Fabio Quartararo Buka-bukaan Soal Kesehatan Mental, Faktor Penting di MotoGP 2021
Anindhya Danartikanya | 24 Agustus 2021 08:53
Bola.net - Fabio Quartararo baru-baru ini buka-bukaan soal cara memperbaiki kesehatan mentalnya, yang ia yakini menjadi salah satu faktor penting untuk tampil kompetitif dan konsisten di MotoGP 2021. Kepada Diario AS, Sabtu (14/8/2021), El Diablo mengakui bahwa semua ini ia lakukan usai tekanan bertubi yang ia terima pada 2020.
Quartararo menjalani debut MotoGP 2019 dan diragukan bisa tampil baik karena tak gemilang di Moto3 dan Moto2. Namun, ia justru menggebrak, meraih 7 podium, 6 pole, dan berbagai gelar bergengsi. Pada 2020, ia pun dijagokan jadi juara dunia, terutama usai Marc Marquez absen semusim akibat cedera patah lengan.
Sayang, meski tiga kali menang dan memimpin klasemen selama sembilan seri perdana, performa rider Prancis ini angin-anginan akibat berbagai masalah teknis pada YZR-M1. Alhasil, kemampuannya kembali diragukan orang. Hal ini pun membebani mental Quartararo, yang akhirnya memutuskan menemui psikolog pada Desember lalu.
Berkomitmen Jalankan Latihan dari Psikolog

Quartararo mengaku belum bertemu lagi dengan sang psikolog, namun berkomitmen menjalani latihan yang telah diberikan untuk menjaga dirinya tetap tenang di segala situasi. Efeknya, kini ia sukses meraih tujuh podium dalam sebelas seri perdana, yang empat di antaranya kemenangan, dan kini unggul 47 poin dari para rivalnya.
"Perubahan ini terjadi berkat pengalaman dan kemauan untuk terus belajar. Saya terakhir kali ke psikolog pada Desember tahun lalu. Tahun ini saya tak punya waktu, namun sangat ingat apa yang ia katakan. Ia memberi metode latihan, yakni mengulang beberapa kata saat gugup atau stres. Kini semua berjalan sangat baik. Ketika saya gugup, saya segera mempraktikkannya," tuturnya.
Quartararo menyatakan, sang psikolog juga membantunya melihat kompetisi dari sudut pandang lain. Jika dulu ia ingin tampil baik demi membuktikan kepada orang-orang bahwa dirinya punya kemampuan hebat, kini ia disarankan fokus tampil baik demi memuaskan diri sendiri dan membahagiakan orang-orang yang ia sayangi, yakni keluarganya.
Tertekan Karena Disanjung Sekaligus Diremehkan

"Dulu, saya ingin membuktikan potensi kepada semua orang. Tapi psikolog saya bilang bahwa saya tak perlu membuktikan apa pun. Ia bilang saya harus melakukan semuanya untuk diri saya sendiri, bukan untuk orang lain. Kata-katanya terus tersimpan di kepala saya, sementara sebelumnya saya selalu ingin menunjukkan kemampuan saya kepada semua orang," kisah Quartararo.
Di lain sisi, ia juga mengakui, mentalitasnya yang lama itu terbentuk akibat dirinya dianggap 'The New Marc Marquez' saat masih turun di CEV Moto3, yang ia juarai pada 2013 dan 2014, sekaligus diremehkan ketika turun di Moto3 dan Moto2 karena ternyata tak mampu memenuhi ekspektasi dari julukan tersebut. Atas alasan ini pula ia sempat dianggap tak siap untuk berlaga di MotoGP.
"Tipe-tipe komentar itu bikin saya ingin balapan dan bilang, 'Lihat, aku ada di sini'. Tapi saya belajar dari psikolog bahwa saya tak perlu membuktikan diri pada orang lain dan harusnya fokus saja pada pekerjaan. Jika saya ingin jadi juara, maka saya harus melakukannya untuk diri saya sendiri dan keluarga saya, bukan untuk membuktikan pada orang lain bahwa saya bisa," tutupnya.
Sumber: Diario AS
Baca Juga:
- Rasakan Sendiri Manuver Agresif Marc Marquez, Jorge Martin Justru Girang
- Dorna: Valentino Rossi Tak Tergantikan, MotoGP Takkan 'Maksa' Cari Ikon Baru
- Jadwal Pekan Balap Formula 1 GP Belgia 2021
- Galeri: 7 Pemenang dalam 11 Balapan, Siapa Pemenang Selanjutnya di MotoGP 2021?
- Misteri Maverick Vinales, Yamaha: Kalau Tak Bahagia, Lebih Baik Pergi
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Toprak Razgatlioglu Kunjungi SMK di Jakarta Bareng Yamaha Jelang Debut di MotoGP 2026
Otomotif 20 Januari 2026, 15:29
-
Diterpa Banyak Rumor, Pecco Bagnaia Santai Saja Soal Kontrak Ducati di MotoGP 2027
Otomotif 20 Januari 2026, 13:11
LATEST UPDATE
-
Hasil Copenhagen vs Napoli: Partenopei Gagal Menang Meski Unggul Jumlah Pemain
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:29
-
Hasil Villarreal vs Ajax: Kapal Selam Kuning Karam Lebih Dini
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:27
-
Sporting CP vs PSG: Les Parisiens Jatuh di Lisbon
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:19
-
Hasil Olympiakos vs Leverkusen: Wakil Yunani Buka Peluang Lolos ke Play-off
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:17
-
Hasil Tottenham vs Dortmund: Spurs Jaga Rekor Kandang Sempurna di Liga Champions
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:11
-
Hasil Inter vs Arsenal: Meriam London Hancurkan Nerazzurri di Giuseppe Meazza
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:04
-
Hasil Real Madrid vs Monaco: Kylian Mbappe dkk Pesta Setengah Lusin Gol
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:03
-
Gagal Bersinar di Old Trafford, Ugarte Bakal Ditukar dengan Bintang Muda Sunderland
Liga Inggris 21 Januari 2026, 04:59
-
Hasil Bodo/Glimt vs Man City: Haaland Mandul, The Citizens Babak Belur
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:34
-
Kairat vs Club Brugge: Brugge Gasak Tuan Rumah 4-1
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:03
-
Prediksi Newcastle vs PSV 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Marseille vs Liverpool 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Juventus vs Benfica 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Chelsea vs Pafos 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06




