Oliveira Sebut KTM Bisa Dijinakkan dengan 'Gaya Marquez'
Anindhya Danartikanya | 24 April 2019 10:55
Bola.net - - Debutan Red Bull KTM Tech 3, Miguel Oliveira yakin gaya balap agresif seperti Marc Marquez sangat dibutuhkan demi menjinakkan motor RC16. Hal ini ia sampaikan lewat MotoGP.com, usai merepotkan dua rider Red Bull KTM Factory Racing, Pol Espargaro dan Johann Zarco di tiga seri pertama musim ini.
Meski RC16 masih dalam tahap pengembangan, proses adaptasi Oliveira mendapatkan acungan jempol dari banyak pihak. Mengingat 2019 merupakan musim perdananya di kelas tertinggi, ia justru konsisten bertarung di posisi 10 besar dan mempersulit laju Espargaro dan Zarco yang lebih berpengalaman.
"Satu hal penting, yang saya yakini sebagai keuntungan, adalah saya tak perlu membandingkan motor saya dengan motor lainnya. Saya tak pernah mengendarai motor selain KTM, jadi buat saya cukup simpel. Bagi Pol mungkin tidak, karena ini tahun ketiganya di KTM, dan bagi Johann lebih sulit lagi karena ia terbiasa dengan motor (Yamaha) dan gaya balap lain," ujarnya seperti yang dilansir Motorsport.com.
Harus Agresif Seperti Marquez
Rider Portugal ini juga menyatakan bahwa RC16 harus dikendarai dengan gaya balap yang agresif demi mengeluarkan segala potensinya, yakni gaya balap yang juga dimiliki Marc Marquez saat mengendarai Honda RC213V. Metode ini pun dinilai Oliveira cukup berhasil, karena ia langsung sukses finis ke-11 di Argentina.
"Saya tinggal adaptasi dengan situasi baru. Saya yakin cara yang baik dalam mengendarai KTM adalah lebih agresif, karena tak mudah membawa motor ini masuk tikungan. Ada satu cara untuk mengendarai motor kami, yakni dengan cara yang lebih mirip dengan 'Gaya Marquez'," ungkapnya.
Pendapat Pol Espargaro
Espargaro pun sepakat dengan opini Oliveira, bahwa membawa RC16 masuk tikungan bukanlah perkara mudah. Tapi juara dunia Moto2 2013 ini juga menyatakan bahwa paket motor RC16 saat ini sudah jauh lebih baik ketimbang paket yang pertama kali ia jajal pada 2017 lalu. Menurutnya, motor kali ini juga tak lagi membuat kondisi fisik pebalap kelewat terkuras.
"Gripnya jauh lebih baik, dan meski belum sesuai dengan harapan, motor ini sudah membelok lebih baik. Mesinnya lebih cepat dan halus, elektronik bekerja lebih baik. Motor ini juga tak lagi terlalu menuntut fisik, jadi bisa dipakai ngotot sampai finis. Pengereman juga baik, dan lebih cepat saat masuk tikungan. Secara umum, paket ini jauh lebih baik, tapi juga masih banyak tertinggal," pungkasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Tempat Nonton Siaran Piala Dunia 2026: Prancis vs Spanyol
Piala Dunia 14 Juli 2026, 23:31
-
Link Nonton Streaming Piala Dunia 2026: Prancis vs Spanyol
Piala Dunia 14 Juli 2026, 22:19
-
Arsenal Lepas Leandro Trossard ke Besiktas Seharga Rp374 Miliar
Liga Inggris 14 Juli 2026, 21:53
-
Resmi! Manchester United Datangkan Kiper Karl Darlow
Liga Inggris 14 Juli 2026, 20:03
-
Jadwal Pertandingan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
Bola Indonesia 14 Juli 2026, 19:37
-
Semifinal Piala Dunia 2026: Prancis Paling Tajam, Spanyol Sulit Dibobol
Piala Dunia 14 Juli 2026, 19:23
-
Ragnar Oratmangoen Sudah Gabung di Tahap Kedua TC Timnas Indonesia
Bola Indonesia 14 Juli 2026, 19:22
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55














