Jorge Lorenzo Ingin Finis 30 Detik di Belakang Pemenang Aragon
Anindhya Danartikanya | 16 September 2019 16:05
Bola.net - Pebalap Repsol Honda, Jorge Lorenzo, memang tak mematok podium dan kemenangan dalam MotoGP Misano, San Marino, Minggu (15/9/2019), namun ia merasa kecewa tertinggal 47,247 detik dari sang pemenang, Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT). Hal ini ia sampaikan kepada Crash.net usai finis di posisi 14.
Lorenzo yang masih belum pulih benar dari cedera retak tulang belakang, mengaku masih merasakan sakit pada punggungnya, namun sudah jauh lebih baik ketimbang pekan balap di Silverstone, Inggris, yakni seri perdananya usai absen empat seri. Atas kemajuan kondisi fisik ini, Lorenzo sempat berharap bisa memenuhi target.
Start dari posisi 18, Lorenzo mengaku hanya ingin finis setidaknya 30-40 detik dari pemenang balapan di Misano. Nyatanya, ia sangat kesulitan dan malah tertinggal 47 detik dari Quartararo. Hasil ini menurutnya tak sesuai dengan harapan, meski ia berhasil membawa pulang dua poin.
Kondisi Fisik Sudah Lebih Baik
"Di Silverstone, saya berharap lebih sedikit ketimbang yang saya dapat. Di sini, sebaliknya. Saya ingin finis lebih dekat dengan rider terdepan, 30 detik terbaik, 40 detik terburuk. Tapi saya 47 detik di belakang. Ini lebih buruk dari harapan, tapi fisik saya lebih baik dari Silverstone, dan saya lebih dekat dengan pertengahan grid," ujarnya.
Lorenzo pun masih melihat adanya sisi positif dari hasil ini, namun akan bertekad mencari kemajuan lebih jauh dalam MotoGP Aragon, Spanyol akhir pekan nanti. Tujuan utamanya adalah kompetitif di Thailand, Jepang, Australia, dan Malaysia bulan depan.
"Saya masih kesakitan, tapi sudah lebih baik dari tiga pekan lalu. Saya bisa lebih ngotot. Sayangnya, dengan grip rendah usai Moto2, ditambah cuaca panas, saya sulit mengerem. Entah apakah saya pilih ban yang tepat. Saya pilih lunak-lunak karena saya merasa nyaman, tapi dalam balapan sungguh sulit mengerem," ungkap Lorenzo.
Ingin Persempit Margin di Aragon
Dengan ban depan dan belakang lunak, Lorenzo pun mengaku energinya terkuras, karena terpaksa mengerem lebih lambat ketimbang di sesi latihan. Akibatnya, ia kesulitan mendapatkan ritme balap yang ia inginkan. Ia pun berharap bisa mempersempit margin dari pemenang Aragon nanti menjadi kisaran 30 detik.
"Saya ingin 1 menit 38 detik tinggi, tapi tak pernah bisa. Malah jauh lebih buruk dan buruk. Jadi tertinggal 47 detik adalah hasil yang lebih dari dugaan saya, tapi kurang dari Silverstone. Semoga di Aragon nanti kami bisa mempersempitnya menjadi 30 detik, itu target saya sebelum lebih ngotot dengan kondisi fisik saya," tutupnya.
Sumber: Crash.net
Baca Juga:
- Rossi-Morbidelli Bingung Quartararo Bisa Lebih Cepat di Misano
- Gagal Menang, Maverick Vinales Lihat Kemajuan di Yamaha
- Quartararo: Sengit Lawan Marquez, Momen Terbaik dalam Hidup Saya
- Highlights Pertarungan Sengit Marquez vs Quartararo di MotoGP Misano
- Tanggapi Marquez, Rossi: Saya Tak Perlu Cekcok demi Dapat Motivasi
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
5 Pembalap MotoGP 2026 Masih Buru Kemenangan Perdana, 2 di Antaranya Rookie
Otomotif 6 Maret 2026, 14:55
LATEST UPDATE
-
Pertarungan Luka Modric vs Nicolo Barella di Lini Tengah
Liga Italia 8 Maret 2026, 11:23
-
AC Milan Wajib Redam Ancaman Federico Dimarco
Liga Italia 8 Maret 2026, 10:54
-
Akankah Mike Maignan Kembali Menjadi Penyelamat AC Milan?
Liga Italia 8 Maret 2026, 10:25
-
Man of the Match Newcastle vs Man City: Omar Marmoush
Liga Inggris 8 Maret 2026, 10:08
-
Derby Milan: Imbang Bukan Pilihan, Rossoneri Wajib Menang
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:53
-
5 Alasan AC Milan Layak Diunggulkan di Derby della Madonnina
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:27
-
Man of the Match Juventus vs Pisa: Kenan Yildiz
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:13
-
6 Bentrokan Tanpa Kekalahan, Modal AC Milan di Derby della Madonnina
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:00
-
Unggul FC Datang ke Kanjuruhan, Kirim Dukungan untuk Arema FC
Bola Indonesia 8 Maret 2026, 08:54
-
Jadwal Live Streaming Formula 1 Australia 2026 di Vidio, 6-8 Maret 2026
Otomotif 8 Maret 2026, 07:59













