10 Negara Terbaik yang Belum Pernah Juara Piala Dunia, Belanda Masih Paling Tragis!
Aga Deta | 6 Juni 2026 18:27
Bola.net - Piala Dunia merupakan ajang sepak bola paling bergengsi di dunia yang selalu menarik perhatian miliaran penggemar. Turnamen ini menjadi panggung tertinggi bagi para pemain dan negara untuk mengukir sejarah.
Sejak pertama kali digelar pada 1930, hanya segelintir negara yang mampu mengangkat trofi juara dunia. Dominasi tim-tim elite membuat banyak negara kuat masih belum merasakan gelar tersebut.
Argentina menjadi juara pada edisi terakhir setelah mengalahkan Prancis di final yang berlangsung dramatis. Gelar itu menambah koleksi trofi Albiceleste menjadi tiga sepanjang sejarah.
Secara keseluruhan, baru delapan negara yang pernah memenangkan Piala Dunia. Fakta tersebut menunjukkan betapa sulitnya meraih gelar paling bergengsi dalam sepak bola internasional.
Meski belum pernah juara, sejumlah negara memiliki sejarah panjang dan prestasi mengesankan di turnamen ini. Berikut 10 negara terbaik yang hingga kini masih menunggu trofi Piala Dunia pertama mereka.
10. Korea Selatan

Korea Selatan mencatat sejarah pada Piala Dunia 2002 ketika berhasil mencapai semifinal sebagai tuan rumah bersama Jepang. Prestasi tersebut masih menjadi pencapaian terbaik negara Asia dalam sejarah turnamen.
Dalam perjalanan menuju empat besar, Korea Selatan mengalahkan Portugal, Italia, dan Spanyol. Mereka baru terhenti setelah kalah dari Jerman di semifinal.
Sejak saat itu, Korea Selatan terus menjadi langganan Piala Dunia dan beberapa kali mencapai fase gugur. Dengan populasi lebih dari 50 juta jiwa, Taegeuk Warriors melahirkan pemain seperti Son Heung-min dan legenda Park Ji-sung.
9. Amerika Serikat

Amerika Serikat akan menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026 bersama Meksiko dan Kanada. Kesempatan bermain di kandang sendiri memberikan motivasi besar untuk mencetak sejarah.
Prestasi terbaik mereka terjadi pada edisi pertama Piala Dunia tahun 1930 saat finis di posisi ketiga. Namun dalam beberapa edisi terakhir, performa mereka belum mampu memenuhi ekspektasi.
Popularitas sepak bola terus meningkat di Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir. Kehadiran Mauricio Pochettino di kursi pelatih juga diharapkan mampu membawa tim melangkah lebih jauh.
8. Kolombia

Kolombia dikenal sebagai salah satu kekuatan utama Amerika Selatan dalam beberapa tahun terakhir. Mereka kembali menunjukkan kualitas dengan lolos ke Piala Dunia melalui jalur kualifikasi yang sangat kompetitif.
Tim ini datang dengan modal skuad bertalenta yang dipimpin Luis Diaz dan Richard Rios. Banyak pengamat menilai Kolombia sebagai salah satu kuda hitam yang patut diperhitungkan.
Pencapaian terbaik mereka terjadi pada Piala Dunia 2014 saat mencapai perempat final. Dengan kualitas generasi saat ini, Kolombia berharap bisa melampaui rekor tersebut.
7. Swedia

Swedia pernah sangat dekat dengan trofi Piala Dunia ketika menjadi finalis pada tahun 1958. Saat itu mereka kalah dari Brasil yang diperkuat Pele di laga puncak.
Selain menjadi runner-up, Swedia juga pernah dua kali finis di posisi ketiga. Konsistensi tersebut menjadikan mereka salah satu negara paling berprestasi yang belum pernah juara.
Dalam beberapa tahun terakhir performa mereka cenderung naik turun. Kehadiran Viktor Gyokeres dan Alexander Isak diharapkan mampu membawa Swedia kembali bersaing di level tertinggi.
6. Kroasia

