
Bola.net - PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan catatan impresif sebagai penghimpun dana terbesar tahun ini. Aksi korporasi yang digelar pada Rabu, 17 Desember 2025 ini berhasil meraup dana segar dari publik senilai Rp2,79 triliun.
Pencatatan perdana ini sekaligus menasbihkan Superbank sebagai emiten ke-26 yang masuk ke pasar modal sepanjang tahun 2025. Perseroan mencatatkan sahamnya di papan pengembangan dan langsung menjadi sorotan utama para pelaku pasar.
Nilai emisi yang fantastis tersebut menjadikan SUPA sebagai emiten bank digital dengan raihan dana IPO terbesar dalam sejarah bursa domestik. Angka ini jauh melampaui capaian PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) yang sebelumnya menghimpun dana sekitar Rp209,8 miliar.
Tingginya minat pasar tidak lepas dari dukungan ekosistem raksasa di belakang perseroan serta prospek ekspansi kredit yang agresif. Momentum ini dinilai mampu menggairahkan kembali sektor bank digital yang sempat mengalami fluktuasi sentimen.
Dana hasil penawaran umum ini rencananya akan langsung dieksekusi untuk memperkuat struktur permodalan dan infrastruktur teknologi. Manajemen telah menyiapkan alokasi strategis guna memenangkan persaingan di pasar keuangan digital yang kian ketat.
Struktur Penawaran dan Valuasi

Dalam aksi korporasi ini, perseroan melepas sebanyak 4,40 miliar saham baru kepada publik. Jumlah tersebut setara dengan 13 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan pasca penawaran umum.
Harga penawaran saham perdana ditetapkan oleh manajemen di angka Rp635 per lembar saham. Penetapan harga ini membawa valuasi total dana yang dihimpun mencapai angka triliunan rupiah seperti yang telah disebutkan.
Secara keseluruhan, PT Super Bank Indonesia Tbk mencatatkan total 33,55 miliar saham di lantai bursa. Angka ini terdiri dari saham pendiri sebesar 29,15 miliar lembar dan saham hasil IPO sebesar 4,4 miliar lembar.
Adapun nilai nominal yang ditetapkan untuk setiap lembar saham adalah Rp100. Struktur permodalan yang baru ini diharapkan memberikan fleksibilitas bagi perusahaan untuk bermanuver di pasar.
Peta Baru Persaingan Bank Digital
Kehadiran SUPA secara resmi menambah panjang daftar emiten bank digital yang melantai di pasar modal Indonesia. Superbank kini tercatat sebagai emiten bank digital ke-8 yang siap bersaing memperebutkan kue pasar nasabah ritel dan UMKM.
Sebelumnya, lantai bursa telah dihuni oleh pemain-pemain lama yang cukup agresif. Deretan emiten tersebut antara lain PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB), PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI), hingga PT Bank Jago Tbk (ARTO).
Pengamat pasar modal Indonesia, Reydi Octa, melihat kehadiran pemain baru ini dapat menjadi katalis positif. Ia menilai IPO SUPA berpotensi mendorong kembali tren bank digital yang relevansinya kian tinggi dengan gaya hidup masyarakat.
"IPO SUPA bisa kembali dorong tren bank digital, bank digital akan semakin relevan di Indonesia apalagi dengan gaya hidup dan kebutuhan gen z," ujar Reydi kepada Liputan6.com, Rabu (17/12/2025).
Dukungan Ekosistem Raksasa
Salah satu faktor kunci yang membuat IPO SUPA sukses menarik minat investor adalah jajaran pemegang saham di belakangnya. Keterlibatan konglomerasi teknologi dan media dinilai memberikan jaminan akses pasar yang luas.
Antusiasme pasar terbukti nyata dengan terjadinya kelebihan permintaan atau oversubscribed selama masa penawaran. Hal ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap fundamental dan prospek bisnis jangka panjang perseroan.
Reydi Octa menyoroti bahwa kolaborasi nama-nama besar di balik Superbank menjadi magnet utama bagi para pemodal. Sinergi antar pemegang saham strategis dianggap sebagai modal kuat untuk penetrasi pasar.
