Format Baru MotoGP 2023 yang Bikin Duel Pecco Bagnaia vs Jorge Martin Makin Seru
Anindhya Danartikanya | 24 Oktober 2023 10:55
Bola.net - MotoGP 2023 tinggal menyisakan empat seri, tetapi perjalanan Pecco Bagnaia dan Jorge Martin dalam meraih gelar dunia masih cukup panjang. Pasalnya, meski keduanya terpisahkan 27 poin di klasemen pembalap, masih ada delapan balapan yang harus mereka jalani.
Seperti yang diketahui, usai menggelar satu balapan saja pada setiap pekannya sejak 1949, MotoGP membuka lembaran baru dalam buku sejarah mereka mulai musim ini. Setiap seri gelarannya kini terdiri dari dua balapan.
Musim ini, MotoGP terdiri dari 20 seri. Kelas Moto3 dan Moto2 tetap menjalani 20 balapan, tetapi kelas MotoGP harus menjalani total 40 balapan, yang terdiri dari 20 sprint race atau Sprint dan 20 main race atau Grand Prix.
Sprint race bukan hal asing di dunia motorsport. Balapan ini sudah diberlakukan sepanjang musim di WorldSBK 2019 dengan nama 'Superpole Race', dan diberlakukan pada beberapa seri saja di Formula 1 sejak 2021 dengan nama 'Sprint'.
Diberlakukannya Sprint juga dipastikan merombak sejarah dan statistik MotoGP. Nah, apa saja sih aturan baru yang dihadirkan Sprint? Apa pengaruhnya untuk perebutan gelar dunia? Berikut ulasannya. Simak yuk, Bolaneters!
Waktu Start dan Posisi Start

Sprint hanya digulirkan untuk kelas MotoGP dan digelar pada hari Sabtu pada pukul 15.00 waktu setempat. Sementara itu, Grand Prix digelar pada Minggu pukul 14.00 waktu setempat.
Posisi start Sprint ditentukan oleh hasil kualifikasi. Namun, hasil balapan ini tidak akan menentukan posisi start pada Grand Prix. Pasalnya, posisi start Grand Prix juga ditentukan oleh hasil kualifikasi.
Durasi Sprint hanya setengah alias 50% dari durasi Grand Prix. Contohnya, Grand Prix Malaysia terdiri dari 20 lap, maka Sprint Malaysia terdiri dari 10 lap. Sementara itu, Grand Prix Indonesia terdiri dari 27 lap, maka Sprint Indonesia terdiri dari 13 lap.
Sistem Poin Sprint vs Grand Prix

Jika poin Grand Prix diberikan secara penuh kepada 15 rider terdepan, poin Sprint hanya diberikan kepada 9 rider terdepan dengan sistem setengah poin dari Grand Prix.
Sistem poin Grand Prix: 1) 25 poin, 2) 20 poin, 3) 16 poin, 4) 13 poin, 5) 11 poin, 6) 10 poin, 7) 9 poin, 8) 8 poin, 9) 7 poin, 10) 6 poin, 11) 5 poin, 12) 4 poin, 13) 3 poin, 14) 2 poin, dan 15) 1 poin
Sistem poin Sprint: 1) 12 poin, 2) 9 poin, 3) 7 poin, 4) 6 poin, 5) 5 poin, 6) 4 poin, 7) 3 poin, 8) 2 poin, dan 9) 1 poin
Format Sesi Latihan dan Syarat Kualifikasi

Sesi latihan bebas pertama (FP1) pada Jumat pagi digunakan para rider dan timnya untuk mencari konfigurasi terbaik pada motor sebelum sesi latihan (PR) pada Jumat siang.
Sepuluh pembalap tercepat dalam sesi PR berhak lolos ke sesi Kualifikasi 2 (Q2), sementara sisanya harus melewati sesi Kualifikasi 1 (Q1) terlebih dahulu. Nantinya, dua rider tercepat di sesi Q1 berhak lolos ke sesi Q2.
Sesi latihan bebas kedua (FP2) pada Sabtu pagi pun dipakai para rider dan timnya untuk mencari konfigurasi terbaik pada motor sebelum sesi Q1, Q2, dan Sprint pada Sabtu siang.
Sesi Pemanasan dan Parade Pembalap

Akibat adanya Sprint di kelas MotoGP, sesi pemanasan (WUP) Moto2 dan Moto3 pada Minggu pagi dihapus. Kini hanya kelas MotoGP yang mendapatkan sesi WUP, dan durasinya berkurang dari 20 menit menjadi 10 menit saja.
Uniknya, 20 menit setelah sesi WUP selesai digelar, para pembalap MotoGP wajib mengikuti sesi 'Riders Fan Parade', di mana mereka akan menyapa fans di tribun-tribun sirkuit dengan menjalani parade seperti halnya yang dilakukan Formula 1.
Setelah sesi 'Riders Fan Parade' berakhir, sesi Grand Prix untuk kelas Moto3, Moto2, dan MotoGP digelar. Berikut rincian lebih detail mengenai format pekan balap di MotoGP 2023.
Format Baru MotoGP Akibat Sprint (dengan MotoE)

