Andrea Iannone Akui Menyesal Tinggalkan Ducati
Anindhya Danartikanya | 19 September 2019 14:10
Bola.net - Pebalap Aprilia Racing Team Gresini, Andrea Iannone, secara blak-blakan mengaku bahwa ia menyesal telah meninggalkan Ducati Team pada akhir 2016 lalu. Dalam wawancaranya dengan GPOne, Iannone mengakui, andai bertahan di pabrikan Italia tersebut, mungkin dirinya takkan kesulitan seperti sekarang.
Iannone merupakan kesuksesan pertama Ducati dari program junior mereka di MotoGP. Diturunkan di Pramac Racing pada 2013-2014, ia pun naik ke tim pabrikan pada 2015. Selama membela Tim Merah, The Maniac mengoleksi tujuh podium dan satu kemenangan, serta konsisten bertarung di papan atas.
Sepanjang 2016, kabar soal negosiasi antara Jorge Lorenzo dan Ducati pun menyeruak. Ducati pun segera mempertimbangkan siapa yang harus mereka pertahankan: Andrea Iannone dan Andrea Dovizioso? Iannone pun mendapat tawaran bertahan, namun ia menolak, dan lebih memilih pindah ke Suzuki Ecstar.
Harusnya Terima Tawaran Ducati
"Apakah Anda ingin tahu bahwa saya punya penyesalan? Ya, saya bisa memberi jawaban berbeda kepada sebuah panggilan telepon yang saya terima. Saya harusnya berkata 'ya' ketimbang 'tidak'. Tapi itu adalah bagian dari perjalanan saya," ungkap Iannone, yang hanya bertahan dua tahun di Suzuki.
Bersama pabrikan Jepang itu, Iannone kesulitan kompetitif sepanjang 2017 akibat salah memilih arah pengembangan GSX-RR, namun langsung garang pada 2018, merebut empat podium. Sayangnya, semua sudah terlambat. Suzuki ingin menggaet rider muda Spanyol, Joan Mir, hingga Iannone menerima tawaran dari Aprilia.
"Saya kini lebih realistis, lebih sabar dan tak lagi kelewat instingtif. Jelas, dengan pengalaman, saya pasti bisa berkata 'ya' sekarang, dan sungguh berat untuk mengakuinya, karena saya kelewat bangga. Tapi ada kalanya anda melakukan kesalahan dan harus membayarnya. Kini saya harus beranjak," ujar rider Italia ini.
Ogah Berandai-andai Soal 2017-2018
Sepeninggal Iannone ke tim lain, Ducati pun benar-benar bangkit lewat Dovizioso, yang menjadi rival serius bagi Marc Marquez dan Repsol Honda. Sayangnya, Dovizioso dan Ducati juga gagal merebut dua gelar dunia sekaligus. Iannone pun tak mau berandai-andai soal peluang dirinya bisa tampil lebih baik dari Dovizioso andai bertahan.
"Hanya orang lain yang bisa menilainya. Yang jelas Anda tak boleh berkata 'andai' atau 'tapi'. Saya tak bertanya pada diri sendiri mengapa saya tak punya motor terbaik dalam beberapa musim terakhir. Saya sendiri tak tahu apa yang bisa saya lakukan dalam dua musim tersebut. Saya hanya bisa katakan bahwa saya punya kenangan manis bersama mereka," pungkas Iannone.
Pebalap berusia 30 tahun ini sempat absen dalam balapan MotoGP Misano, San Marino, akhir pekan lalu akibat kecelakaan dalam sesi latihan bebas keempat dan cedera bahu kiri. Ia pun berharap bisa turun di Motorland Aragon, Spanyol, akhir pekan nanti.
Sumber: GPOne
Baca Juga:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Prancis Tinggalkan Banyak Catatan Positif dari Piala Dunia 2026
Piala Dunia 22 Juli 2026, 18:03
-
Spanyol Punya Modal Besar Pertahankan Gelar Piala Dunia pada 2030
Piala Dunia 22 Juli 2026, 17:31
-
Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor! Ini Cara Seluruh 308 Gol Tercipta
Piala Dunia 22 Juli 2026, 16:47
-
Kalah 0-3, Bali United Dapat Ujian Berkualitas dari Timnas Indonesia
Bola Indonesia 22 Juli 2026, 16:39
-
Tampil di Piala AFF 2026, Singapura Kehilangan Dua Pemain Andalan
Bola Indonesia 22 Juli 2026, 16:30
-
Alasan Manchester United Enggan Belanja Pemain Tembus 100 Juta Pounds
Liga Inggris 22 Juli 2026, 14:00
-
Barcelona Tak Tutup Pintu untuk Kepergian Ronald Araujo
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 12:00
-
Kabar Baik untuk Real Madrid, Rodrygo Berpeluang Comeback Lebih Cepat
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 11:31
-
Tottenham Masuk Persaingan, 3 Klub Premier League Incar Marcus Rashford
Liga Inggris 22 Juli 2026, 11:01
-
Andoni Iraola Buka Suara soal Rumor Alexis Mac Allister ke Real Madrid
Liga Inggris 22 Juli 2026, 10:31
-
Gary Neville: Tanpa Lionel Messi, Argentina Sulit Tembus Semifinal
Piala Dunia 22 Juli 2026, 10:01
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55










