Superbank Gelar IPO di Kisaran Harga Rp 525 - Rp 695, Cek Jadwal Lengkapnya
Editor Bolanet | 26 November 2025 11:09
Bola.net - PT Super Bank Indonesia Tbk atau yang lebih dikenal sebagai Superbank secara resmi mengumumkan rencana penawaran umum saham perdana (IPO). Bank digital ini bersiap melepas sebanyak 4,40 miliar saham ke publik demi memperkuat struktur permodalannya.
Langkah strategis ini setara dengan melepas 13 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perusahaan. Nilai nominal yang ditetapkan dalam aksi korporasi ini adalah sebesar Rp 100 per lembar saham.
Manajemen perusahaan telah menetapkan kisaran harga penawaran awal yang cukup menarik bagi para calon investor. Superbank menawarkan harga saham IPO berada di rentang Rp 525 hingga Rp 695 per saham.
Jika penawaran ini terserap maksimal, perseroan berpotensi meraup dana segar hingga Rp 3,06 triliun dari pasar modal. Dana jumbo tersebut telah direncanakan alokasinya untuk mendukung ekspansi bisnis bank ke depan.
Para calon investor perlu mencermati secara detail rencana penggunaan dana serta prospek bisnis yang ditawarkan. Berikut adalah rincian penggunaan dana hasil IPO serta strategi ekosistem yang menjadi andalan Superbank.
Fokus Penyaluran Kredit dan Modal Kerja
Berdasarkan prospektus yang diterbitkan, Superbank memiliki rencana matang terkait penggunaan dana hasil IPO. Sebagian besar dana yang terhimpun akan langsung dialokasikan untuk memperkuat bisnis inti perbankan.
Sekitar 70 persen dari total dana yang diraih akan digunakan sebagai modal kerja perseroan. Fokus utamanya adalah mendukung penyaluran kredit yang lebih agresif kepada nasabah.
Sementara itu, sisa dana sebesar 30 persen bakal dimanfaatkan untuk belanja modal atau capital expenditure. Anggaran ini disiapkan guna menunjang berbagai kegiatan usaha dan pengembangan operasional perseroan.
Dalam memuluskan aksi korporasi ini, Superbank telah menggandeng sejumlah sekuritas ternama sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Nama-nama besar seperti PT Mandiri Sekuritas dan PT CLSA Sekuritas Indonesia turut ambil bagian dalam proses ini.
Selain itu, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk dan PT Sucor Sekuritas juga ditunjuk untuk mengawal proses IPO tersebut. Nantinya, saham ini akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode perdagangan SUPA.
Kekuatan Ekosistem Digital
Pertumbuhan pesat Superbank tidak lepas dari sejarah panjang transformasinya dari PT Bank Fama International yang berdiri sejak 1993. Bank yang awalnya berpusat di Bandung ini kemudian bertransformasi total menjadi bank yang fokus pada layanan digital pada awal 2023.
Perubahan nama menjadi Superbank diikuti dengan pemindahan kantor pusat ke Jakarta untuk memperluas jangkauan operasional. Strategi ini diperkuat dengan komitmen mempromosikan inklusi keuangan melalui inovasi ekosistem digital.
Mengutip laman e-ipo, pertumbuhan Perseroan yang pesat pada lanskap perbankan Indonesia didorong oleh keunggulan unik atas ekosistem yang dimiliki Perseroan.
Keunggulan tersebut terbukti dari lonjakan jumlah pengguna aktif yang sangat signifikan dalam waktu singkat. Sejak peluncuran publik pada Juni 2024, pengguna aktif meroket dari di bawah 20.000 menjadi sekitar 4 juta pengguna per 30 Juni 2025.
Faktor pendorong utama pertumbuhan masif ini adalah integrasi strategis dengan aplikasi Grab dan OVO. Tercatat per 30 Juni 2025, sekitar 64,4 persen pengguna aplikasi perseroan berhasil diakuisisi melalui kedua platform raksasa tersebut.
Jadwal dan Target Pasar
Superbank menyasar segmen pasar yang luas, termasuk masyarakat underbanked dan unbanked serta pelaku UMKM. Platform mitra yang luas memungkinkan perseroan menjangkau basis pengguna hingga ke daerah semi-perkotaan dan pedesaan.