Kamis (waktu setempat)
12.45-14.00: Track Technical Test
14.30: Track Safety Inspection
14.30-16.00: Riders Track Familiarisation
17.00: Pre-Event Press Conference
Jumat (waktu setempat)
08.25-08.45: MotoE P1 (20 menit)
09.00-09.35: Moto3 P1 (35 menit)
09.50-10.30: Moto2 P1 (40 menit)
10.45-11.30: MotoGP FP1 (45 menit)
12.25-12.45: MotoE P2 (20 menit)
13.15-13.50: Moto3 P2 (35 menit)
14.05-14.45: Moto2 P2 (40 menit)
15.00-16.00: MotoGP PR (60 menit)
17.00-17.10: MotoE Q1 (10 menit)
17.20-17.30: MotoE Q2 (10 menit)
Sabtu (waktu setempat)
08.40-09.10: Moto3 P3 (30 menit)
09.25-09.55: Moto2 P3 (30 menit)
10.10-10.40: MotoGP FP2 (30 menit)
10.50-11.05: MotoGP Q1 (15 menit)
11.15-11.30: MotoGP Q2 (15 menit)
12.10: MotoE R1
12.50-13.05: Moto3 Q1 (15 menit)
13.15-13.30: Moto3 Q2 (15 menit)
13.45-14.00: Moto2 Q1 (15 menit)
14.10-14.25: Moto2 Q2 (15 menit)
15.00: MotoGP SPR
16.10: MotoE R2
Minggu (waktu setempat)
09.40-09.55: MotoGP WUP (10 menit)
10.00: MotoGP Rider Fan Parade (30 menit)
11.00: Moto3 GP
12.15: Moto2 GP
14.00: MotoGP GP
Keterangan
FP1: Sesi latihan bebas pertama
FP2: Sesi latihan bebas kedua
PR: Sesi latihan
P1: Sesi latihan pertama
P2: Sesi latihan kedua
P3: Sesi latihan ketiga
Q1: Kualifikasi 1
Q2: Kualifikasi 2
SPR: Sprint
WUP: Sesi pemanasan
GP: Grand Prix
R: Balapan
Statistik Podium dan Bentuk Penghargaan

Para penghuni podium Grand Prix mendapatkan trofi seperti biasa, dan prestasi ini dihitung sebagai statistik Grand Prix. Penyerahan trofi pun dilakukan di podium utama sirkuit.
Para penghuni podium Sprint mendapatkan medali emas, perak, dan perunggu, dan prestasi ini tidak dihitung sebagai statistik Grand Prix. Penyerahan medali pun dilakukan di trek lurus sirkuit penyelenggara.
Meski begitu, setiap poin yang diraih dalam Sprint dan Grand Prix tetap dihitung dalam pengumpulan poin di klasemen pembalap, tim, konstruktor, tim independen, dan debutan.
Baca juga:
Marc Marquez Masih Yakin Jorge Martin Bakal Bekuk Pecco Bagnaia: Dia Rider Tercepat
Blunder Pilih Ban, Jorge Martin Janji Lawan Pecco Bagnaia Sampai Akhir: Saya Lebih Kuat
Casey Stoner Suruh Honda Cari Rider Moto2 demi Gantikan Marc Marquez, Ini Alasannya
Daftar Pembalap WorldSBK 2024: Kembalinya 'The Maniac', Andrea Iannone Bela Go Eleven Ducati
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Barcelona Kian Kokoh di Puncak Klasemen, Hansi Flick: Bodo Amat!
Liga Spanyol 7 September 2026, 11:03
-
Kalah dari Arsenal, Xabi Alonso Soroti Rapuhnya Pertahanan Chelsea
Liga Inggris 7 September 2026, 10:37
-
Bukan Main Jelek, MU Gak Hoki Aja Gagal Menang Lawan Everton!
Liga Inggris 7 September 2026, 09:47
-
Wow! Baru Tiga Laga, Fiorentina Pecat Pelatih Kepala Mereka
Liga Italia 7 September 2026, 09:08
LATEST UPDATE
-
Real Madrid vs Inter: Misi Menghapus Rekor Buruk Berusia 59 Tahun!
Liga Champions 8 September 2026, 06:30
-
Real Madrid vs Inter: Mourinho Janji Gak Baper Jumpa Mantan Klub dan Mantan Anak Buah!
Liga Champions 8 September 2026, 06:00
-
Jose Mourinho Targetkan Trofi Liga Champions di Periode Keduanya Bersama Real Madrid
Liga Champions 8 September 2026, 05:30
-
Kalah dari Arsenal, Chelsea Yakin Bakal Happy Ending di Akhir Musim 2026/2027
Liga Inggris 8 September 2026, 05:12
-
Debut Bersama Barcelona, Gabriel Jesus Girang Bukan Kepalang
Liga Spanyol 8 September 2026, 04:57
-
Moji dan Mosva Beri Bonus Rp120 Juta untuk Timnas Voli Putri Indonesia
Voli 8 September 2026, 03:03
-
Pengakuan Jujur Xabi Alonso: Bikin Kesalahan Soal Cedera Moises Caicedo
Liga Inggris 8 September 2026, 01:21
-
Christian Pulisic Tak Kunjung Dimainkan Ruben Amorim
Liga Italia 7 September 2026, 23:29
-
Kylian Mbappe Pede Raih Ballon d'Or 2026: Tahun yang Tepat untuk Jadi yang Terbaik
Liga Spanyol 7 September 2026, 21:15
-
Real Madrid Krisis Gelandang saat Jumpa Inter Milan
Liga Champions 7 September 2026, 20:45
-
Arda Guler Absen Lawan Inter Milan, Momen Yan Diomande untuk Unjuk Gigi!
Liga Champions 7 September 2026, 20:18
-
Sudah Kebobolan 6 Gol, Pertahanan Manchester United Punya Masalah Serius?
Liga Inggris 7 September 2026, 19:48
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51