Kroasia menjadi salah satu negara yang paling dekat dengan gelar juara dalam dua edisi terakhir Piala Dunia. Mereka finis sebagai runner-up pada 2018 setelah kalah dari Prancis di final.
Empat tahun kemudian, Kroasia kembali tampil impresif dengan mencapai semifinal. Keberhasilan itu semakin mengukuhkan status mereka sebagai kekuatan besar sepak bola dunia.
Luka Modric menjadi simbol kesuksesan generasi emas Kroasia. Meski sejumlah pemain senior mulai menua, talenta muda seperti Josko Gvardiol memberikan harapan baru.
5. Meksiko

Meksiko memiliki sejarah panjang di Piala Dunia dan akan kembali menjadi tuan rumah pada edisi 2026. Dukungan publik diperkirakan menjadi kekuatan tambahan bagi El Tri.
Mereka sempat terkenal karena selalu tersingkir di babak 16 besar dalam tujuh edisi beruntun antara 1994 hingga 2018. Rekor itu berakhir di Qatar setelah justru gagal lolos dari fase grup.
Prestasi terbaik Meksiko adalah mencapai perempat final pada 1970 dan 1986. Menariknya, kedua pencapaian tersebut terjadi ketika mereka menjadi tuan rumah.
4. Hungaria
Hungaria memiliki salah satu kisah paling tragis dalam sejarah Piala Dunia. Mereka pernah mencapai final pada 1938 dan 1954 tetapi gagal mengangkat trofi.
Generasi emas Hungaria pada era Ferenc Puskas dianggap sebagai salah satu tim terbaik sepanjang masa. Namun kekalahan dari Jerman Barat di final 1954 menjadi luka yang masih dikenang.
Ironisnya, Hungaria belum lagi tampil di Piala Dunia sejak 1986. Meski demikian, kemunculan pemain seperti Dominik Szoboszlai memberi harapan untuk masa depan.
3. Belgia

Belgia memiliki generasi emas yang dipenuhi pemain kelas dunia antara 2014 hingga 2022. Nama-nama seperti Kevin De Bruyne, Eden Hazard, Vincent Kompany, dan Thibaut Courtois menjadi andalan mereka.
Pencapaian terbaik Belgia terjadi pada 2018 ketika finis di posisi ketiga. Mereka kalah dari Prancis di semifinal sebelum mengalahkan Inggris dalam perebutan tempat ketiga.
Banyak pihak menilai generasi emas Belgia gagal memaksimalkan potensinya. Kini mereka berharap generasi berikutnya mampu mencatat sejarah yang lebih besar.
2. Portugal

Portugal selalu memiliki pemain bintang dari berbagai generasi. Mulai dari Eusebio hingga Cristiano Ronaldo pernah menjadi ikon sepak bola dunia.
Prestasi terbaik Portugal di Piala Dunia adalah posisi ketiga pada 1966. Mereka juga pernah mencapai semifinal pada 2006 dan perempat final pada 2022.
Meski belum pernah juara dunia, Portugal sudah merasakan gelar besar dengan menjuarai Euro 2016. Namun trofi Piala Dunia masih menjadi target yang belum berhasil diwujudkan.
1. Belanda

