Casey Stoner Kritik Honda, Sebut Terlalu Fokus Ikuti Arahan Marc Marquez
Anindhya Danartikanya | 29 Desember 2021 12:35
Bola.net - Juara dunia MotoGP 2007 dan 2011, Casey Stoner, yakin Honda melakukan kesalahan karena hanya fokus mengikuti arahan Marc Marquez dalam mengembangkan RC213V. Atas alasan ini, pembalap Honda yang lain jadi sulit kompetitif, karena tiap rider punya kebutuhan berbeda-beda. Hal ini ia sampaikan lewat Speedweek, Selasa (28/12/2021).
Sejak 2013, rider Honda yang mampu merebut gelar memang hanya Marquez. Selain itu, belum lagi ada rider Honda lain yang memenangi balapan sejak Cal Crutchlow di Argentina pada 2018. Para rival pun kerap menyebut, tanpa Marquez, Honda bakal kesulitan kompetitif. Namun, Manajer Tim Repsol Honda, Alberto Puig, selalu gigih membantah.
Meski begitu, semua terbukti ketika Marquez harus absen semusim sepanjang 2020 akibat patah tulang lengan. Honda paceklik kemenangan untuk pertama kali sejak 1981, dan hanya Alex Marquez yang mampu naik podium. Honda baru kembali menang pada Juli lalu, uniknya juga lewat Marquez sendiri, di trek favoritnya, Sachsenring.
Menurut Stoner, sulitnya rider Honda lain untuk tampil kompetitif diakibatkan Honda yang terlalu fokus pada arahan Marquez, tanpa mau terbuka pada masukan tiga rider lainnya. Stoner pun menyatakan bahwa mentalitas ini bahkan sudah dimiliki Honda sejak ia masih menjadi test rider mereka, yakni pada 2013-2015.
RCV Banyak Masalah, Hanya Saja Ditutupi Talenta Marquez

"Saya rasa Marc dan timnya melakukan kesalahan pada beberapa tahun pertama. Marc kuat pada pengereman, jadi Honda membuat motor mereka hanya kuat pada pengereman. Padahal, harusnya ini selalu soal kompromi. Ketika Anda punya satu kekuatan besar pada motor Anda, maka area lain bakal sangat lemah," tutur Stoner.
Pria asal Australia ini juga mengaku, saat ia masih jadi test rider Honda, ia diminta hanya fokus mengevaluasi fase pengereman dan stabilitas pengereman, yakin titik kuat Marquez. Alhasil, pembalap Honda lain pun kesulitan naik podium. Menurut Stoner, Marquez menjuarai MotoGP 2013 dan 2014 karena lihai dalam menutupi masalah RCV.
"Motor mereka jadi sulit dikendalikan. Marc lah yang sangat baik menutupi beberapa masalah. Tapi mereka juga mendapati masalah pada 2015, ketika Marc gagal juara hingga harus kembali ke sasis lama demi mencari sensasi yang baik. Setelah itu, barulah motor mereka lebih baik ketika berbelok di tengah tikungan," kisah Stoner.
Punya Pengalaman Serupa di Ducati

Marquez sendiri kerap membantah RCV merupakan motor yang sulit dikendarai. Tapi Stoner berpendapat lain. Kesimpulan ini ia tarik karena ia punya pengalaman serupa pada 2007-2010. Kala itu, Stoner satu-satunya rider yang mampu menang di atas Desmosedici, sementara rider lain kesulitan karena Ducati hanya mendengarkan arahannya.
"Saya tak bisa duduk-duduk di sofa dan menghakimi apa yang baru-baru ini terjadi. Tapi pada masa-masa awal saya di Ducati, saya juga satu-satunya rider mereka yang ada di papan atas ketika rider lainnya kesulitan. Kala itu saya juga tak pernah berpikir motornya buruk, karena saya masih bisa menang dan naik podium," ujarnya.
"Kenyataannya, tiap rider memang berbeda dan menginginkan hal-hal berbeda pula. Apakah ini masalah Honda atau yang lain? Sulit mengatakannya. Saya hanya bisa bicara soal masalah yang saya temukan pada sasis mereka ketika masih jadi test rider Honda," pungkas Stoner, yang juga jadi test rider Ducati pada 2016-2018.
Sumber: Speedweek
Baca Juga:
Rumah Dibobol Maling, Fabio di Giannantonio Kehilangan 3 Motor Jelang Debut MotoGP
Agenda Balap 2022: 4 Kejuaraan Bergengsi Jadi Sorotan, Mana yang Paling Kamu Tunggu?
53 Tim dan 103 Pembalap: Inilah Jadwal dan Daftar Peserta MotoGP 2022
Ducati Punya 8 Rider di MotoGP 2022, Siapa yang Dapat Jatah Motor Baru dan Lama?
Raul Fernandez Sebut Dani Pedrosa Permulus Debutnya di MotoGP
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil MotoGP Silverstone 2026: Raul Fernandez Dominan, Marc Marquez Posisi Ke-7
Otomotif 9 Agustus 2026, 19:57
-
Jadwal dan Live Streaming ARRC 2026 Mandalika Hari Ini, Minggu 9 Agustus 2026
Otomotif 9 Agustus 2026, 07:50
LATEST UPDATE
-
Rapor Pemain AC Milan Saat Ditahan Imbang Juventus: Cisse Brillian, De Winter Solid!
Liga Italia 7 September 2026, 08:30
-
Comeback di Menit Akhir, Luciano Spalletti Acungi Jempol Perjuangan Juventus
Liga Italia 7 September 2026, 08:00
-
Rapor Pemain Chelsea Usai Kalah dari Arsenal: Rogers Menjanjikan, Palmer Tenggelam!
Liga Inggris 7 September 2026, 07:45
-
Pengakuan Jujur Ruben Amorim: AC Milan Tidak Layak Menang Lawan Juventus!
Liga Italia 7 September 2026, 07:30
-
Rapor Pemain Arsenal usai Comeback Lawan Chelsea: Saka Mematikan, Odegaard Pembeda!
Liga Inggris 7 September 2026, 07:15
-
Cetak Gol Tapi MU Gagal Menang, Perasaan Benjamin Sesko Campur Aduk
Liga Inggris 7 September 2026, 07:00
-
Barcelona Hancurkan Valencia, Hansi Flick Full Senyum!
Liga Spanyol 7 September 2026, 06:30
-
Kena Comeback Arsenal, Xabi Alonso Akui Chelsea Sempat Lengah
Liga Inggris 7 September 2026, 05:45
-
Bekuk Chelsea, Mikel Arteta Sanjung Mental Juara Arsenal
Liga Inggris 7 September 2026, 05:15
-
Man of the Match Juventus vs AC Milan: Francisco Conceicao
Liga Italia 7 September 2026, 04:34
-
Hasil Juventus vs AC Milan: Gol Telat Gatti Buyarkan Kemenangan Rossoneri!
Liga Italia 7 September 2026, 04:25
-
Man of the Match Arsenal vs Chelsea: Martin Odegaard
Liga Inggris 7 September 2026, 00:53
-
Hasil Arsenal vs Chelsea: The Gunners Comeback dan Menang di Derby London
Liga Inggris 7 September 2026, 00:27
-
Tempat Menonton Juventus vs AC Milan di Serie A, 7 September 2026
Liga Italia 6 September 2026, 23:59
-
Link Streaming Juventus vs AC Milan 7 September 2026
Liga Italia 6 September 2026, 23:45
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51



