Efek Domino Kasus Folarin Balogun: Inggris Banding Kartu Merah Jarell Quansah, Prancis Protes Kartu Kuning Michael Olise

Bola.net - Keputusan FIFA menangguhkan hukuman larangan bermain untuk penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, mulai memunculkan efek berantai di Piala Dunia 2026. Inggris dan Prancis dilaporkan siap mengambil langkah serupa.
Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) menjadi salah satu pihak yang bergerak cepat. Federasi tersebut tengah mempertimbangkan banding atas kartu merah yang diterima bek Jarell Quansah saat Inggris menghadapi Meksiko pada babak 16 besar.
Tak hanya Inggris, Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) juga mengambil langkah serupa. Les Bleus meminta FIFA membatalkan kartu kuning yang diterima Michael Olise setelah merasa keputusan wasit tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Rangkaian peristiwa tersebut membuat kebijakan FIFA kembali menjadi sorotan. Banyak pihak menilai keputusan terkait kasus Balogun telah membuka ruang bagi federasi lain untuk menuntut perlakuan yang sama terhadap pemain mereka.
FA Inggris Bergerak Setelah Kasus Balogun

Jarell Quansah menerima kartu merah pada menit ke-54 saat Inggris mengalahkan Meksiko di babak 16 besar. Bek Bayer Leverkusen itu diusir keluar lapangan setelah melakukan tekel keras terhadap Jesus Gallardo.
Dalam situasi normal, kartu merah langsung akan membuat seorang pemain menjalani larangan bermain satu pertandingan. Namun, keputusan FIFA menangguhkan sanksi Balogun selama 12 bulan mengubah cara pandang sejumlah federasi terhadap proses disiplin.
Balogun sebelumnya mendapat kartu merah saat Amerika Serikat mengalahkan Bosnia dan Herzegovina pada babak 32 besar. Meski sempat dipastikan absen melawan Belgia, FIFA akhirnya menangguhkan hukuman tersebut dengan mengacu pada Pasal 27 Kode Disiplin FIFA setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, meminta peninjauan kembali keputusan tersebut.
"Kami sedang mempertimbangkan opsi kami terkait banding apa pun menyusul kartu merah Jarell Quansah di Mexico City tadi malam," ucap FA kepada The Independent.
Prancis Ikut Protes demi Michael Olise

Dampak keputusan FIFA juga dirasakan Prancis. Menurut laporan L'Equipe, Federasi Sepak Bola Prancis meminta FIFA menghapus kartu kuning yang diterima Michael Olise saat mengalahkan Paraguay 1-0 di babak 16 besar.
Olise mendapat kartu kuning pada penghujung pertandingan setelah terlibat insiden dengan gelandang Paraguay, Matias Galarza. Pihak Prancis meyakini winger Bayern Munchen tersebut sama sekali tidak melakukan kontak terhadap lawannya sehingga keputusan wasit dinilai keliru.
Permintaan tersebut bukan tanpa alasan. Kartu kuning memang akan dihapus setelah babak perempat final, tetapi pemain yang telah mengoleksi dua kartu kuning sebelum fase tersebut tetap harus menjalani skorsing satu pertandingan jika kembali menerima kartu.
Baca Ini Juga
- Presiden FIFA Diminta Hadapi Investigasi Parlemen Eropa terkait Kasus Kartu Merah Balogun dan Intervensi Donald Trump
- 3 Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Tersingkir Bersamaan di Babak 16 Besar
- Kylian Mbappe Balas Serangan Rasialis Senator Paraguay, Federasi Prancis Siapkan Jalur Hukum
- Prediksi Piala Dunia 2026: Prancis vs Maroko 10 Juli 2026
- Belgia Sindir Donald Trump dan FIFA Usai Singkirkan Amerika Serikat
Advertisement
Berita Terkait
-
Piala Dunia 7 Juli 2026 21:31Tempat Menonton Siaran Piala Dunia 2026: Argentina vs Mesir
-
Piala Dunia 7 Juli 2026 20:09Swiss vs Kolombia: 1 Tiket, 2 Ambisi Besar
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 7 Juli 2026 20:09Swiss vs Kolombia: 1 Tiket, 2 Ambisi Besar
BERITA LAINNYA
-
piala dunia 7 Juli 2026 21:31Tempat Menonton Siaran Piala Dunia 2026: Argentina vs Mesir
-
piala dunia 7 Juli 2026 20:09Swiss vs Kolombia: 1 Tiket, 2 Ambisi Besar
SOROT
-
Liputan6 7 Juli 2026 21:07Momen PM Modi Belajar Main Angklung Bersama Prabowo
-
Liputan6 7 Juli 2026 20:59Prabowo: India Punya Visi Sama untuk Masa Depan
-
Liputan6 7 Juli 2026 20:55Enam Langkah Pemerintah Perkuat Tata Kelola Sawit
-
Liputan6 7 Juli 2026 20:47PM Modi Usai Terima Bintang Adipurna: Ini Milik Rakyat India
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya













:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290217/original/016554100_1783433268-fb884f0c-6769-4a86-8709-9732a813ed1b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290215/original/025571400_1783432793-IMG-20260707-WA0414.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290212/original/076364000_1783432555-WhatsApp_Image_2026-07-07_at_20.34.35.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290208/original/083376600_1783432448-WhatsApp_Image_2026-07-07_at_20.29.47.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290207/original/010344400_1783432210-Tetapkan_13_Juli_sebagai_Hari_Kepercayaan_Terhadap_Tuhan_Yang_Maha_Esa__Menteri_Kebudayaan_Tekankan_Keberagaman_dan_Toleransi_1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290209/original/032046800_1783432521-IMG-20260707-WA0309.jpg)

