QRIS Tembus 50 Juta Pengguna, Bagaimana Nasib Kartu Kredit Kini?
Editor Bolanet | 10 Oktober 2025 07:45
Bola.net - Popularitas Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai metode pembayaran digital terus menunjukkan pertumbuhan yang fenomenal. Sistem pembayaran ini berhasil mencatatkan tonggak sejarah baru dalam lanskap keuangan nasional.
Jumlah penggunanya kini telah melampaui angka 50 juta di seluruh Indonesia. Pencapaian tersebut sekaligus mengukuhkan posisinya melampaui jumlah pengguna kartu kredit yang lebih dulu eksis.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengonfirmasi langsung pencapaian impresif ini. Menurutnya, adopsi QRIS di tengah masyarakat terjadi dengan sangat cepat dan masif.
Keberhasilan ini tidak hanya terbatas di dalam negeri. Jangkauan QRIS kini telah merambah ke berbagai negara mitra strategis di kawasan Asia.
Bahkan, pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) terus mendorong ekspansi QRIS lebih jauh. Uni Emirat Arab menjadi target perluasan berikutnya untuk memperkuat transaksi lintas negara.
Namun, di balik pertumbuhan yang pesat, terdapat sejumlah tantangan yang perlu diwaspadai. Aspek keamanan transaksi menjadi isu krusial yang menuntut perhatian dari semua pihak yang terlibat.
Dominasi QRIS dan Manuver Ekspansi Global
Pencapaian QRIS sebagai tulang punggung transaksi digital di Indonesia tidak dapat dipandang sebelah mata. Peningkatannya yang signifikan telah mengubah peta persaingan di industri pembayaran elektronik.
“Pengguna QRIS itu terus meningkat dan jumlah penggunanya di Indonesia sudah lebih dari 50 juta. Jadi, ini sudah lebih tinggi dari pengguna credit card,” kata Airlangga Hartarto dalam sebuah forum investasi di Jakarta, Kamis (9/10/2025).
Di sisi lain, ekspansi QRIS juga semakin agresif di kancah internasional. Saat ini, layanan pembayaran tersebut telah dapat digunakan di Malaysia, Thailand, Jepang, Tiongkok, hingga Korea Selatan.
Pemerintah juga berencana memperluas jangkauan implementasinya hingga ke Timur Tengah. “Kita sedang mendorong untuk di Uni Emirat Arab. Kalau ini kita bisa lakukan, maka kita tidak menggunakan currency lain untuk transaksi di luar negeri. Nah, ini sangat membantu untuk menjaga stabilitas rupiah kita,” ujar Airlangga Hartarto.
Mengantisipasi Celah Keamanan Transaksi
Seiring dengan popularitasnya, potensi penyalahgunaan oleh oknum tidak bertanggung jawab juga turut meningkat. Bank Indonesia (BI) mengingatkan adanya celah yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan praktik kecurangan.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, menjelaskan bahwa risiko penipuan dapat terjadi dari sisi pedagang maupun pembeli. Oleh karena itu, kewaspadaan menjadi kunci utama dalam setiap transaksi.
“Terkait dengan QR saat ini tidak ada transaksi dengan QR palsu. Mungkin yang terjadi itu, jadi kalau misalnya pedagang, mungkin bisa saja pedagangnya memakai bukan QR sendiri tapi QR-nya orang sehingga pembeli itu bisa saja salah memindai QR-nya,” kata Filianingsih.
Sementara dari sisi pembeli, modus penipuan dapat dilakukan dengan menunjukkan bukti transfer palsu. Pedagang dapat terkecoh jika tidak melakukan verifikasi melalui notifikasi yang masuk ke sistem mereka.
Tanggung Jawab Kolektif dan Pertumbuhan Solid
Filianingsih menjelaskan lebih lanjut mengenai pentingnya kehati-hatian dari kedua belah pihak. Pedagang diimbau untuk selalu menunggu notifikasi resmi sebelum menyerahkan barang atau jasa.
“Sebaliknya, pedagang juga sama, bisa saja pembelinya nakal dan pembelinya sudah menyiapkan seperti bukti transfernya membayar QR. Artinya, pembayar harus memperhatikan ada notifikasi, seperti itu biasanya kalau uang sudah masuk ada notifikasi,” jelasnya.
Menurutnya, menjaga keamanan ekosistem QRIS adalah tanggung jawab bersama. Upaya ini memerlukan sinergi antara otoritas, pelaku industri, pedagang, hingga pengguna akhir.
“Jadi, kembali lagi, siapa yang bertugas untuk edukasi ini? Tugas dari kita semua karena memperhatikan bahwa QRIS ini sudah menjadi pilihan utama untuk transaksi ritel. Artinya pedagang, pembeli, otoritas, industri, semuanya sama-sama bertanggung jawab untuk menjaga keamanan dari transaksi QRIS ini,” ujarnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Apakah Ada Kenaikan Gaji PNS 2026? Ini Kata Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
News 2 Januari 2026, 09:48
-
Lowongan Kerja Shopee Indonesia: Posisi Campaign Marketing Entry Level
News 31 Desember 2025, 20:42
-
Datang ke Sidang Cerai dengan Ekspresi Tenang, Atalia Praratya: Mohon Doanya Saja
News 31 Desember 2025, 20:38
-
Mendagri Pastikan Pemerintah Berikan Segalanya untuk Penanganan Bencana
News 31 Desember 2025, 15:45
LATEST UPDATE
-
Live Streaming PSIM vs Borneo FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 11:18
-
Live Streaming Persib Bandung vs Isenmulang FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 10:14
-
Batas Waktu untuk Michael Carrick di Manchester United
Liga Inggris 1 November 2026, 09:10
-
Memprediksi Peluang Manchester United Terdegradasi
Liga Inggris 1 November 2026, 09:00
-
Rating Pemain Barcelona vs Alaves: Raphinha dan Yamal 9, Fermin Lopez Tertinggi
Liga Spanyol 1 November 2026, 08:51
-
Rating Pemain Inter Milan usai Kalah 1-3 dari AC Milan: Kebanyakan 6
Liga Italia 1 November 2026, 08:28
-
Rating Pemain AC Milan usai Hajar Inter Milan: Moreira Tertinggi, Maignan Krusial
Liga Italia 1 November 2026, 08:21
-
Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
Liga Italia 1 November 2026, 08:03
-
Man of the Match Bayern vs Dortmund: Konrad Laimer
Bundesliga 1 November 2026, 07:54
-
Bryan Cristante, Konduktor Sekaligus Finisher di Balik Pesta Gol AS Roma
Liga Italia 1 November 2026, 07:45
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