"Prospek IPO SUPA menurut saya menarik karena melibatkan perusahaan-perusahaan besar seperti Grab, Ovo, Singtel, KakaoBank, Emtek," jelas Reydi.
Strategi Ekspansi dan Teknologi
Manajemen Superbank telah menyusun rencana matang terkait penggunaan dana hasil IPO yang cukup jumbo tersebut. Sebanyak 70 persen dari total dana akan dialokasikan sebagai modal kerja untuk memacu penyaluran kredit.
Sementara itu, sisa dana sebesar 30 persen akan digunakan untuk belanja modal atau capital expenditure. Penggunaan dana ini akan dilakukan secara bertahap mulai tahun 2026 hingga lima tahun ke depan.
Fokus belanja modal akan diarahkan pada pengembangan produk pendanaan serta modernisasi infrastruktur teknologi informasi. Investasi mencakup penerapan kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan analitik data untuk mendukung operasional.
Selain itu, penguatan aspek keamanan siber (cybersecurity) menjadi prioritas utama manajemen. Langkah ini diambil untuk membangun fondasi digital yang kokoh, aman, dan efisien bagi nasabah ritel maupun UMKM.
Sumber: Liputan6.com
Advertisement
Berita Terkait
-
News 6 Januari 2026 21:54CPNS 2026: Syarat Pendaftaran dan Waspada Hoaks yang Mengintai
-
News 6 Januari 2026 21:46Stiker Presiden di WhatsApp, Bisa Dipidana? Ini Penjelasan Menteri Hukum
-
News 5 Januari 2026 09:11Panduan Lengkap Skrining BPJS Kesehatan 2026: Begini Caranya!
LATEST UPDATE
-
Liga Italia 22 September 2026 16:55Francesco Totti Ungkap 2 Klub Serie A yang Ingin Merekrutnya Usai Pensiun
-
Liga Inggris 22 September 2026 16:38Belum Menyerah! MU Masih Coba Yakinkan JJ Gabriel Bertahan di Old Trafford
-
Liga Spanyol 22 September 2026 16:24Tidak Ada Alasan Lamine Yamal Tidak Juara Ballon d'Or 2026!
-
Liga Italia 22 September 2026 16:20Djed Spence Segera Debut di Inter, Siap Tampil Usai Jeda Internasional
BERITA LAINNYA
-
news 22 September 2026 11:20BRI Region 13 Malang Dorong Kepedulian Lingkungan dari Sekolah, Bagikan 17 Bibit Pohon Produktif
-
news 20 September 2026 05:21BRI Region 13 Malang Serahkan Ambulans untuk Dukung Akses Kesehatan Warga Lumbang
-
news 27 Agustus 2026 15:16Semarak Merah Putih di Pujon Kidul, BRI Dorong Ekonomi Desa dan Berdayakan UMKM
SOROT
-
Liputan6 22 September 2026 16:52Bupati Bolmut Diduga Patok Fee 10% dari Pengadaan Barang dan Jasa
-
Liputan6 22 September 2026 16:43Bupati Bolmut Ditahan KPK: Saya Minta Maaf Masyarakat Bolaang Mongondow Utara
-
Liputan6 22 September 2026 16:27Prabowo Panggil Dirjen Bea Cukai ke Istana, Bahas Apa?
-
Liputan6 22 September 2026 16:12Siswa SD di Lampung Tengah Meninggal Tersedak Biji Kelengkeng
-
Liputan6 22 September 2026 15:56Prabowo Panggil Menteri hingga Kepala Lembaga ke Istana
-
Liputan6 22 September 2026 15:20DPR Buka Peluang Bakal Ada 5 Capres di Pemilu
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355054/original/093135100_1790070738-WhatsApp_Image_2026-09-22_at_16.47.45.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355040/original/091970000_1790070162-IMG_20260922_161920_861.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355012/original/077252400_1790069243-Screenshot_20260922_161354_WhatsApp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354987/original/059668700_1790068330-1001690842.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302220/original/068100800_1784536790-Pidato_Prabowo_di_Sidang_Kabinet.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5316581/original/027911400_1755242629-b5925e9a-8bf3-4db6-a277-8f83cc78739c.jpg)
