Argentina Terancam Sanksi FIFA, dari Spanduk Politik hingga Kericuhan Final Piala Dunia 2026
Gia Yuda Pradana | 31 Juli 2026 01:00
Bola.net - Argentina menghadapi ancaman sanksi dari FIFA setelah badan sepak bola dunia itu membuka investigasi penuh terkait berbagai insiden sepanjang Piala Dunia 2026. Proses penyelidikan mencakup tindakan para pemain, ofisial, hingga federasi sepak bola Argentina (AFA).
Keputusan tersebut muncul hanya beberapa hari setelah Presiden FIFA, Gianni Infantino, memuji profesionalisme Argentina dalam surat yang bocor ke publik. Namun, FIFA kini memberikan kesempatan kepada pihak yang terlibat untuk memberikan klarifikasi sebelum putusan akhir dijatuhkan.
Sejumlah dugaan pelanggaran menjadi perhatian dalam investigasi ini, mulai dari pembentangan spanduk bernuansa politik, kericuhan pada final Piala Dunia 2026, hingga dugaan pelanggaran protokol pertandingan. Apabila terbukti bersalah, Argentina berpotensi menerima berbagai jenis hukuman.
Spanduk Politik Masuk Dalam Penyelidikan

Investigasi bermula setelah para pemain Argentina membentangkan spanduk bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas" seusai mengalahkan Inggris di semifinal. Tulisan tersebut mengacu pada Kepulauan Falkland yang menjadi wilayah sengketa antara Argentina dan Inggris.
FIFA melarang penggunaan ajang olahraga sebagai media penyampaian pesan nonolahraga. AFA juga pernah menerima denda sebesar 30.000 franc Swiss (sekitar Rp611 juta) akibat insiden serupa menjelang laga uji coba melawan Slovenia pada 2014.
Spanduk pada Piala Dunia 2026 memang berukuran lebih kecil dan hanya dibawa beberapa pemain, termasuk Cristian Romero, Lisandro Martinez, dan Giovani Lo Celso. Akan tetapi, FIFA tetap memiliki dasar untuk menjatuhkan sanksi kepada individu yang terlibat.
Kericuhan Final Bisa Berujung Larangan Bermain

Kericuhan pada laga final Piala Dunia 2026 menjadi bagian lain dalam investigasi FIFA. Gelandang Leandro Paredes menghadapi tiga tuduhan tindakan kekerasan setelah terlibat bentrokan dengan Eric Garcia dan Gavi.
Nahuel Molina juga menghadapi dua tuduhan tindakan kekerasan serta satu pelanggaran perilaku tidak sportif. Sementara itu, asisten pelatih Roberto Ayala dan Thiago Almada ikut masuk dalam daftar pihak yang diperiksa.
Sesuai Kode Disiplin FIFA, pelanggaran berupa tindakan kekerasan dapat berujung hukuman larangan bermain sedikitnya tiga pertandingan. Hukuman tersebut masih bisa bertambah apabila tingkat pelanggaran dinilai lebih berat.
AFA Juga Terancam Hukuman Tambahan

Selain kasus yang melibatkan pemain, AFA menghadapi beberapa dugaan pelanggaran administratif selama turnamen. Kasus tersebut berkaitan dengan perilaku suporter, keterlambatan kick-off, serta dugaan pelanggaran protokol pertandingan dan keamanan.
Dalam banyak kasus sebelumnya, pelanggaran seperti itu biasanya berujung denda. Namun, hukuman lain seperti penutupan sebagian atau seluruh stadion juga dapat diterapkan apabila pelanggaran suporter dinilai serius.
FIFA diperkirakan mengumumkan keputusan setelah seluruh proses pembelaan selesai dilakukan. Oleh karena itu, Argentina masih harus menunggu hasil akhir untuk mengetahui besarnya sanksi yang akan dijatuhkan.
Sumber: Sports Illustrated
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Timnas Indonesia Punya Skuad dengan Perpaduan Sempurna di Piala AFF 2026
Tim Nasional 30 Juli 2026, 23:59
-
Marcus Rashford Tulis Surat Perpisahan untuk Barcelona
Liga Spanyol 30 Juli 2026, 21:25
LATEST UPDATE
-
Timnas Indonesia Punya Skuad dengan Perpaduan Sempurna di Piala AFF 2026
Tim Nasional 30 Juli 2026, 23:59
-
Marcus Rashford Tulis Surat Perpisahan untuk Barcelona
Liga Spanyol 30 Juli 2026, 21:25
-
AS Roma Resmi Lepas Artem Dovbyk ke Bologna
Liga Italia 30 Juli 2026, 21:19
-
AS Roma Resmi Datangkan Santiago Castro, Beri Sang Striker Muda Nomor 9
Liga Italia 30 Juli 2026, 21:13
-
Lazio Memanas, Gennaro Gattuso Usir Kenneth Taylor dari Sesi Latihan
Liga Italia 30 Juli 2026, 21:06
-
Maxence Lacroix Resmi Gabung Chelsea
Liga Inggris 30 Juli 2026, 17:36
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang Bisa Diburu Liverpool
Editorial 29 Juli 2026, 13:16











