Indonesia Sports Summit 2025: Meriah Bersama Nesta, Cambiasso, hingga Bambang Pamungkas
Gia Yuda Pradana | 6 Desember 2025 16:29
Bola.net - Indonesia Sports Summit 2025 tampil sebagai ajang prestisius yang menggabungkan kolaborasi, edukasi, dan euforia pertemuan legenda sepak bola. Event yang digelar Kemenpora RI ini langsung menyedot perhatian publik sejak hari pertama, terutama karena kehadiran nama-nama besar dari kancah internasional maupun nasional. Indonesia Sports Summit (ISS) 2025 bukan sekadar forum, melainkan panggung perjumpaan para ikon yang telah menorehkan sejarah panjang di dunia olahraga.
Tahun ini, magnet utama datang dari dua legenda sepak bola Eropa, Alessandro Nesta dan Esteban Cambiasso. Keduanya tampil sebagai figur sentral yang menghidupkan atmosfer internasional dalam penyelenggaraan ISS edisi perdana. Di sisi lain, publik Tanah Air mendapat suguhan nostalgia berharga lewat hadirnya Bambang Pamungkas dan Ponaryo Astaman, dua tokoh penting dalam perjalanan sepak bola Indonesia.
Kombinasi para bintang dunia dan ikon lokal menjadikan gelaran ISS terasa lengkap. Masyarakat tidak hanya disuguhi pameran dan forum diskusi, tetapi juga kesempatan langka untuk bertemu langsung dengan pemain-pemain yang sebelumnya hanya tampil di layar kaca. Kehadiran mereka menegaskan status ISS sebagai salah satu forum olahraga paling bergengsi di Asia.
Legenda Dunia dan Ikon Lokal Menyatukan Panggung ISS 2025

ISS 2025 di desain bukan hanya sebagai forum kebijakan, tetapi juga ruang interaksi antara publik dan para legenda olahraga. Kehadiran Nesta dan Cambiasso menjadi daya tarik kuat bagi peserta maupun pengunjung. Keduanya membawa sentuhan eksklusif sekaligus menambah nilai internasional pada ajang yang digagas Kemenpora ini.
Dari kubu tuan rumah, Bambang Pamungkas dan Ponaryo Astaman mendapatkan sambutan meriah yang menunjukkan betapa kuatnya memori publik terhadap generasi emas sepak bola nasional. Momen bertemunya legenda dunia dengan legenda lokal menciptakan dinamika yang jarang ditemukan di event lainnya, membuat ISS 2025 terasa lebih hidup dan inklusif.
Lebih dari sekadar bertukar cerita, kehadiran para legenda ini memberi inspirasi bagi pelaku industri olahraga, komunitas, hingga generasi muda. Mereka menjadi simbol perjalanan panjang—baik dalam kemenangan maupun tantangan—yang relevan dengan upaya pembangunan ekosistem olahraga Indonesia.
Erick Thohir dan Transformasi Ekosistem Olahraga Nasional

Dalam konferensi pers di Indonesia Arena, Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menegaskan tujuan besar ISS sebagai motor percepatan pembenahan ekosistem olahraga nasional. Ia menyampaikan bahwa perubahan tidak bisa dilakukan setengah-setengah. Kebijakan publik yang kokoh dan sinergi lintas sektor menjadi fondasi mutlak.
Erick menekankan pentingnya introspeksi di internal Kemenpora sebagai langkah awal transformasi. Ia mengatakan, “Jadi, nomor satu, kami introspeksi diri, di mana kami bukan memimpin, tapi mengayomi. Karena itu, ketika bicara perubahan transformasi yang ada di Kemenpora, yang terpenting kan mindset dari tim saya di Kemenpora. Nah, inilah salah satu summit ini.”
Ia juga menambahkan bahwa kerja sama dengan kementerian lain menjadi kebutuhan mendesak agar berbagai program, termasuk pengembangan student-athlete, bisa berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. ISS 2025 hadir sebagai ruang strategis untuk menyatukan para pemangku kepentingan dari ranah kebijakan, ekonomi, hingga industri olahraga.
Melalui momentum ini, pemerintah berharap arah pembangunan olahraga nasional menjadi lebih terstruktur, terarah, dan mampu menopang munculnya lebih banyak talenta berprestasi.
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Indonesia Sports Summit 2025: Harapan Baru Menguatkan Ekosistem Olahraga Nasional
- Kemenpora dan Indonesia Sports Summit 2025 Kampanyekan Beyond the Game untuk Bantu Korban Bencana Sumatra
- Kemenpora Menyelenggarakan Indonesia Sports Summit 2025 di Indonesia Arena pada 6-7 Desember 2025, Berikut Agenda Lengkapnya
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Inter Babak Belur di Kandang, Arsenal Terlalu Kejam di Depan Gawang
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:17
-
Lawan Arsenal, Inter Kebobolan Tiga Gol Terlalu Mudah
Liga Champions 21 Januari 2026, 11:36
-
Arsenal Tak Terbendung, Inter Terpuruk di Liga Champions
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:24
-
Siapa Mampu Hentikan Arsenal di Liga Champions Musim Ini?
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:10
-
Rapor Pemain Inter: Gol Roket Sucic Tak Cukup, Arsenal Pulang Tersenyum
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:06
LATEST UPDATE
-
Prediksi Bologna vs Celtic 23 Januari 2026
Liga Eropa UEFA 22 Januari 2026, 00:45
-
Prediksi PAOK vs Real Betis 23 Januari 2026
Liga Eropa UEFA 22 Januari 2026, 00:45
-
Prediksi Fenerbahce vs Aston Villa 23 Januari 2026
Liga Eropa UEFA 22 Januari 2026, 00:45
-
Bayangan Starting XI Timnas Indonesia di FIFA Series 2026: Ujian Awal John Herdman
Tim Nasional 21 Januari 2026, 20:56
-
Seri Ketiga Proliga 2026: Bandung bjb Tandamata Bidik Sapu Bersih di Rumah Sendiri
Voli 21 Januari 2026, 20:45
-
Live Streaming Newcastle vs PSV - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Marseille vs Liverpool - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Juventus vs Benfica - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Chelsea vs Pafos - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06






