Akui Mirip Stoner, Crutchlow Tak Takut Kendarai Ducati
Editor Bolanet | 8 Juni 2012 18:45
- Setelah selalu berhasil menempati posisi lima besar sebanyak empat kali di awal musim MotoGP 2012 bersama tim satelit Yamaha, penawaran tim lain kepada Cal Crutchlow terus berdatangan.
Crutchlow dan rekan setimnya di Monster Yamaha Tech 3, Andrea Dovizioso bisa saja dipindahkan ke tim pabrikan Yamaha musim depan, khususnya jika Ben Spies terus mengalami kesulitan hingga akhir musim nanti.
Selain itu, Tech 3 sendiri telah berniat mempromosikan pebalap Moto2, Bradley Smith untuk naik ke kelas MotoGP bersama mereka, dan ini berarti salah satu dari Crutchlow dan Dovizioso harus keluar dari tim tersebut.
Crutchlow pun akhir-akhir ini telah memberi isyarat kepada media Inggris bahwa ia sedang mencari tim pabrikan selain Yamaha Factory Racing yang memiliki potensi tinggi. Ia pun tidak menutup kemungkinannya untuk membalap di atas motor Ducati, yang selama ini mengalami kesulitan.
Saya tidak takut, ujar Crutchlow. Mereka adalah sebuah motor, anda hanya akan mencoba dan mengendarainya sebaik mungkin. Anda harus lihat Valentino Rossi. Ia tidak memenangkan balapan di Le Mans, namun ia menunjukkan kepada kita semua bahwa ia mampu. Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Di hari tertentu mungkin ia menjalani balapan yang kurang baik, namun bisa saja di kemudian hari ia meraih kemenangan.
Crutchlow juga menyatakan bahwa sepertinya Ducati akan cocok untuknya, karena gaya balapnya begitu mirip dengan Casey Stoner, yakni satu-satunya pebalap yang mampu 'menjinakkan' kekuatan dari motor Desmosedici selama lima musim terakhir.
Meskipun ia selalu melaju cepat dibanding saya, namun jika saya amati, gaya balap saya mirip dengan Casey, dan ia adalah satu-satunya pebalap yang 'mampu' mengendarai Ducati. Apakah saya takut mengendarainya jika mendapat kesempatan? Tidak, lanjut pebalap asal Inggris tersebut.
Tentu saja saya melakukan pembicaraan dengan beberapa pihak. Pada akhirnya Herve Poncharal (pimpinan Tech 3) akan mengontrak Bradley, dan mungkin saja itu bisa menjadi hal yang terbaik bagi mereka, tambahnya.
Sudah jelas bahwa saya masih memiliki kontrak satu tahun lagi. Namun jika saya harus membuat keputusan, maka segalanya akan lebih mudah. Saya melakukan negosiasi dengan orang-orang, dan kami telah menjalin kedekatan dengan tim lain. Tapi hingga kini, saya masih memiliki pekerjaan yang harus diselesaikan bersama Tech 3, tutup juara World Supersport 2009 itu. (sp/kny)
Crutchlow dan rekan setimnya di Monster Yamaha Tech 3, Andrea Dovizioso bisa saja dipindahkan ke tim pabrikan Yamaha musim depan, khususnya jika Ben Spies terus mengalami kesulitan hingga akhir musim nanti.
Selain itu, Tech 3 sendiri telah berniat mempromosikan pebalap Moto2, Bradley Smith untuk naik ke kelas MotoGP bersama mereka, dan ini berarti salah satu dari Crutchlow dan Dovizioso harus keluar dari tim tersebut.
Crutchlow pun akhir-akhir ini telah memberi isyarat kepada media Inggris bahwa ia sedang mencari tim pabrikan selain Yamaha Factory Racing yang memiliki potensi tinggi. Ia pun tidak menutup kemungkinannya untuk membalap di atas motor Ducati, yang selama ini mengalami kesulitan.
Saya tidak takut, ujar Crutchlow. Mereka adalah sebuah motor, anda hanya akan mencoba dan mengendarainya sebaik mungkin. Anda harus lihat Valentino Rossi. Ia tidak memenangkan balapan di Le Mans, namun ia menunjukkan kepada kita semua bahwa ia mampu. Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Di hari tertentu mungkin ia menjalani balapan yang kurang baik, namun bisa saja di kemudian hari ia meraih kemenangan.
Crutchlow juga menyatakan bahwa sepertinya Ducati akan cocok untuknya, karena gaya balapnya begitu mirip dengan Casey Stoner, yakni satu-satunya pebalap yang mampu 'menjinakkan' kekuatan dari motor Desmosedici selama lima musim terakhir.
Meskipun ia selalu melaju cepat dibanding saya, namun jika saya amati, gaya balap saya mirip dengan Casey, dan ia adalah satu-satunya pebalap yang 'mampu' mengendarai Ducati. Apakah saya takut mengendarainya jika mendapat kesempatan? Tidak, lanjut pebalap asal Inggris tersebut.
Tentu saja saya melakukan pembicaraan dengan beberapa pihak. Pada akhirnya Herve Poncharal (pimpinan Tech 3) akan mengontrak Bradley, dan mungkin saja itu bisa menjadi hal yang terbaik bagi mereka, tambahnya.
Sudah jelas bahwa saya masih memiliki kontrak satu tahun lagi. Namun jika saya harus membuat keputusan, maka segalanya akan lebih mudah. Saya melakukan negosiasi dengan orang-orang, dan kami telah menjalin kedekatan dengan tim lain. Tapi hingga kini, saya masih memiliki pekerjaan yang harus diselesaikan bersama Tech 3, tutup juara World Supersport 2009 itu. (sp/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Valentino Rossi Tegas Tak Mau Tes Motor MotoGP: Saya Nggak Kangen!
Otomotif 13 Maret 2026, 10:52
LATEST UPDATE
-
Enzo Fernandez dan Gol Terpenting dalam Kariernya
Piala Dunia 8 Juli 2026, 16:58
-
Prancis Punya Michael Olise, Maroko Punya Achraf Hakimi
Piala Dunia 8 Juli 2026, 16:22
-
Maroko yang Kini Berani Mendominasi Laga
Piala Dunia 8 Juli 2026, 15:57
-
Argentina dan 14 Menit yang Mengubah Cerita
Piala Dunia 8 Juli 2026, 12:55
-
Gregor Kobel Berdiri Tegak di Bawah Mistar
Piala Dunia 8 Juli 2026, 11:48
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55















