Bela Honda, Lorenzo Teringat Musim Perdana di Yamaha
Anindhya Danartikanya | 11 Desember 2018 15:25
Bola.net - - Usai membela Ducati Corse selama dua musim, Jorge Lorenzo dipastikan bakal membela Repsol Honda di MotoGP 2019. Kepada BT Sport, Lorenzo pun mengaku sedikit teringat pada musim perdananya membela Yamaha Factory Racing pada 2008 lalu, di mana ia bertandem dengan Valentino Rossi.
Saat ia tiba di Yamaha, Rossi merupakan rider nomor satu Yamaha, dan kini ia pun tiba di Repsol Honda, di mana Marc Marquez jauh lebih berpengalaman dalam mengendarai RC213V. Lorenzo menyakini proses adaptasinya takkan mudah, namun percaya bahwa sekalinya nyaman di atas RCV, ia akan tampil segarang Marquez.
"Kurang lebih situasi saya bakal sama dengan seperti saat saya tiba di Yamaha bersama Vale. Tapi saya tampil baik dan beruntung bisa menang. Selama beberapa tahun terakhir, Marc merupakan rider tercepat. Tapi saya meraih gelar pada 2015, dan saya satu-satunya yang bisa mengalahkannya," ujarnya.
Bakal Ubah Gaya Balap
Lorenzo pun mengakui bahwa demi mengendalikan RCV, dirinya harus melakukan penyesuaian gaya balap, mengingat motor ini dikenal membutuhkan gaya balap yang sangat agresif. Meski begitu, ia yakin takkan bisa mengubah gaya balapnya yang dikenal smooth.
"Tentu saya akan mengubah gaya balap, setidaknya sedikit. Karena setiap motor membutuhkan gaya balap tertentu untuk dikendarai. Meski begitu, gaya balap saya secara umum takkan berubah karena setiap rider punya khas. Saya akan tetap berkendara dengan smooth, tak peduli motor apa yang Anda berikan kepada saya. Tapi jelas saya punya banyak hal untuk dipelajari," ungkapnya.
Sensasi Gantikan Pedrosa
Di lain sisi, kedatangan Lorenzo di Repsol Honda ini memiliki fakta unik. Ia menggantikan posisi Dani Pedrosa yang telah memutuskan pensiun. Lucunya, mereka kerap berselisih saat masih belia, dan kini justru memiliki hubungan yang sangat baik. Lorenzo pun mengaku bakal sangat kehilangan sosok Pedrosa di grid musim depan.
"Saya mengenal Dani sejak saya berusia 12 tahun. Ia sedikit lebih tua dari saya. Saat kami turun di Kejuaraan Spanyol, semua membicarakannya. Saat kami turun di GP250, kami menjadi rival di dalam dan luar lintasan. Pada 2008 ia menolak menjabat tangan saya, dan keesokan harinya Raja Spanyol coba memperbaiki situasi dan peristiwa itu menjadi viral. Saya dan Dani menjadi rival sampai 2012, dan sejak itu situasi kami membaik. Kita jelas kehilangan rider hebat, seorang juara," pungkas Lorenzo.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Austria: Yamal Siap Pimpin La Roja
Piala Dunia 2 Juli 2026, 15:47
-
Anti Ribet! Shopee Luncurkan Layanan Belanja Instan 1 Jam Tiba
Lain Lain 2 Juli 2026, 15:24
-
Pochettino Sebut Balogun Tidak Pantas Dikartu Merah
Piala Dunia 2 Juli 2026, 13:47
LATEST EDITORIAL
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41

