Langkah ini sejalan dengan visi perusahaan untuk membangun kepercayaan dan mendorong inklusi keuangan di seluruh lapisan masyarakat. Rencana selanjutnya, Superbank akan mengintegrasikan layanannya ke platform mitra strategis lainnya untuk memperluas jangkauan.
Bagi investor yang berminat mengoleksi saham SUPA, masa penawaran awal atau bookbuilding diperkirakan berlangsung pada 25 November hingga 1 Desember 2025. Proses ini menjadi tahap awal sebelum pernyataan efektif dikantongi.
Perkiraan tanggal efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan keluar pada 8 Desember 2025. Setelah itu, masa penawaran umum perdana saham dijadwalkan berlangsung pada 10 hingga 15 Desember 2025.
Tahap akhir dari rangkaian ini adalah pencatatan saham secara resmi di papan perdagangan bursa. Jika seluruh proses berjalan lancar, saham SUPA diperkirakan mulai diperdagangkan di BEI pada 17 Desember 2025.
Berikut jadwal IPO:
- Perkiraan masa penawaran awal pada 25 November-1 Desember 2025
- Perkiraan tanggal efektif pada 8 Desember 2025
- Perkiraan masa penawaran umum perdana saham pada 10-15 Desember 2025
- Perkiraan tanggal penjatahan pada 15 Desember 2025
- Perkiraan tanggal distribusi saham secara elektronik pada 16 Desember 2025
- Perkiraan tanggal pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 17 Desember 2025.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Apakah Ada Kenaikan Gaji PNS 2026? Ini Kata Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
News 2 Januari 2026, 09:48
-
Lowongan Kerja Shopee Indonesia: Posisi Campaign Marketing Entry Level
News 31 Desember 2025, 20:42
-
Datang ke Sidang Cerai dengan Ekspresi Tenang, Atalia Praratya: Mohon Doanya Saja
News 31 Desember 2025, 20:38
-
Mendagri Pastikan Pemerintah Berikan Segalanya untuk Penanganan Bencana
News 31 Desember 2025, 15:45
LATEST UPDATE
-
Ambisi Chanathip Bawa Thailand Juara FIFA ASEAN Cup 2026: Anggap Vietnam Jadi Batu Sandungan
Tim Nasional 22 September 2026, 14:44
-
Diego Simeone: Barcelona Sudah Jadi 'Alien' di La Liga!
Liga Spanyol 22 September 2026, 14:18
-
AC Milan yang Ini Mampu Tampil Agresif Sejak Menit Awal
Liga Italia 22 September 2026, 14:11
-
Takluk dari Chinese Taipei, Tim Voli Putri Indonesia Finis ke-6 di Asian Games 2026
Voli 22 September 2026, 14:02
-
Nilai Pasar FIFA ASEAN Cup 2026: Timnas Indonesia Termahal, Singapura Paling Rendah
Tim Nasional 22 September 2026, 13:26
-
Bedah Performa 2 Pilar Persib Dipanggil Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026
Tim Nasional 22 September 2026, 13:15
-
Laju Kencang Dewa United pada 4 Laga Awal BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 22 September 2026, 13:01
-
Modric Kembali Kendalikan Permainan, Pulisic Kembali dengan Dampak Besar
Liga Italia 22 September 2026, 13:01
-
Nasib Nelangsa Isenmulang FC: 3 Laga Tanpa Poin dan tak Bisa Main di Kandang
Bola Indonesia 22 September 2026, 12:51
-
Voli Pantai Asian Games 2026: Bangkit, Imam/Fairuz Raih Kemenangan Perdana
Olahraga Lain-Lain 22 September 2026, 12:41
-
KapanLagi Pensi Bareng 2026 Hadir di SMAN 72 Jakarta, Bawa Musik dan Kompetisi Bakat
Lain Lain 22 September 2026, 12:32
-
AC Milan Akhirnya Bisa Clean Sheet Lagi
Liga Italia 22 September 2026, 12:04
-
BRI Region 13 Malang Dorong Kepedulian Lingkungan dari Sekolah, Bagikan 17 Bibit Pohon Produktif
News 22 September 2026, 11:20
-
Allegri yang Mulai Tertekan di Napoli
Liga Italia 22 September 2026, 11:06
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33

