flick
Liga Spanyol 15 Februari 2026, 04:00
-
Nonton Live Streaming Pertandingan Proliga 2026 di MOJI Hari Ini, 15 Februari 2026
Voli 15 Februari 2026, 04:00
-
Matheus Cunha Soal Challenge Potong Rambut Fans Man United: Tidak Peduli!
Liga Inggris 15 Februari 2026, 03:30
-
Catat Tonggak Bersejarah: Harry Kane Tembus 500 Gol Karier!
Bundesliga 15 Februari 2026, 03:00
-
Prediksi Napoli vs Roma 16 Februari 2026
Liga Italia 15 Februari 2026, 02:45
-
Hasil Al Fateh vs Al Nassr: Cristiano Ronaldo Balik Jadi Starter dan Langsung Cetak Gol!
Asia 15 Februari 2026, 02:44
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39
-
10 Atlet dengan Bayaran Tertinggi di 2026: Ronaldo Kalahkan LeBron James dan Messi
Editorial 12 Februari 2026, 21:52
-
Jika Berpisah dengan Liverpool, Ini 5 Klub Potensial untuk Arne Slot
Editorial 11 Februari 2026, 23:48
-
5 Pelatih yang Bisa Gantikan Thomas Frank di Tottenham, Ada Xabi Alonso dan Xavi
Editorial 11 Februari 2026, 19:03
-
3 Calon Pengganti Dani Carvajal di Real Madrid, Termasuk Pemain Man Utd
Editorial 10 Februari 2026, 21:00


