Indonesia Jadi Negara ke-15 di Dunia yang Akui HAKI Sebagai Agunan, Apa Dampaknya?
Editor Bolanet | 8 Oktober 2025 17:23
Bola.net - Industri kreatif nasional kini memasuki sebuah babak baru yang transformatif. Pemerintah baru saja mengumumkan kebijakan monumental yang berpotensi besar mengubah lanskap pembiayaan di Indonesia.
Terobosan ini datang dari sinergi antara regulator di sektor hukum dan keuangan. Tujuannya adalah untuk membuka akses permodalan yang lebih luas bagi para kreator dan inovator.
Secara resmi, Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) kini diakui sebagai aset bernilai ekonomi. Sertifikat HAKI dapat digunakan sebagai agunan atau jaminan untuk mendapatkan fasilitas kredit dari lembaga perbankan.
Langkah strategis ini menempatkan Indonesia di panggung global sebagai negara yang progresif. Indonesia menjadi negara ke-15 di dunia yang mengadopsi skema pembiayaan berbasis kekayaan intelektual.
Kebijakan ini tidak hanya berhenti pada pengakuan HAKI sebagai jaminan, namun juga didukung oleh pembangunan ekosistem yang solid untuk memastikan implementasinya berjalan efektif.
Tonggak Sejarah Sistem Pembiayaan Nasional
Pengumuman kebijakan ini menjadi sebuah tonggak sejarah dalam sistem pembiayaan nasional. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Hukum (Menhum), Supratman Andi Agtas.
Menurutnya, pengakuan HAKI sebagai jaminan kredit merupakan sebuah lompatan besar. Kebijakan ini menyejajarkan Indonesia dengan segelintir negara maju lainnya di dunia.
Menhum menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu negara pionir. Ia menyebut bahwa dari ratusan negara, hanya sedikit yang telah mampu memvaluasi HAKI untuk pembiayaan.
"Dari 193 anggota di seluruh dunia, kita adalah negara ke-15 yang memberikan pembiayaan dan mengakui dan bisa memvaluasi sebuah hak kekayaan intelektual. Kita menjadi negara yang ke-15," kata Andi Agtas di Jakarta, Rabu (8/10/2025).
Harmonisasi Regulasi Lintas Sektor
Implementasi kebijakan ini dapat terwujud berkat kolaborasi dan harmonisasi regulasi. Kementerian Hukum bekerja sama secara intensif dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Sinergi kedua lembaga ini bertujuan untuk menciptakan payung hukum yang kuat. Tujuannya agar sertifikat HAKI memiliki dasar legal yang kokoh untuk dijadikan agunan.
Hasilnya, OJK telah menerbitkan peraturan turunan yang relevan. Aturan tersebut secara spesifik memungkinkan HAKI menjadi objek jaminan kredit bagi pelaku industri kreatif.
"Pada saat Otoritas Jasa Keuangan meminta kepada Kementerian Hukum untuk melakukan harmonisasi terhadap salah satu peraturan OJK, saya ingin agar ada dasar hukumnya supaya hak kekayaan intelektual itu dalam bentuk sertifikat yang diberikan kepada pemegang hak kekayaan intelektual itu bisa dijadikan," jelasnya.
Membangun Ekosistem dan Potensi Ekonomi
Upaya pemerintah tidak berhenti pada penerbitan regulasi semata. Langkah selanjutnya adalah membangun ekosistem pendukung yang komprehensif dan berkelanjutan.
Untuk itu, sinergi diperluas dengan melibatkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Salah satu hasilnya adalah lahirnya profesi baru, yakni Penilai Hak Kekayaan Intelektual.
Koordinasi juga dilakukan hingga ke tingkat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Tujuannya untuk merancang platform kredit yang memang dikhususkan untuk sektor ini.
"Kami meminta kepada Menteri Koordinator bidang perekonomian agar ada kredit, platform kredit yang memang dikhususkan untuk pembiayaan dan pembicaraan awal kami itu sudah disetujui angkanya kurang lebih Rp 10 triliun," ujarnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Apakah Ada Kenaikan Gaji PNS 2026? Ini Kata Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
News 2 Januari 2026, 09:48
-
Lowongan Kerja Shopee Indonesia: Posisi Campaign Marketing Entry Level
News 31 Desember 2025, 20:42
-
Datang ke Sidang Cerai dengan Ekspresi Tenang, Atalia Praratya: Mohon Doanya Saja
News 31 Desember 2025, 20:38
-
Mendagri Pastikan Pemerintah Berikan Segalanya untuk Penanganan Bencana
News 31 Desember 2025, 15:45
LATEST UPDATE
-
MU Comeback 3-2 Lawan AS Roma, Apa Sih Rahasianya, Wahai Michael Carrick?
Liga Champions 4 November 2026, 15:40
-
Youri Tielemans Dedikasikan Kemenangan MU atas AS Roma untuk Michael Carrick
Liga Champions 4 November 2026, 15:20
-
Arsenal Menang Mudah di Kandang Slavia Praha? Kayaknya Enggak Deh!
Liga Champions 4 November 2026, 15:00
-
Tantang Fenerbahce, Liverpool Nostalgia Malam Magis di Istanbul
Liga Champions 4 November 2026, 14:40
-
Jose Mourinho Peringatkan Real Madrid untuk Tidak Jemawa ketika Hadapi AEK Athens
Liga Champions 4 November 2026, 14:20
-
Tempat Menonton Melbourne Victory vs Persib, 4 November 2026
Bola Indonesia 4 November 2026, 14:15
-
Link Streaming Melbourne Victory vs Persib, 4 November 2026
Bola Indonesia 4 November 2026, 14:09
-
Bocah Ajaib Manchester United itu Bernama Shea Lacey
Liga Champions 4 November 2026, 14:00
-
Tumbang Lawan AS Roma, Seberapa Parah Cedera Carlos Baleba?
Liga Inggris 4 November 2026, 13:20
-
Prediksi Celta vs Union Saint-Gilloise 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 13:10
-
Prediksi Real Sociedad vs Lyon 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 12:04
-
Gabriel Batistuta dan Kisah Cinta Abadi di Balik Selebrasi Ikonik 'Te Amo, Irina!'
Liga Italia 4 November 2026, 11:21
-
Prediksi AZ vs Juventus 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 10:09
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18


