Fabio Quartararo Tak Percaya Datanya Dipelajari Valentino Rossi
Anindhya Danartikanya | 24 Juli 2019 11:00
Bola.net - Debutan Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo, masih punya banyak hal yang harus dipelajari di MotoGP, termasuk mengamati rider-rider yang lebih berpengalaman. Meski begitu, ia dapat sensasi aneh bisa membela pabrikan yang sama dengan Valentino Rossi.
Meski memiliki YZR-M1 dengan spek lebih rendah dibanding milik Maverick Vinales, Valentino Rossi, dan Franco Morbidelli, Quartararo justru jadi rider Yamaha yang paling konsisten bertarung di depan, baik dalam latihan, kualifikasi maupun balapan.
Sejauh ini, ia meraih 3 pole, serta podium di Catalunya dan Assen, yang ia raih dalam kondisi cedera arm pump. Meski begitu, ia mengaku masih harus belajar dari tiga rider Yamaha lainnya, salah satunya adalah dengan mempelajari data mereka.
"Yang saya lihat dari data Franco, Maverick, dan Vale sangat tergantung pada lintasan. Di beberapa trek, saya harus memperbaiki cara masuk ke tikungan, cara mengendalikan gas dan wheelie," ungkap Quartararo via Motor Sport Magazine.
Masih Harus Belajar dari Rider Lain

Dengan 9 balapan di kantong, Quartararo pun mengaku masih banyak aspek YZR-M1 yang masih harus ia temukan. Ia pun terbantu dengan data-data yang tersedia dari Vinales dan Rossi, yang membela tim pabrikan.
"Masih banyak hal dari motor ini yang harus saya pelajari! Contohnya, saat melihat data Vale dan Maverick, saya bisa melihat apa yang mereka alami saat mengendalikan gas. Jadi saya masih harus banyak belajar dari mereka," ujarnya.
Di lain sisi, El Diablo, yang merupakan penggemar Rossi saat masih anak-anak, mengaku merasa sangat janggal menghadapi fakta bahwa Rossi juga kerap memeriksa datanya, mengingat The Doctor tengah mengalami masa-masa sulit.
10 Tahun Lalu Minta Foto Bareng
"Pahlawan saya adalah Vale! Rasanya gila melihat Vale membaca data saya dan mencoba lebih cepat. Saya sangat cepat di Mugello, jadi jelas ia memeriksa data saya," kisah pebalap asal Prancis berusia 20 tahun ini.
"Bagi saya, ini cukup aneh. Bahkan sangat aneh! Karena jika diingat, 10 tahun lalu saya malah menunggunya di luar hospitality demi bisa foto bareng. Kini dia malah memperhatikan bagaimana cara saya mencatatkan waktu!" pungkas Quartararo.
Tak hanya bisa saling bertukar data, kini Quartararo bahkan duduk di peringkat kedelapan pada klasemen pebalap MotoGP dengan 67 poin, hanya tertinggal 13 poin dari Rossi yang ada di peringkat keenam.
Baca Juga:
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Michael Olise Masih Aman di Bayern Munchen, Real Madrid Mundur
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 20:00
-
Piala Dunia 64 Tim Berpotensi Ubah Peta Ekonomi Sepak Bola Global
Piala Dunia 21 Juli 2026, 19:40
-
Baru Punya Satu Bek Kiri, Persib Bakal Mafaatkan Fleksibelitas Pemain
Bola Indonesia 21 Juli 2026, 19:26
-
Singapura Umumkan Skuad Resmi, Siap Tebar Ancaman di Piala AFF 2026
Bola Indonesia 21 Juli 2026, 19:02
-
Marcus Rashford Ikut Tur Pramusim Manchester United di Irlandia
Liga Inggris 21 Juli 2026, 19:00
-
3 Cara Xabi Alonso Memaksimalkan Morgan Rogers di Chelsea
Liga Inggris 21 Juli 2026, 18:18
-
David Alonso Naik ke MotoGP 2027 Bersama Honda HRC
Otomotif 21 Juli 2026, 18:02
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55