Belanda menempati posisi teratas dalam daftar ini karena reputasi dan pencapaiannya yang luar biasa. Mereka merupakan salah satu negara paling berpengaruh dalam perkembangan taktik sepak bola modern.
De Oranje sudah tiga kali mencapai final Piala Dunia, yaitu pada 1974, 1978, dan 2010. Sayangnya, mereka selalu gagal mengangkat trofi setelah kalah di partai puncak.
Kekalahan dari Spanyol pada final 2010 menjadi salah satu momen paling menyakitkan. Dengan tradisi sepak bola yang kuat dan talenta yang terus bermunculan, Belanda masih memiliki peluang besar mengakhiri kutukan tersebut di masa depan.
Sumber: Give Me Sport
Baca Juga:
Dampak Piala Dunia 2026 terhadap Perebutan Ballon dOr: Siapa Paling Diuntungkan?
Perbandingan Statistik Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo di Piala Dunia
10 Pelatih Termahal di Piala Dunia 2026, Siapa Gajinya Paling Besar?
12 Wonderkid yang Siap Mencuri Perhatian di Piala Dunia 2026
10 Kandidat Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Kane, Mbappe, hingga Haaland Berebut Takhta Gol
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Serie A 2026/2027
Liga Italia 15 September 2026, 05:01
-
Hasil Inter vs Udinese: Comeback Gila! Tertinggal 0-2, Nerazzurri Menang 5-3
Liga Italia 15 September 2026, 03:45
-
Elliot Anderson Puji Bintang MU Ini: Dia Pemain Top!
Liga Inggris 15 September 2026, 00:13
-
Juventus Ngidam Super-sub Arsenal Ini?
Liga Italia 14 September 2026, 23:42
-
Kalah di Derby Manchester, MU Janji Bakal Lekas Bangkit!
Liga Inggris 14 September 2026, 23:30
LATEST UPDATE
-
Arema FC Lengkapi 11 Pemain Asing: Penyerang Muda Nigeria Jadi Rekrutan Terakhir
Bola Indonesia 15 September 2026, 17:15
-
Arema FC Imbau Suporter Persik Kediri Tak Hadir di Kanjuruhan, Ini Alasannya
Bola Indonesia 15 September 2026, 16:48
-
Dari Aceh hingga NTT, YPP Emtek Media Hadirkan Harapan bagi Warga Terdampak Bencana
Lain Lain 15 September 2026, 16:35
-
Elche Punya Rencana Khusus Hadapi Real Madrid: Bukan Parkir Bus, tapi Kuasai Bola
Liga Spanyol 15 September 2026, 16:12
-
Rodri Buka-bukan Ungkap Alasan Tolak Real Madrid dan Pilih Barcelona: Bukan Keputusan Mudah
Liga Spanyol 15 September 2026, 15:45
-
KONI Dukung PB ESI di Bawah Herindra, Bidik Prestasi Dunia dan Perkuat Game Lokal
Olahraga Lain-Lain 15 September 2026, 15:27
-
Prediksi FC Seoul vs Persib 16 September 2026
Bola Indonesia 15 September 2026, 15:24
-
Prediksi BRI Super League: Borneo FC vs Dewa United 16 September 2026
Bola Indonesia 15 September 2026, 15:14
-
Serie A tak Lagi 'Boring': Belum Muncul Skor 0-0 hingga Pekan ke-4 Musim 2026/2027
Liga Italia 15 September 2026, 14:48
-
Harry Kane Tembus 150 Gol di Bayern Munchen, Lebih Cepat dari Robert Lewandowski!
Bundesliga 15 September 2026, 14:15
-
Kabar Mengejutkan FC Seoul: Turunkan Tim SMA untuk Hadapi Persib di ACL Two?
Bola Indonesia 15 September 2026, 13:48
-
Cristian Chivu Bela Josep Martinez, Tegaskan Kiper Inter Milan Bukan Masalah
Liga Italia 15 September 2026, 13:29
-
Prediksi Barcelona vs Racing Santander 17 September 2026
Liga Eropa UEFA 15 September 2026, 13:13
-
Lamine Yamal atau Kylian Mbappe: Siapa yang Lebih Layak Memenangkan Ballon d'Or?
Liga Spanyol 15 September 2026, 12:54
-
EMTEK Media Dapat Kepercayaan untuk Kelola Izin Nonton Bareng FIFA ASEAN Cup 2026
Bola Indonesia 15 September 2026, 12:45
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
