Argentina vs Mesir: Lionel Messi Kembali Mengejar Sejarah di Panggung Piala Dunia

Gia Yuda Pradana | 7 Juli 2026 20:01
Argentina vs Mesir: Lionel Messi Kembali Mengejar Sejarah di Panggung Piala Dunia
Pemain Argentina Lionel Messi (10) merayakan gol saat laga Grup J Piala Dunia 2026 antara Argentina vs Aljazair di Kansas City, Mo., Selasa, 16 Juni 2026 (c) AP Photo/Ed Zurga

Bola.net - Argentina vs Mesir bukan sekadar pertandingan babak 16 besar Piala Dunia. Laga ini juga menghadirkan peluang baru bagi Lionel Messi untuk menambah deretan rekor yang telah ia bangun sepanjang karier internasional.

Perjalanan Argentina di turnamen kali ini masih memperlihatkan identitas sebagai juara bertahan. Tim asuhan Lionel Scaloni mampu menjaga produktivitas lini depan meski beberapa pertandingan berlangsung lebih sulit dari perkiraan.

Advertisement

Di sisi lain, Mesir datang dengan cerita berbeda. Wakil Afrika tersebut memperlihatkan daya juang tinggi hingga mampu mempertahankan rekor belum terkalahkan sepanjang kompetisi.

Laga ini sekaligus mempertemukan dua pemain yang menjadi wajah sepak bola negaranya masing-masing. Messi masih menjadi tumpuan Argentina, sedangkan Mohamed Salah terus memegang peran penting dalam permainan Mesir.

1 dari 3 halaman

Messi Terus Menambah Catatan Bersejarah

Messi Terus Menambah Catatan Bersejarah

Ekspresi Lionel Messi pada laga Argentina vs Cape Verde di babak 32 Besar Piala Dunia 2026 (c) AP Photo/Rebecca Blackwell

Gol pembuka Messi saat Argentina mengalahkan Cape Verde 3-2 membuat koleksi golnya di turnamen ini mencapai tujuh. Catatan tersebut kembali mengukuhkan kapasitasnya sebagai salah satu pemain paling produktif dalam sejarah Piala Dunia.

Jika kembali mencetak gol saat menghadapi Mesir, Messi akan menyamai rekor Guillermo Stabile sebagai pemain Argentina yang mampu mengemas delapan gol dalam satu edisi Piala Dunia. Ia juga berpeluang masuk kelompok elite pemain yang berhasil mencetak gol dalam lima pertandingan pertama negaranya pada satu edisi Piala Dunia.

Produktivitas Argentina sendiri masih terjaga sepanjang kompetisi. Albiceleste selalu mencetak sedikitnya dua gol dalam 10 pertandingan Piala Dunia secara beruntun sehingga hanya terpaut satu laga dari rekor yang pernah dibukukan Uruguay.

2 dari 3 halaman

Argentina Masih Menghadapi Tantangan

Argentina Masih Menghadapi Tantangan

Starting XI Argentina pada duel lawan Cape Verde di babak 32 Besar Piala Dunia 2026 (c) AP Photo/George Walker IV

Di balik performa impresif tersebut, Argentina tetap membawa pekerjaan rumah. Jadwal padat dan pertandingan yang berlangsung hingga babak tambahan membuat kondisi fisik sejumlah pemain menjadi perhatian.

Scaloni mengakui situasi itu cukup menyulitkan timnya. "Pada menit-menit akhir, kami tidak memiliki pergantian pemain, beberapa pemain mengalami kram, dan kami harus bertahan seperti kucing yang terpojok."

Pelatih Argentina itu juga memastikan timnya akan melakukan evaluasi. "Saat Anda tidak bermain dengan baik, Anda harus bertahan. Yang terpenting kami lolos, dan kami akan memperbaiki kesalahan."

3 dari 3 halaman

Mesir Membawa Harapan Baru Sepak Bola Afrika

Mesir Membawa Harapan Baru Sepak Bola Afrika

Pemain Mesir Mohamed Salah (10) bereaksi setelah laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Australia vs Mesir di Arlington, Texas, dekat Dallas, Jumat, 3 Juli 2026 (c) AP Photo/Sam Hodde

Mesir berhasil menjaga peluang dengan melewati Australia melalui adu penalti setelah bermain imbang 1-1. Hasil tersebut memperpanjang catatan positif mereka sekaligus membuka kesempatan mengikuti jejak Kamerun, Senegal, Ghana, dan Maroko yang pernah mencapai perempat final Piala Dunia.

Mohamed Salah turut memperlihatkan ketangguhannya meski sempat mengalami masalah hamstring. Penyerang berusia 34 tahun itu tetap bermain selama 120 menit dan sukses menjalankan tugas sebagai eksekutor penalti.

Kontribusi Salah tidak hanya terlihat melalui gol. Ia telah menciptakan 16 peluang sepanjang turnamen dan hanya membutuhkan dua peluang lagi untuk menyamai rekor pemain Afrika yang dibukukan Kevin-Prince Boateng pada Piala Dunia 2010.

Bagi Argentina, pertandingan melawan Mesir menjadi kesempatan mempertahankan tradisi positif atas wakil Afrika di Piala Dunia. Sementara itu, bagi Mesir, laga ini menjadi panggung untuk membuktikan bahwa kerja keras dan konsistensi mampu membawa mereka mencetak sejarah baru.

Sumber: Opta Analyst

LATEST UPDATE